Berita Viral
Rupiah Anjlok Tembus 17.500 per Dollar AS, Ancaman Pembengkakan Subsidi BBM Menghantui Pemerintah
Rupiah tembus Rp17.500 per Dollar AS, pemerintah mulai kaji ancaman subsidi BBM membengkak.
Editor: Eri Ariyanto
Ringkasan Berita:
- Rupiah melemah hingga menembus Rp17.500 per Dollar AS dan menjadi pelemahan terdalam sepanjang sejarah.
- Kementerian ESDM kini mengkaji dampak tekanan kurs terhadap subsidi energi dan kemungkinan beban APBN yang semakin besar.
- Meski begitu, pemerintah menegaskan belum ada keputusan menaikkan harga BBM subsidi dan tetap berkomitmen menahannya hingga akhir 2026.
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan hebat hingga menembus angka Rp17.500 per Dollar AS, memicu kekhawatiran besar terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Pelemahan nilai tukar rupiah ini disebut menjadi salah satu yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya tensi geopolitik dunia.
Kondisi tersebut langsung memicu alarm di sektor energi karena berpotensi memperbesar beban subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang harus ditanggung pemerintah.
Pasalnya, sebagian besar kebutuhan impor minyak mentah dan BBM nasional masih bergantung pada transaksi menggunakan Dollar AS.
Ketika kurs rupiah melemah drastis, biaya impor otomatis melonjak dan dapat berdampak langsung pada membengkaknya anggaran subsidi energi dalam APBN.
Kementerian terkait kini dikabarkan mulai menghitung ulang potensi tambahan beban fiskal apabila tren pelemahan rupiah terus berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.
Situasi ini juga menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan penyesuaian harga BBM jika tekanan terhadap subsidi semakin berat.
Di sisi lain, masyarakat diminta bersiap menghadapi efek berantai dari melemahnya rupiah, mulai dari kenaikan harga barang impor hingga potensi tekanan terhadap daya beli.
Pemerintah pun kini berada dalam posisi sulit untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memastikan subsidi BBM tetap aman di tengah ancaman gejolak kurs yang terus membayangi.
Baca juga: Reaksi Nadiem Makarim Usai Ibrahim Arief Divonis 4 Tahun Penjara di Kasus Chromebook: Syok & Sedih
Seperti diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih mengkaji dampak pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus Rp 17.500 per dollar AS terhadap skema subsidi energi.
Rupiah di pasar spot tercatat berada di level Rp 17.515 per dollar AS pada awal perdagangan Rabu (13/5/2026).
Sehari sebelumnya, Selasa (12/5/2026), rupiah ditutup di posisi Rp 17.529 per dollar AS. Level itu menjadi pelemahan terdalam sepanjang sejarah.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, pelemahan rupiah kini menjadi perhatian khusus jajaran menteri ekonomi Kabinet Merah Putih.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga tengah menggelar rapat untuk membahas dampak pelemahan kurs terhadap sektor energi, terutama terkait subsidi.
“Itu kebetulan Pak Menteri (ESDM) sama jajaran menteri-menteri sedang merapatkan hal tersebut ya. Jadi kita tunggu aja,” ujar Laode saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu.
Belum ada keputusan soal BBM subsidi
| Reaksi Nadiem Makarim Usai Ibrahim Arief Divonis 4 Tahun Penjara di Kasus Chromebook: Syok & Sedih |
|
|---|
| Nasib Juri & MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Usai Salahkan Jawaban Benar: Dinonaktifkan |
|
|---|
| Nasib Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana BOS Rp 1,2 M di SMK Negeri 3 Purworejo: Belum Ditahan |
|
|---|
| Balasan Berkelas Josepha Usai Disalahkan di Cerdas Cermat, Permalukan Juri & MC Lewat Tayangan Ulang |
|
|---|
| Respon Menteri HAM Pigai soal Larangan Nobar Film 'Pesta Babi': Harus Melalui Putusan Pengadilan |
|
|---|