Breaking News:

Kronologi Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang yang Diduga Akibat Rem Blong

Kecelakaan beruntun yang melibatkan sejumlah kendaraan terjadi di ruas Tol Cipularang arah Jakarta pada Kamis (4/3/2026) malam.

Dok. Jasa Marga/KOMPAS.com
Kronologi Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang KM 93, Diduga Dipicu Rem Blong 

TRIBUNNEWSMAKER.COM – Kecelakaan beruntun yang melibatkan sejumlah kendaraan terjadi di ruas Tol Cipularang arah Jakarta pada Kamis (4/3/2026) malam. Insiden maut tersebut terjadi di Kilometer 93 B, wilayah Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Kronologi Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang KM 93, Diduga Dipicu Rem Blong
Kronologi Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang KM 93, Diduga Dipicu Rem Blong (Dok. Jasa Marga/Kompas.com)

Peristiwa kecelakaan beruntun di Tol Cipularang itu mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan tujuh lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban kemudian dievakuasi oleh petugas menuju rumah sakit di Purwakarta untuk mendapatkan penanganan medis.

Pihak kepolisian menduga kecelakaan dipicu oleh sebuah truk kontainer yang mengalami masalah pada sistem pengereman. Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut. Berikut rangkaian kronologi kecelakaan maut yang melibatkan hingga 10 kendaraan tersebut.

Baca juga: Isu Hubungan Ammar Zoni dan Dokter Kamelia Kandas, Pengacara Ungkap Ammar Kini Fokus Sidang

Kronologi Kecelakaan Maut di Tol Cipularang

Dilansir dari Kompas.com, kecelakaan beruntun itu terjadi pada Kamis (4/3/2026) sekitar pukul 20.18 WIB. Kepala Induk PJR Cipularang, Kompol Joko Prihantono, menjelaskan bahwa awalnya sebuah truk kontainer bernomor polisi B 9367 UEL melaju dari arah Bandung menuju Jakarta melalui lajur satu.

Saat mendekati titik kejadian di KM 93 B, pengemudi truk melihat adanya kepadatan kendaraan di depannya. Kemacetan tersebut terjadi karena sebuah dump truck mengalami gangguan di lajur yang sama sehingga kendaraan lain terpaksa memperlambat laju.

Dalam kondisi tersebut, truk kontainer diduga mengalami gangguan pada sistem rem sehingga tidak dapat dikendalikan oleh pengemudi.

“Diduga kendaraan kontainer mengalami gangguan pengereman lalu menabrak kendaraan pickup nopol B 9718 VAF, kemudian terjadi kecelakaan beruntun,” ujar Kompol Joko Prihantono, dikutip dari Wartakota, Jumat (6/3/2026).

Benturan keras tersebut memicu tabrakan berantai yang melibatkan hingga 10 kendaraan di lokasi kejadian. Akibatnya, posisi kendaraan yang terlibat menutup seluruh jalur, mulai dari lajur satu, lajur dua, hingga bahu jalan tol.

Korban Jiwa dalam Kecelakaan

Dalam kejadian tersebut, tiga orang dinyatakan meninggal dunia. Dua di antaranya merupakan pengemudi dan kernet dari kendaraan pikap yang tertabrak oleh truk kontainer.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Wisnu Nugroho (31), warga Duren Mekar, Bojongsari, Kota Depok, serta Muhammad Reza (29), warga Duren Mekar, Bojongsari, Kota Depok. Sementara satu korban lainnya adalah Eman Wahyudin (36), pengemudi pikap yang merupakan warga Cikeas Gunungputri, Kabupaten Bogor.

Selain korban meninggal, tujuh orang lainnya mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke RS Abdul Radzak Purwakarta untuk mendapatkan perawatan medis.

Sopir Kontainer Akui Rem Blong

Pengemudi truk kontainer bernama Cahya yang diduga menjadi pemicu kecelakaan turut memberikan keterangan terkait insiden tersebut. Ia mengaku tidak mampu mengendalikan kendaraan yang dikemudikannya saat berada di lokasi kejadian.

Menurutnya, sistem pengereman pada truk tersebut mengalami kerusakan sehingga kendaraan tidak dapat dihentikan.

“Remnya blong,” ujar Cahya saat memberikan keterangan.

Cerita Korban Selamat

Salah satu korban selamat bernama Soleh Muslim juga mengungkapkan pengalaman mencekam yang dialaminya saat kecelakaan terjadi. Ia mengatakan kondisi lalu lintas di tol awalnya berjalan normal.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Tags:
Kronologikecelakaan di Tol CipularangTabrakan Beruntun
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved