Sayangnya, seorang driver ojek online tidak sempat menghindar dan akhirnya tertabrak oleh kendaraan tersebut, hingga terlindas.
Rekaman video memperlihatkan bahwa sebelum tertabrak, driver ojol sempat menoleh ke arah kendaraan, seolah menyadari keberadaannya, namun tidak punya cukup waktu untuk menghindar.
Kecepatan tinggi kendaraan membuat korban langsung hilang dari pandangan kamera dalam hitungan detik, menciptakan suasana mencekam.
Suara jeritan warga terdengar jelas saat tubuh korban pertama kali tergilas, memaksa kendaraan untuk berhenti sejenak.
Namun, meski sempat berhenti, kendaraan taktis tersebut kemudian kembali melaju dan kembali melindas korban yang sudah tergeletak di atas aspal.
Abdul (29, bukan nama sebenarnya), yang mengaku menyaksikan kejadian dari halte terdekat, memberikan kesaksian mengerikan soal kejadian tersebut.
"Dia benar-benar nyoba nabrakin para pendemo, kanan kiri ugal-ugalan. Siapa saja di depannya dihajar," kata Abdul saat dihubungi TribunJakarta.com pada Kamis malam.
Abdul menuturkan bahwa korban saat itu sedang menjalankan tugas sebagai pengemudi ojek online dan sedang dalam perjalanan mengantarkan pesanan ke kawasan Bendungan Hilir.
Namun karena lalu lintas macet akibat kericuhan di sekitar DPR RI, korban memutuskan berhenti di sekitar Pejompongan.
Saat itulah insiden tragis terjadi, di mana kendaraan taktis datang dari arah kerumunan dan menabrak korban yang tidak sempat menghindar.
Rekaman yang beredar juga memperlihatkan kendaraan sempat berhenti sesaat setelah tabrakan, namun kemudian kembali tancap gas, meninggalkan korban dalam kondisi terkapar.
Kejadian itu sontak memicu kemarahan warga dan massa yang berada di lokasi, yang kemudian mengejar kendaraan Brimob sambil melempari batu dan benda lainnya.
Abdul menyebut, saat itu suasana sudah benar-benar kacau, karena aparat baru saja membubarkan massa yang berdemo di sekitar gedung DPR RI.
“Itu kejadiannya habis magrib, sudah benar-benar chaos, itu mobil saya lihatnya dari dekat halte, mengarah ke Pejompongan,” katanya.
Ia menyatakan bahwa kendaraan taktis tersebut tidak hanya melaju cepat, namun juga seolah tidak memperhatikan keselamatan orang-orang di sekitarnya.