Sebagai sejarawan di Pantura Barat Jawa Tengah, Wijanarto mendukung, PT KAI untuk memanfaatkan Gedung Birao menjadi museum sejarah.
Ia menilai perlu ada museum sejarah yang hidup.
Artinya tidak hanya menggambarkan sejarah transportasi kereta api.
Namun juga perlu menyertakan dinamika morfologis di Kota Tegal.
"Saya berharap PT KAI yang menjadi pemangku bisa menjadikannya sama seperti Lawang Sewu. Menghadirkan biorama, potret-potret, dan memberikan bukti kesan kelampauan dan sejarah perkembangan kereta api di bawah perusahaan NIS," pungkasnya.
(TribunNewsmaker.com)(Kompas.com)(TribunJateng.com)