Isu BBM Sisa 21 Hari Bikin Panik, Pertamina Minta Warga Tak Khawatir: Stok Akan Terus Diperbarui
Isu BBM sisa 21 hari bikin panik, Pertamina minta warga tak khawatir: Stok akan terus diperbarui.
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
Ringkasan Berita:
- Isu stok bahan bakar minyak (BBM) yang disebut aman hingga sekitar 21 hari bikin warga panik.
- Stok mengenai BBM sempat disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia.
- Pertamina memberikan penjelasan agar masyarakat tidak salah memahami istilah yang digunakan.
TRIBUNNEWSMAKER.COM - PT Pertamina Tbk memberikan penjelasan resmi mengenai isu stok bahan bakar minyak (BBM) yang disebut aman hingga sekitar 21 hari.
Penjelasan ini muncul setelah pernyataan mengenai ketahanan stok BBM tersebut sempat disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Rabu (4/3/2026).
Pernyataan tersebut kemudian memicu berbagai pertanyaan dari publik mengenai apakah stok BBM benar-benar hanya cukup untuk tiga pekan.
Menanggapi hal itu, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, memberikan penjelasan agar masyarakat tidak salah memahami istilah yang digunakan.
Ia menegaskan bahwa yang dimaksud dengan stok 21 hari adalah cadangan operasional yang dikelola dalam sistem logistik energi nasional.
Cadangan tersebut merupakan BBM yang sudah disimpan di berbagai fasilitas penimbunan dan menjadi bagian dari mekanisme distribusi energi yang rutin dijaga.
Menurutnya, jumlah tersebut merupakan standar operasional yang memang selalu dipertahankan oleh perusahaan untuk menjaga stabilitas pasokan.
"Stok sekitar 21 hari yang dikelola Pertamina Patra Niaga merupakan stok BBM yang secara normal selalu dijaga dalam sistem logistik energi nasional," kata Roberth dalam keterangan resminya, Jumat (6/3/2026).
Baca juga: Harga BBM Meroket Imbas Perang Iran, Putin Siap Jual Gas ke Asia, Eropa Siap-siap Gigit Jari
Roberth juga memastikan bahwa cadangan BBM tersebut siap disalurkan kapan saja untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.
Ia menambahkan bahwa stok tersebut tidak bersifat statis karena selalu diperbarui mengikuti tingkat konsumsi energi nasional.
Dengan kata lain, pasokan BBM akan terus ditambah kembali sesuai kebutuhan agar distribusi tetap berjalan lancar.
Proses penambahan stok dilakukan secara berkala melalui produksi dari kilang dalam negeri maupun pengadaan dari luar negeri.
"Stok ini terus dilakukan top-up / re-fill atau penambahan produk melalui produksi dari kilang domestik maupun pengadaan impor yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya, secara rutin berkala juga dilakukan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM," ujar dia.
Sementara itu, Manajer Communication and CSR Pertamina Patra Niaga Area Kalimantan, Edy Mangun, turut memberikan penjelasan tambahan mengenai istilah stok 21 hari tersebut.
Ia menekankan bahwa angka tersebut bukan berarti BBM akan habis dalam jangka waktu tersebut.