DPRD Sukoharjo
Pembatasan Gadget Terhadap Anak Didukung DPRD Sukoharjo, Ini Alasannya
Disdikbud Sukoharjo dalam menerapkan pembatasan penggunaan gadget di lingkungan sekolah merupakan upaya untuk melindungi peserta didik.
Editor: Delta Lidina
TRIBUNNEWSMAKER.COM, SUKOHARJO - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukoharjo, Nurjayanto, mendukung program pembatasan penggunaan gadget bagi siswa yang dicanangkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo.
Menurutnya, keberadaan telepon genggam di kalangan pelajar saat ini telah menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pihak, baik sekolah maupun orang tua.
Nurjayanto mengatakan, perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat membawa dampak positif sekaligus negatif bagi dunia pendidikan.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengaruh media sosial yang kini semakin mudah diakses oleh anak-anak melalui perangkat telepon genggam.
"Masalah HP ini tentunya harus diterapkan karena kita semua tahu bahwa media sosial sekarang ini luar biasa dampaknya," ujar Nurjayanto, Minggu (31/5/2026).
Ia menilai, derasnya arus informasi yang beredar di media sosial dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku pelajar apabila tidak disikapi secara bijak.
Terlebih saat ini perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin masif dan mudah diakses oleh masyarakat, termasuk kalangan pelajar.
"Apalagi sekarang ada sistem AI, yang memang secara perkembangan zaman AI itu pengaruhnya sangat besar terhadap pemikiran anak-anak melalui HP," lanjutnya.
Menurut Nurjayanto, pemanfaatan teknologi sebenarnya dapat menjadi sarana pembelajaran yang bermanfaat.
Namun tanpa pengawasan dan pendampingan yang tepat, teknologi justru berpotensi memberikan dampak negatif terhadap perkembangan karakter dan pendidikan siswa.
Karena itu, ia menilai langkah Disdikbud Sukoharjo dalam menerapkan pembatasan penggunaan gadget di lingkungan sekolah merupakan upaya yang tepat untuk melindungi peserta didik dari berbagai pengaruh negatif dunia digital.
"Kalau tidak hati-hati dalam menanggapi isu maupun hal yang terjadi di media sosial ini, akan merugikan anak-anak didik," tegasnya.
Nurjayanto berharap kebijakan tersebut dapat diiringi dengan edukasi literasi digital kepada siswa, sehingga mereka mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, bertanggung jawab, dan sesuai kebutuhan pembelajaran.
Selain itu, peran orang tua juga dinilai sangat penting dalam mengawasi penggunaan gadget di rumah agar pembatasan yang diterapkan di sekolah dapat berjalan efektif.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah, sekolah, dan keluarga, diharapkan generasi muda Sukoharjo dapat tumbuh menjadi pelajar yang cerdas, berkarakter, serta mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk hal-hal yang positif. (TribunSolo.com, Anang Ma'ruf)
Sumber: Tribun Solo
| Pembatasan Gadget Terhadap Anak Didukung DPRD Sukoharjo, Ini Alasannya |
|
|---|
| DPRD Sukoharjo Sambut Baik Sekolah Rakyat dari Pemerintah Pusat |
|
|---|
| DPRD Sukoharjo Sambut Positif Program SD Unggulan, Dorong Kualitas Pendidikan Sekolah Negeri Lain |
|
|---|
| Warga Siwal Sukoharjo Adukan Tower Tanpa Penangkal Petir ke DPRD |
|
|---|
| DPRD Sukoharjo Nilai Kawasan Bebas Rokok Efektif Lindungi Masyarakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Ketua-DPRD-Kabupaten-Sukoharjo-Nurjayanto.jpg)