Terkuak nilai ijazah SMP Ahmad Sahroni yang rata-rata 6 termasuk Pendidikan Moral menjadi viral, nilainya di bawah batas ketuntasan
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Penjarahan rumah mewah milik anggota DPR RI Ahmad Sahroni di Jalan Swasembada Timur XXII, Tanjung Priok, Jakarta Utara, kembali menyita perhatian publik.
Tidak hanya barang-barang mewah yang dijarah, massa juga menemukan dokumen pribadi milik Sahroni, termasuk ijazah SMP-nya.
Dokumen tersebut kemudian tersebar luas di media sosial dan langsung menjadi perbincangan hangat.
Dalam foto ijazah yang beredar, terlihat nilai rata-rata Sahroni saat SMP berada di angka 6, termasuk mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP).
Nilai tersebut berada di bawah ambang batas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang umumnya ditetapkan pada angka 7,0.
Baca juga: Rumah Mewah Ahmad Sahroni Hancur & Dijarah Massa, Keberadaannya Diungkap Tetangga: Tinggal di Sini
Gelombang demonstrasi besar yang berlangsung di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, sejak 25 Agustus 2025, termasuk tragedi meninggalnya pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan, memunculkan sorotan tajam terhadap sejumlah anggota parlemen.
Di antara nama-nama yang paling dicari oleh pendemo dan netizen, Ahmad Sahroni menempati posisi teratas bersama dua rekannya, Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) dan Surya Utama (Uya Kuya).
Sahroni menjadi target utama karena pernyataannya yang menyebut seruan pembubaran DPR sebagai “mental orang tolol sedunia,” yang dianggap merendahkan aspirasi publik.
Selain itu, beredar kabar bahwa ia melakukan perjalanan ke luar negeri saat demonstrasi berlangsung, memicu kemarahan lebih lanjut dari massa. Pada 29 Agustus, ia resmi dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
Puncak sorotan terhadap Sahroni terjadi pada Sabtu petang (30/8/2025), ketika rumah mewahnya di Jalan Swasembada Timur XXII, Tanjung Priok, Jakarta Utara, digeruduk oleh massa.
Baca juga: Penampakan Jam Tangan Richard Mille Milik Ahmad Sahroni, Diduga Harganya 11 M, Edisi Terbatas
Tanpa ada aparat yang berjaga dan tanpa penghuni di dalam rumah, massa yang tak terkendali merangsek masuk dengan merusak gerbang besar dan melakukan pelemparan ke bagian depan serta seisi rumah.
Beberapa warga dilaporkan melakukan penjarahan terhadap barang mewah seperti jam tangan, tas bermerek, action figure Iron Man, hingga satu unit mobil listrik.
Yang mengejutkan, massa juga menemukan dan menyebarkan dokumen pribadi milik Sahroni, termasuk ijazah SMP yang langsung viral di media sosial.
Dalam foto ijazah yang beredar, terlihat bahwa nilai rata-rata Sahroni saat duduk di bangku SMP berada di angka 6, termasuk mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) yang juga bernilai 6.