“Dia kan habis narik, jadi nggak ketahuan kalau dia bukan sebagai pendemo,” ungkap sang kakak, Syaripudin.
Umar Amirudin lahir di Sukabumi pada 19 Juni 1995.
Ia berasal dari Kampung Sukamukti, Jawa Barat, dan merantau ke Jakarta untuk menjadi driver ojol demi membantu keuangan keluarga.
Namun, niat baik itu kini harus dibayar mahal dengan penderitaan.
Menurut penuturan Syaripudin, adiknya mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh.
“Di tangan ada, di kepala ini bekas injak. Ada bekas injakannya. Ini (lengan) nggak tahu patah atau bagaimana, katanya sakit,” ucapnya dikutip dari Tribunnews.com.
Sempat beredar kabar Umar Amirudin tewas karena dilindas Brimob, namun kabar tersebut ternyata tidak benar.
Meski begitu, luka yang dideritanya tetap meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga.
Di tengah duka itu, pihak aplikator ojol tempat Umar bekerja menyatakan siap menanggung biaya pengobatannya.
Hal ini sedikit meringankan beban keluarga.
“Bagi saya selaku keluarga korban sangat berterima kasih banyak ada perusahaan yang mau tanggung jawab,” tutur Syaripudin.
(Tribunnewsmaker.com/Candra)