Karena haji termasuk ibadah yang dapat diwakilkan (badal haji) jika seseorang sudah meninggal dunia atau tidak mampu secara fisik, sementara ia memiliki kewajiban haji. Rasulullah saw. pernah membolehkan seseorang menghajikan orang tuanya yang sudah wafat atau tidak mampu, sehingga pahala haji tetap sampai kepada orang tersebut.
2. Mengapa ibadah haji diwajibkan hanya untuk orang yang sudah mampu?
Jawab:
Karena Allah Swt. Mahaadil dan tidak memberatkan hamba-Nya di luar kemampuan. Haji memerlukan kesiapan fisik, mental, keamanan, dan juga kemampuan finansial. Maka, hanya orang yang memenuhi syarat istitha‘ah (mampu) yang diwajibkan menunaikannya, sedangkan yang tidak mampu tidak dikenai kewajiban.
3. Bagaimana cara menumbuhkan perilaku disiplin dan saling menghargai dalam menjalankan ibadah pada diri seseorang?
Jawab:
- Membiasakan diri tepat waktu dalam menjalankan ibadah, seperti salat lima waktu.
- Menjaga adab dan ketertiban ketika beribadah, baik sendiri maupun bersama orang lain.
- Menghormati perbedaan cara ibadah dalam mazhab yang masih sesuai syariat.
- Melatih kesabaran, ketertiban, dan keikhlasan dalam melaksanakan kewajiban agama.
4. Mengapa Allah Swt. memberikan rukhṣah dalam melaksanakan salat ketika sedang dalam perjalanan?
Jawab:
Karena Allah Swt. menghendaki kemudahan bagi hamba-Nya, bukan kesulitan. Safar (perjalanan) sering membuat orang lelah, waktu terbatas, dan kondisi tidak memungkinkan. Dengan adanya rukhṣah (keringanan), seperti jamak dan qashar salat, umat Islam tetap dapat beribadah tanpa merasa terbebani.
5. Farhan seorang pekerja keras yang mempunyai penghasilan dalam setiap bulannya + Rp. 50.000.000,00. Sebagai umat yang patuh kepada aturan agama maka ia selalu mengeluarkan zakat dari rezeki yang diperolehnya kepada fakir miskin. Sebagai warga negara yang patuh dengan aturan, maka Farhan juga membayar pajak. Setujukah kalian dengan perilaku yang dilakukan Farhan? Kemukakan alasanmu!
Jawab:
Ya, setuju. Perilaku Farhan menunjukkan ketaatan kepada Allah Swt. dengan menunaikan zakat sebagai kewajiban agama, sekaligus kepatuhan kepada negara dengan membayar pajak. Hal ini mencerminkan sikap bertanggung jawab, adil, dan peduli terhadap sesama, karena zakat menolong fakir miskin, sementara pajak membantu pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
*) Disclaimer:
- Kunci jawaban hanya digunakan untuk referensi belajar anak.
- Kunci jawaban di atas hanya digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar anak.
- Sebelum melihat kunci jawaban, sebaiknya siswa sudah mengerjakan sendiri soal-soal tersebut.
(Tribunnewsmaker.com/Vidakurnia/Tribunnews.com/Oktavia WW)