Berita Viral

Pengakuan Influencer Mukbang asal Tiongkok yang Cantik, Ternyata Pria yang Menyamar, Ada Alasan Haru

Penulis: ninda iswara
Editor: ninda iswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

INFLUENCER MUKBANG MENYAMAR - Influencer mukbang asal Tiongkok, Li Hangze, membuat pengakuan mengejutkan. Ternyata selama ini ia merupakan seorang pria yang menyamar. Ungkap alasannya.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Seorang influencer mukbang asal Tiongkok membuat sebuah pengakuan mengejutkan.

Influencer yang dikenal dengan nama akun @langweixian ini mengungkap identitas aslinya.

Langweixian, yang nama aslinya adalah Li Hangze, ini memiliki lebih dari 30 juta pengikut di media sosial.

Kini ia membongkar identitas aslinya yang ternyata secara biologis merupakan seorang laki-laki.

Tahun 2022 lalu, Li Hangze menghilang dari dunia digital setelah terlibat sengketa hukum dengan jaringan multisalurannya (MCN).

Baca juga: Influencer Tiongkok Meninggal, Akui 2 Hari Tak Makan, Unggahan Terakhir: Kita Tak akan Bertemu Lagi

INFLUENCER MUKBANG MENYAMAR - Influencer mukbang asal Tiongkok, Li Hangze, membuat pengakuan mengejutkan. Ternyata selama ini ia merupakan seorang pria yang menyamar. Ungkap alasannya. (Weibo)

Meskipun memiliki banyak pengikut, ia menghadapi tantangan yang signifikan selama masa tersebut.

Selanjutnya, ia membuat akun baru untuk memberi tahu penggemarnya tentang identitas biologisnya sebagai seorang pria.

Li Hangze muncul di dunia hiburan pada tahun 2018.

Ia semakin dikenal karena konten mukbangnya.

Meskipun prestasinya dalam hal makan tidak seberapa dibandingkan dengan para pemakan kompetitif lainnya, keterusterangannya dan rasa penasaran seputar jenis kelaminnya menarik perhatian warganet.

Langweixian menampilkan dirinya sebagai seorang wanita dan berbicara dengan gaya feminin.

Namun, suara baritonnya membuat banyak orang berspekulasi tentang jenis kelaminnya yang sebenarnya selama bertahun-tahun.

Li Hangze pun membeberkan alasan di balik penyamarannya.

Li menjelaskan bahwa ia mengadopsi karakter perempuan untuk memenuhi peran sebagai ibu dan ayah bagi putranya, seorang remaja laki-laki yang dibesarkannya sendirian sejak bercerai dari istrinya.

Ia menyesalkan bahwa putranya tidak memiliki ibu yang menjemputnya dari sekolah seperti yang dilakukan teman-temannya.

Halaman
12