Iran vs AS
Trump Ultimatum Iran untuk Segera Bertindak Menuju Perdamaian, Ancam Jika Abai: Tak Ada yang Tersisa
Trump ultimatum Iran untuk segera bertindak menuju perdamaian, ancam jika abai: Tak ada yang tersisa.
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
Ringkasan Berita:
- Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan peringatan keras kepada Iran.
- Trump mendesak Iran agar segera mengambil langkah menuju kesepakatan damai sebelum situasi semakin tidak terkendali.
- Trump menyampaikan pesannya secara langsung melalui platform media sosial Truth Social miliknya yang kembali menjadi sorotan publik internasional.
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan peringatan keras kepada Iran di tengah memanasnya konflik yang melibatkan kawasan Timur Tengah.
Dalam pernyataan terbarunya pada Minggu (17/5/2026), Trump mendesak Iran agar segera mengambil langkah menuju kesepakatan damai sebelum situasi semakin tidak terkendali.
Pernyataan itu muncul saat Washington bersama Israel masih berupaya memecah kebuntuan diplomatik yang hingga kini belum menghasilkan titik terang untuk mengakhiri perang.
Ketegangan yang terus meningkat membuat dunia internasional khawatir terhadap potensi meluasnya konflik dan dampaknya terhadap stabilitas kawasan maupun ekonomi global.
Trump menyampaikan pesannya secara langsung melalui platform media sosial Truth Social miliknya yang kembali menjadi sorotan publik internasional.
"Bagi Iran, waktu terus berjalan, dan mereka sebaiknya segera bertindak, cepat, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka. Waktu sangat penting," tulis Trump di platform Truth Social miliknya, dikutip dari AFP, Minggu.
Ucapan tersebut dinilai sebagai bentuk tekanan politik sekaligus ancaman terbuka kepada pemerintah Iran agar segera menerima jalur negosiasi yang diinginkan Amerika Serikat.
Di sisi lain, pemerintah Iran hingga kini belum memberikan respons resmi terkait ultimatum terbaru yang disampaikan Trump tersebut, meski situasi di kawasan dilaporkan masih sangat tegang.
Baca juga: UEA Ternyata Sempat Bujuk Arab Saudi & Qatar Serang Iran, Ajakannya Ditolak, Pilih Jalan Sendiri
Pertemuan anggota tim keamanan AS
Pernyataan itu muncurl setelah Trump bertemu dengan para anggota utama tim keamanan nasionalnya pada Sabtu (16/5/2026) untuk membahas langkah selanjutnya dalam perang melawan Iran.
Menurut seorang sumber, dikutip dari CNN, Minggu, Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Direktur CIA John Ratcliffe, dan utusan khusus Steve Witkoff semuanya menghadiri pertemuan di klub golf presiden di Virginia itu.
Pertemuan itu terjadi hanya beberapa jam setelah Trump kembali ke Washington dari kunjungan penting ke China.
Trump disebut semakin tidak sabar dengan cara Teheran menangani negosiasi diplomatik dan frustrasi dengan penutupan Selat Hormuz yang terus berlanjut.
Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Trump dan timnya menunda pengambilan keputusan tentang bagaimana melanjutkan hubungan dengan Teheran selama kunjungannya ke Beijing.
Beberapa pejabat pemerintahan mengatakan, mereka ingin melihat bagaimana pembicaraan antara Trump dan pemimpin China Xi Jinping berlangsung sebelum menentukan langkah selanjutnya.
Baca juga: Hubungan Disebut Diam-Diam Makin Erat, UEA Jaga Jarak dengan Israel di Depan Publik, Buat Iran Murka