Breaking News:

Profil Ali Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran, dari Ulama Muda hingga Pengendali Kekuasaan Negara

Ali Khamenei adalah figur paling berkuasa di Iran selama lebih dari tiga dekade, berpengaruh besar atas politik, militer, dan kebijakan.

Editor: Delta Lidina
Khamenei.ir
PROFIL ALI KHAMENEI -Ali Khamenei adalah figur paling berkuasa di Iran selama lebih dari tiga dekade, berpengaruh besar atas politik, militer, dan kebijakan luar negeri negara itu. 
Ringkasan Berita:
  • Khamenei dibesarkan dalam keluarga religius dan menempuh pendidikan agama di Mashhad dan Qom, serta mempelajari ajaran Syiah di bawah tokoh besar seperti Ruhollah Khomeini.
  • Ia pernah menjabat Presiden Iran (1981–1989) sebelum dipilih sebagai Pemimpin Tertinggi pada 1989, otoritas tertinggi politik, militer, keamanan, & kebijakan luar negeri Iran selama hampir 37 tahun.
  • Khamenei memperkuat struktur kekuasaan teokratis di Iran, termasuk pengaruh atas Angkatan Bersenjata dan lembaga negara penting.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Sorotan dunia kini tertuju pada sosok yang telah memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade tersebut. Media resmi Iran seperti Press TV, Tasnim, dan Fars melaporkan kabar wafatnya Khamenei pada Minggu (1/3/2026), menyusul serangan udara gabungan Amerika Serikat–Israel yang menghantam kompleks kediamannya sehari sebelumnya.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, juga telah mengumumkan kabar tersebut. Bahkan laporan Al Jazeera menyebut putri, menantu, dan cucu Khamenei turut menjadi korban dalam serangan itu.

Hingga kini, belum ada rincian resmi lebih lanjut terkait kronologi maupun kondisi terkini pascaserangan tersebut.

Sejak 1989, Khamenei menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran—posisi paling berkuasa dalam struktur negara. Dengan masa jabatan yang panjang, ia tercatat sebagai kepala negara dengan masa kepemimpinan terlama di Timur Tengah, serta pemimpin Iran terlama kedua pada abad ke-20 dan ke-21 setelah Mohammad Reza Pahlavi.

Kehidupan Pribadi

Ali Khamenei, yang memiliki nama lengkap Ali Hosseini Khamenei, lahir pada 19 April 1939. Ia merupakan anak kedua dari delapan bersaudara.

Ia lahir dari keluarga religius. Ayahnya, Javad, dikenal sebagai seorang alim dan mujtahid berdarah Azerbaijan dari Khamaneh. Sementara ibunya, Khadijeh Mirdamadi, merupakan etnis Persia asal Yazd dan putri Hashem Mirdamadi.

Dari garis keturunan, keluarganya disebut memiliki silsilah panjang hingga Sayyid Hossein Tafreshi dan diyakini bersambung kepada Sultan ul-Ulama Ahmad atau Sultan Sayyid, yang merupakan cucu dari Imam Syiah keempat, Ali al-Sajjad.

Baca juga: Klaim Mengejutkan Donald Trump soal Kematian Ali Khamenei, Iran Membantah Keras: Masih Hidup

Pendidikan

Sejak usia empat tahun, Ali Khamenei sudah diperkenalkan pada pendidikan agama dengan mempelajari Al-Quran di Maktab. Ia kemudian melanjutkan studi dasar dan lanjutan seminari di hawza Mashhad, berguru kepada sejumlah ulama, termasuk Sheikh Hashem Qazvini dan Ayatollah Milani.

Pada 1957, ia sempat bertolak ke Najaf untuk memperdalam ilmu agama. Namun, keputusan itu tak berlangsung lama karena sang ayah tidak mengizinkannya menetap di sana, sehingga ia kembali ke Mashhad.

Setahun berselang, 1958, Khamenei menetap di Qom. Di kota inilah ia mengikuti pengajian tokoh-tokoh besar seperti Seyyed Hossein Borujerdi dan Ruhollah Khomeini. Meski menempuh jalur keilmuan agama, ia dikenal memiliki ketertarikan kuat pada aktivitas politik. (TribunNewsmaker | Tribunnews/Ika Wahyuningsih/Rifqoh)

Sumber: Tribunnews.com
Tags:
Ali KhameneiIranAmerika SerikatDonald Trump
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved