Breaking News:

Berita Viral

Respon AHY soal Gerbong Wanita Diusulkan Dipindah: Sebut Keamanan dan Keselamatan yang Terpenting

AHY soroti usulan pemindahan gerbong wanita KRL, tekankan keselamatan dan keamanan penumpang

Tayang:
Editor: Eri Ariyanto

Ringkasan Berita:
  • AHY menegaskan keamanan dan keselamatan penumpang KRL harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan transportasi publik.
  • Ia meminta usulan pemindahan gerbong wanita dikaji matang dengan mempertimbangkan perlindungan kelompok rentan dan masukan masyarakat.
  • KNKT diminta melakukan investigasi transparan atas kecelakaan, sementara perbaikan infrastruktur juga disiapkan sebagai solusi jangka panjang.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Usulan pemindahan gerbong khusus wanita dalam layanan Kereta rel Listrik (KRL) usai insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur menuai beragam tanggapan dari publik.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa aspek keamanan dan keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama.

Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan bahwa setiap kebijakan transportasi publik harus berangkat dari perlindungan terhadap pengguna, khususnya kelompok rentan.

Selain faktor kenyamanan, aspek keselamatan dinilai tidak boleh dikompromikan dalam sistem transportasi massal.

AHY mendorong agar pihak terkait melakukan evaluasi berbasis data serta melibatkan berbagai pihak dalam proses pengambilan kebijakan.

Dengan begitu, solusi yang dihasilkan diharapkan tetap menjamin keamanan, keselamatan, dan kenyamanan seluruh penumpang.

Baca juga: Disebut Jadi Pemicu KA Argo Bromo Tabrak KRL, Pernyataan Green SM Disorot: Tanpa Ucapan Duka & Maaf

Seperti diketahui, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menanggapi usulan pemindahan posisi gerbong khusus perempuan menyusul insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.

AHY menegaskan, laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang sama dan tidak boleh menjadi korban dalam insiden apa pun.

Ia menyebut keselamatan publik di dalam sistem transportasi publik harus terjamin agar bisa menghadirkan rasa aman bagi seluruh kalangan masyarakat.

"Jadi yang kita fokuskan adalah bukan perempuan dan lakinya, tetapi bagaimana sistem transportasi kereta dan sistem transportasi publik lainnya ini aman, selamat, menghadirkan rasa aman, nyaman, dan juga safety first itu benar-benar bukan hanya menjadi jargon, tapi benar-benar bisa kita terapkan dengan baik," ucap AHY di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026) sore.

Pernyataan ini merespons usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi yang mengusulkan agar gerbong khusus perempuan dipindahkan ke tengah usai menjadi titik paling terdampak saat ditabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek.

Meski begitu, AHY mengaku paham dengan kekhawatiran karena posisi perempuan sebagai kelompok rentan justru memiliki risiko tertinggi dalam kejadian serupa.

"Memang belum pernah terjadi sebelumnya ada tumbukan dari KRL dari belakang dihantam. Dan kebetulan yang paling belakang adalah kereta khusus wanita. Jadi pasti ada concern mengapa justru yang paling rentan yang kita siapkan secara khusus selama ini gerbongnya, justru yang mendapatkan bisa dikatakan risiko yang paling tinggi," jelas AHY.

Ia telah meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk segera melakukan investigasi menyeluruh dan melaporkan hasilnya secara transparan kepada publik.

MENKO AHY - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat memberikan keterangan usai menjenguk korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026)
MENKO AHY - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat memberikan keterangan usai menjenguk korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026) (KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo)

Investigasi ini akan mencakup berbagai aspek penyebab kecelakaan, termasuk dugaan adanya gangguan pada sistem persinyalan.

Halaman 1/2
Tags:
AHYKecelakaan KeretaBekasi Timur
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved