Breaking News:

Iran vs AS

Sudah Terlanjur Diserang Bertubi-tubi AS, Iran Ternyata Tak Terbukti Kembangkan Bom Nuklir

Kepala International Atomic Energy Agency (IAEA), Rafael Grossi, angkat bicara terkait isu program nuklir Iran yang kembali menjadi sorotan dunia.

Tayang:
Editor: Candra Isriadhi
Ringkasan Berita:
  • Kepala International Atomic Energy Agency, Rafael Grossi, menyatakan tidak ada bukti bahwa Iran saat ini sedang mengembangkan senjata nuklir.
  • Iran dilaporkan memiliki persediaan uranium diperkaya dalam jumlah besar dengan tingkat kemurnian yang mendekati standar bahan baku senjata nuklir.
  • Meski belum ditemukan bukti pengembangan bom nuklir, IAEA menilai sejumlah persoalan terkait program nuklir Iran masih menjadi kekhawatiran serius bagi dunia internasional.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kepala International Atomic Energy Agency (IAEA), Rafael Grossi, angkat bicara terkait isu program nuklir Iran yang kembali menjadi sorotan dunia.

Grossi menegaskan, hingga saat ini tidak ada bukti bahwa Iran sedang membangun bom nuklir.

Pernyataan tersebut sekaligus merespons berbagai spekulasi yang berkembang di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

RATA TANAH - Foto lokasi Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei berada di Teheran, Iran saat dibom jet Israel, Sabtu (28/2/2026). Beijing mendukung Teheran dalam membela diri terhadap serangan Amerika Serikat (AS)-Israel, seiring dengan meluasnya perang di Timur Tengah.
RATA TANAH - Foto lokasi Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei berada di Teheran, Iran saat dibom jet Israel, Sabtu (28/2/2026). Beijing mendukung Teheran dalam membela diri terhadap serangan Amerika Serikat (AS)-Israel, seiring dengan meluasnya perang di Timur Tengah. (Tribunnews/tangkap layar/BI/Pléiades Neo (c) Airbus DS 2026)

Dalam pernyataan yang dirilis pada Selasa (2/3/2026) malam dan dikutip dari Middle East Monitor, Grossi memaparkan bahwa Iran memang memiliki persediaan uranium yang diperkaya dalam jumlah besar.

Bahkan, menurut laporan IAEA, tingkat kemurnian uranium tersebut telah mendekati standar bahan baku senjata nuklir.

Kondisi inilah yang memicu kekhawatiran sejumlah negara dan komunitas internasional.

Baca juga: Respon Dwi Sasetyaningtyas Usai Pernyataan Menkeu Purbaya soal LPDP, Merasa Tersindir: Jangan Fitnah

Meski demikian, Grossi memberikan penekanan penting.

Ia menyatakan bahwa IAEA belum menemukan bukti bahwa Teheran tengah mengembangkan senjata nuklir.

Namun, ia juga memperingatkan bahwa masih terdapat sejumlah isu krusial yang belum terselesaikan terkait program nuklir Iran.

Persoalan-persoalan tersebut, menurutnya, tetap menjadi perhatian serius dunia internasional dan membutuhkan transparansi serta kerja sama lebih lanjut dari semua pihak.

Pernyataan Grossi ini pun menjadi sinyal bahwa situasi masih memerlukan pengawasan ketat, meski belum ada bukti konkret soal pengembangan bom nuklir oleh Iran.

Kendala akses

IRAN VS AS-ISRAEL - Garda Revolusi Iran menyerang kapal angkatan laut dalam latihan militer di Selat Hormuz, 25 Februari 2015. Ketegangan Amerika Serikat-Iran meningkat, seiring 10 kapal perang AS mengepung Iran pada akhir Januari 2026.
IRAN VS AS-ISRAEL - Garda Revolusi Iran menyerang kapal angkatan laut dalam latihan militer di Selat Hormuz, 25 Februari 2015. Ketegangan Amerika Serikat-Iran meningkat, seiring 10 kapal perang AS mengepung Iran pada akhir Januari 2026. (KOMPAS.com/FARS/HAMED JAFARNEJAD)

Grossi juga menyoroti sikap Teheran yang masih enggan memberikan akses penuh kepada para inspektur internasional. 

Penolakan ini dinilai kian meningkatkan kecurigaan di internal badan atom tersebut.

Menurutnya, tanpa kerja sama dari Teheran dalam menangani pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab, IAEA tidak akan mampu memberikan jaminan bahwa program nuklir Iran sepenuhnya bersifat damai.

Baca juga: Tak Hanya Konsumsi Narkoba Sekoper, AKBP Didik Eks Kapolres Bima Kota Juga Menyimpang, Kini Dipecat

Komentar tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan menyusul pecahnya permusuhan antara AS-Israel dan Israel sejak Sabtu (28/2/2026).

Serangan ini disebut dipicu oleh negosiasi mengenai program nuklir yang gagal menghasilkan kesepakatan.

Menteri Luar Negeri Oman, Badr al-Busaidi sehari sebelum konflik dimulai menuturkan, Iran pada prinsipnya telah setuju untuk tidak menyimpan uranium yang diperkaya sebagai bagian dari diskusi diplomatik yang sedang berlangsung. 

Menurutnya, proposal tersebut mencakup penyerahan material yang diperkaya dan memastikan bahwa tidak ada bahan bakar nuklir yang akan ditimbun, dengan mekanisme verifikasi yang diterapkan.

PERANG IRAN AS - Kepulan asab akibat serangan Iran di negara-negara tetangga saat terjadi perang melawan Amerika Serikat.
PERANG IRAN AS - Kepulan asab akibat serangan Iran di negara-negara tetangga saat terjadi perang melawan Amerika Serikat. (X.COM/@AryJeay)

Namun, Presiden AS Donald Trump bersikeras bahwa Iran seharusnya tidak memperkaya uranium sama sekali, termasuk pada tingkat di bawah tingkat yang dibutuhkan untuk pembuatan senjata nuklir.

Ini mengulangi tuntutan lama Washington agar Teheran menghentikan sepenuhnya kegiatan pengayaan uranium.

Washington juga berupaya untuk memasukkan pembahasan mengenai program rudal balistik Iran serta dukungan negara tersebut terhadap kelompok militan di kawasan Timur Tengah ke dalam meja perundingan.

Langkah AS ini disebut didorong oleh tekanan dari Israel agar isu-isu tersebut menjadi bagian dari kesepakatan. 

Namun, Teheran secara konsisten menolak untuk memperluas cakupan negosiasi di luar persoalan nuklir.

(Tribunnewsmaker.com/Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Tags:
perang israel iranperang as iranIranAmerika Serikat
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved