Breaking News:

Iran vs AS

Presiden Ukraina Banjir Permintaan Bantuan, Sebut Banyak Negara Ketar-ketir Hadapi Drone Iran

Presiden Ukraina banjir pesanan bantuan di tengah meningkatnya ketegangan regional serta ancaman serangan drone di kawasan Timur Tengah.

Tayang:
Editor: Candra Isriadhi
Instagram/@zelenskiy_official dan Wikimedia Commons
PERANG IRAN AS - Banyak negara minta bantuan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky terkait drone milik Iran. 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 11 negara dilaporkan meminta bantuan Ukraina untuk menghadapi ancaman drone Shahed buatan Iran di tengah meningkatnya konflik regional.
  • Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan pengalaman Ukraina menghadapi serangan drone Rusia sejak Invasi Rusia ke Ukraina 2022 kini menarik perhatian banyak negara.
  • Pemerintah di Kyiv menerima berbagai permintaan kerja sama terkait sistem pertahanan udara, teknologi pencegat drone, serta pelatihan militer.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Presiden Ukraina banjir pesanan bantuan di tengah meningkatnya ketegangan regional serta ancaman serangan drone di kawasan Timur Tengah.

Setidaknya sebanyak 11 negara dilaporkan meminta bantuan Ukraina untuk menghadapi drone Shahed buatan Iran.

Permintaan tersebut muncul seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap penggunaan drone tempur dalam konflik modern.

Terutama setelah sejumlah negara di kawasan Teluk menghadapi ancaman serangan dari Teheran.

PERANG IRAN AS - Dalam cuplikan video yang dirilis oleh Layanan Pers Kepresidenan Ukraina pada 24 Februari 2026 ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyampaikan pidato video dari bunkernya di Kyiv.
PERANG IRAN AS - Dalam cuplikan video yang dirilis oleh Layanan Pers Kepresidenan Ukraina pada 24 Februari 2026 ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyampaikan pidato video dari bunkernya di Kyiv. (KOMPAS.com/Handout)

Presiden Volodymyr Zelensky mengungkapkan hal tersebut pada Senin (9/3/2026).

Ia menegaskan bahwa pengalaman Ukraina dalam menghadapi serangan drone Rusia kini menjadi perhatian banyak negara di dunia.

Sejak pecahnya Invasi Rusia ke Ukraina 2022, Kyiv memang telah menghadapi berbagai jenis serangan udara, termasuk penggunaan drone tempur yang masif oleh pasukan Rusia.

Pengalaman tersebut membuat Ukraina mengembangkan berbagai strategi pertahanan untuk menghadapi ancaman drone.

Baca juga: Unggahan Terakhir Vidi Aldiano Sebelum Meninggal, Duta Persahabatan Singgung soal Kesedihan Mendalam

Menurut Volodymyr Zelensky, kini semakin banyak negara yang ingin mempelajari pengalaman tersebut secara langsung.

Ia menyebut pemerintah di Kyiv telah menerima berbagai permintaan kerja sama, mulai dari penguatan sistem pertahanan udara, pengembangan teknologi pencegat drone, hingga program pelatihan militer bagi pasukan negara-negara yang merasa terancam.

Permintaan bantuan ini menunjukkan bahwa pengalaman Ukraina dalam menghadapi serangan drone selama konflik dengan Rusia kini dinilai memiliki nilai strategis bagi negara lain yang menghadapi ancaman serupa.

11 negara minta bantuan Ukraina melawan Drone Shahed

PERANG IRAN AS - Drone Shahed-136 milik Iran. Spesifikasi drone Shahed.
PERANG IRAN AS - Drone Shahed-136 milik Iran. Spesifikasi drone Shahed. (Dok./Wikimedia Commons)

Zelensky mengatakan, hingga saat ini terdapat 11 permintaan bantuan dari berbagai negara, mulai dari negara tetangga Iran hingga negara-negara Eropa dan Amerika Serikat.

“Hingga saat ini, ada 11 permintaan dari negara-negara tetangga Iran, negara-negara Eropa, dan AS,” kata Zelensky, dikutip dari Euronews.

Ia menjelaskan bahwa banyak negara tertarik mempelajari pengalaman Ukraina dalam menghadapi serangan drone selama perang melawan Rusia.

“Ada minat yang jelas terhadap pengalaman Ukraina dalam melindungi nyawa, pencegat yang relevan, sistem perang elektronik, dan pelatihan,” ujarnya.

Baca juga: Diisukan Selingkuhan Suami Maissy, Kelakuan Cindy Rizap Terbongkar, Pakai Joki hingga Telat Lulus

Ukraina selektif dalam memberi bantuan militer

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Tags:
ZelenskyUkrainaIrandroneAmerika Serikat
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved