Breaking News:

Kematian Brigadir Esco

Sakit Hati Ayah Brigadir Esco, Duga Jenazah Sempat Disimpan di Rumah, Briptu Rizka Lakukan KDRT?

Ayah Brigadir Esco sakit hati tahu kekejaman menantunya, duga jenazah sang anak sempat disimpan di rumah, Briptu Rizka lakukan kekerasan?

Tayang:
Editor: ninda iswara
Youtube Tribun Lombok/TikTok Rizka
KASUS KEMATIAN BRIGADIR ESCO - Ayah Brigadir Esco, Samsul Herawadi (KIRI). Briptu Rizka Sintiyani (KANAN). Ayah Brigadir Esco sakit hati tahu kekejaman menantunya, duga jenazah sang anak sempat disimpan di rumah, Briptu Rizka lakukan kekerasan? 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kasus pembunuhan Brigadir Esco Faska Rely menyisakan duka yang begitu mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan, terutama sang ayah, Samsul Herawadi.

Rasa sakit hati yang dialaminya semakin bertambah ketika mengetahui bahwa pelaku sempat menggunakan barang milik cucunya, anak dari almarhum Esco, dalam peristiwa tragis tersebut.

"Barang cucuku dipakai untuk tindakan kejam seperti itu," ungkap Samsul dengan nada pilu, menggambarkan betapa dalam luka yang dirasakannya sebagai orang tua dan kakek.

Penyebab Kematian Masih Menjadi Misteri

Hingga saat ini, penyebab pasti kematian Brigadir Esco masih belum menemukan titik terang.

Informasi yang beredar masih simpang siur, sementara publik terus menantikan kejelasan dari pihak berwenang terkait motif di balik pembunuhan ini.

Pihak kepolisian memang telah menetapkan satu tersangka dalam kasus ini. Istri korban, Briptu Riza Sintiyani, yang juga seorang anggota kepolisian, resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Namun demikian, hingga berita ini diturunkan, motif pembunuhan belum secara resmi diungkap oleh pihak kepolisian, menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Baca juga: Siasat Licik Briptu Rizka Bunuh Suami, Brigadir Esco Terbongkar, Korban Dihabisi saat Tak Berdaya

Ditemukan Tewas Setelah Lima Hari Menghilang

Brigadir Esco terakhir diketahui menghilang sejak tanggal 19 Agustus 2025.

Keluarga sempat melakukan pencarian, namun hasilnya nihil hingga lima hari kemudian.

Pada 24 Agustus 2025, jasad Esco akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, hanya berjarak beberapa meter dari kediamannya di Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Penemuan jasad Esco di lokasi yang sangat dekat dengan rumahnya menimbulkan kecurigaan besar dari keluarga.

Ayah korban, Samsul Herawadi, bahkan menduga bahwa jasad sang anak sempat disembunyikan terlebih dahulu sebelum akhirnya diletakkan di lokasi penemuan.

"Cuma yang paling menyakitkan hati sehabis wudu mau solat ashar, sekitar setelah hilang kontak sebelum ditemukan. Saya biasanya sholat di situ, istirahat di situ, di kamar adik iparnya korban. Cuma saya mau naik mau sholat itu diam sejenak tanpa disadari saya mundur, akhirnya sholat di dalam, makanya itu yang bikin bingung. Sebelum korban ditaruh di tempat yang ditemukan, mungkin ya di situ disembunyikan terlebuh dahulu," kata Samsul saat diwawancara di Youtube Tribun Lombok.

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 1/3
Tags:
Brigadir EscoBriptu Rizka
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved