Tumbangkan Bener Meriah, inilah rangking 4 kabupaten paling maju di Provinsi Aceh berdasarkan IDSD 2024. Daerahnya sering dijuluki Bumoe Breueh Sigupai yakni Aceh Barat Daya.
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kabupaten Aceh Besar menempati posisi terdepan dalam persaingan ekonomi di Provinsi Aceh.
Menurut laporan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2024 dari BRIN, daerah ini dinobatkan sebagai daerah paling kompetitif dengan raihan skor 3,63.
Kabupaten Bireun juga menunjukkan performa kuat, menduduki peringkat kedua dengan skor 3,51, sementara Kabupaten Aceh Tengah melengkapi daftar tiga besar dengan skor 3,36.
Sementara itu Kabupaten Aceh Barat Daya menempati peringkat 4. Daerah yang dijuluki Bumoe Breueh Sigupai itu mencatatkan skor 3,35.
Lantas, bagaimana dengan daerah lainnya?
Berikut ini urutan kabupaten paling maju di Provinsi Aceh berdasarkan IDSD 2024:
1. Kabupaten Aceh Besar - 3,63
2. Kabupaten Bireuen - 3,51
3. Kabupaten Aceh Tengah - 3,36
4. Kabupaten Aceh Barat Daya - 3,35
5. Kabupaten Aceh Selatan 3,33
6. Kabupaten Pidie - 3,33
7. Kabupaten Aceh Barat 3,30
Baca juga: Gumi Megibung Rangking 8 Daerah Termaju Bali, Cuma Ungguli Bangli, Keok dari Denpasar hingga Badung
8. Kabupaten Pidie Jaya - 3,30
9. Kabupaten Aceh Jaya - 3,27
10. Kabupaten Aceh Singkil - 3,25
11. Kabupaten Aceh Utara - 3,22
12. Kabupaten Aceh Tamiang - 3,19
13. Kabupaten Aceh Tenggara - 3,17
14. Kabupaten Simeulue - 3,15
15. Kabupaten Nagan Raya - 3, 15
16. Kabupaten Bener Meriah - 3,09
17. Kabupaten Aceh Timur - 3,06
18. Kabupaten Gayo Lues - 2,97
Penilaian Berdasarkan 12 Pilar
Dikutip dari laman resminya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melanjutkan pengukuran IDSD 2024 sebagai komitmen penyediaan data dasar yang akurat.
Baca juga: Bukan Badung, Gianyar, Buleleng, Ini Rangking 6 Kota/Kab Termaju Bali, Berjuluk Daerah Lumbung Padi
IDSD mengukur produktivitas dan kemajuan daerah menggunakan menggunakan kerangka Global Competitiveness Index (GCI) dari World Economic Forum (WEF).
Secara singkat, daya saing sebuah entitas wilayah ditentukan oleh kemampuannya dalam meningkatkan produktivitas di tiga lini yaitu produktivitas dalam faktor produksi, produktivitas yang didorong oleh efisien dan produktivitas yang didorong oleh inovasi.
Faktor pendorong produktivitas tersebut dituangkan ke dalam 4 komponen utama dan dijabarkan melalui 12 pilar daya saing.
Pilar tersebut meliputi institusi, infrastruktur, adopsi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), stabilitas ekonomi makro, kesehatan, keterampilan tenaga kerja, pasar produk, pasar tenaga kerja, sistem keuangan, ukuran pasar, dinamika bisnis, dan kapasitas inovasi.
(TribunNewsmaker.com)