TRIBUNNEWSMAKER.COM - Tangis pilu pecah saat sang ibu meraung kehilangan anaknya yang tewas korban Brimob.
Anies Baswedan datang, bersimpuh, menenangkan dengan bisikan keadilan.
Dari rumah duka, Anies Baswedan menyulut perlawanan terhadap arogansi DPR.
Baca juga: Tangis Pilu Kakak Affan Kurniawan di Pemakaman, Adik Tewas Dilindas Rantis Brimob, Sampai Dipapah
Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat berbisik untuk menenangkan tangis ibu Affan Kurniawan, driver ojek online yang tewas dilindas kendaraan taktis (Rantis) Baracuda Brimob. Anies juga menyemprot kelakuan anggota DPR yang semena-mena dan meremehkan masyarakat.
Anies Baswedan melayat ke rumah duka Affan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Ia datang mengenakan kopiah hitam dipadu kemeja biru.
Saat baru tiba, ibu yang sedang duduk di sambil jenazah Affan Kurniawan langsung berteriak.
"Pak anak saya gak ada pak, anak saya gak ada ini," kata ibu Affan sambil menangis berteriak ke Anies Baswedan.
Anies sontak langsung mendekat dan mencoba menenangkan.
Entah apa yang ia ucapkan.
Anies tampak bersimpuh di samping sembaru mengusap-usap punggung ibu Affan yang duduk di kursi.
Ia juga terlihat sempat berbisik ke telinga ibu Affan.
"Kata ibunya, 'Tegakkan keadilan, tegakkan keadilan! Hukum seberat-beratnya yang buat anak saya meninggal," kata Anies.
Lewat akun Instagramnya, Anies menuliskan kegeraman atas tragedi yang dialami Affan Kurniawan.
Affan yang merupakan driver ojek online tewas dilindas rantis Brimob di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Kamis (28/8/2025) malam.
"Kita amat terpukul dan geram atas wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang meninggal tragis saat menyuarakan hak. Hidup muda penuh harapan terenggut dalam perjuangan keadilan.
Kepada keluarga almarhum, doa dan dukungan kita menyertai. Tidak ada yang dapat mengobati luka kehilangan putra tercinta." tulis Anies di Instagram.
Ia mendesak agar kasus Brimob lindas driver ojek online diusut secara transparan.
"Kita mendesak investigasi transparan dan proses hukum tegas. Langkah Kapolri dengan permintaan maaf terbuka harus dituntaskan dengan penegakan hukum konsekuen." kata Anies.
Selain itu Anies Baswedan juga menyemprot anggota DPR RI yang meremehkan dan semena-mena pada masyarakat.
Demo di DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat didasar kenaikan tunjangan rumah sebesar Rp 3 juta per hari.
Kemarahan publik juga disulut kelakuan anggota DPR RI seperti Nafa Urbach, Eko Pratrio dan Ahmad Sahroni yang meledek masyarakat.
"Ke depan, penyampaian aspirasi harus tetap bisa dilakukan tanpa rasa takut.
Namun, bagaimana rakyat dituntut menyampaikan aspirasi dengan damai jika wakil rakyat dan penyelenggara negara berperilaku semena-mena dan berkomentar semaunya yang meremehkan akal sehat publik?
Tuntutan penyampaian aspirasi damai harus diimbangi kesediaan mendengarkan dan mempertimbangkan aspirasi secara serius dan beradab, bukan malah meremehkan hingga memantik kemarahan dan keputusasaan publik," tulis Anies Baswedan.
Ahmad Sahroni beberapa waktu lalu menghina masyarakat dengan menyebut pihak yang bicara bubarkan DPR merupakan manusia tolol.
"Mental manusia yang begitu adalah mental manusia tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma mental bilang bubarin DPR, itu adalah orang tolol sedunia," katanya.
Sementara Nafa Urbach mendukung tunjangan rumah Rp 50 juta untuk anggota DPR.
Ia berdalih bahwa anggota DPR dari luar daerah butuh menyewa rumah di dekat Senayan.
"Jadi rumah jabatan itu sekarang sudah dikembalikan ke pemerintah. Jadi sekarang itu mendapat kompensasi untuk kontrak," katanya.
Sedangkan Eko Pratrio dihujat setelah membuat video parodi sound horeg yang dinilai menantang rakyat.
"Enggak ada (maksud apa-apa). Malah jauh banget itu (tafsirnya). Seandainya ada yang bagaimana-bagaimana, ya saya sebagai pribadi minta maaf lah," kata Eko Patrio.
(TribunNewsmaker.com/TribunnewsBogor.com)