Kunci Jawaban
Prediksi Soal ANBK SMP Kelas 8 Literasi Membaca: Apa Saja Kelebihan Dari Sosok Pribadi Introvert ?
Berikut ini prediksi Soal ANBK SMP kelas 8 Literasi Mebaca: apa saja kelebihan dari sosok pribadi introvert
Editor: Tim TribunNewsmaker
Berikut ini prediksi Soal ANBK SMP kelas 8 Literasi Mebaca: apa saja kelebihan dari sosok pribadi introvert
TRIBUNNEWSMAKER.COM -Berikut ini siswa SMP/MTs/Paket C sebentar lagi akan menghadapi ujian Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2025. Ujian ini diselenggarakan oleh Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai upaya penilaian mutu sistem pendidikan pada tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah.
Peserta ANBK SMP 2025 adalah siswa kelas 8, dengan jadwal simulasi yang dilaksanakan pada 21-24 Juli dan pelaksanaan utama serentak pada 25-28 Agustus 2025. Materi ujian dalam Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) meliputi literasi membaca dan numerasi (matematika). Soal literasi membaca bertujuan mengukur kemampuan siswa dalam memahami, menafsirkan, mengevaluasi, serta merefleksikan isi teks secara mendalam, bukan sekadar hafalan. Sebagai bahan latihan, Tribunnews.com telah merangkum 30 soal literasi membaca lengkap dengan kunci jawabannya untuk membantu orang tua dan guru memandu proses belajar anak. Disarankan siswa menjawab terlebih dahulu sebelum menggunakan kunci jawaban untuk koreksi.
Soal ANBK SMP 2025 Literasi Membaca Kelas 8 dan Kunci Jawaban
Simak bacaan berikut untuk menjawab soal nomor 1-6.
Mimpi Sang Dara
Dara adalah gadis berusia 17 tahun. Dia memiliki hobi melukis dan punya sejuta mimpi. Sayangnya, Dara tidak bisa menopang tubuhnya sendiri tanpa bantuan kursi roda. Hal itu tidak mengurangi semangat Dara untuk tetap menjalani hari-harinya. Suatu pagi, Dara pergi menuju taman yang berada di sekitar kompleks rumahnya bersama Ibu dan Adiknya yang berusia lima tahun. Namun, ketika baru saja sampai di taman, Adik Dara merengek minta pulang karena dia ingin buang air kecil.
Melihat Ibunya kebingungan, Dara pun berkata, “Tidak apa-apa, Ibu. Aku hanya sebentar di sini. Nanti aku susul.”
“Baiklah, Ibu pulang dulu ya, Nak. Nanti Ibu ke sini lagi,” ucap Ibu Dara. Setelah Ibu dan Adiknya pulang, Dara melihat kawanan kupu-kupu yang terbang mengitari bunga. Dia pun menggerakkan kursi rodanya agar bisa melihat lebih dekat. Tiba-tiba saja, kursi rodanya oleng karena melewati jalanan yang tidak rata. Dara pun terjatuh. Dalam keadaan sakit, Dara berusaha naik lagi ke kursi rodanya. Dia menangis terisak di taman.
Tiba-tiba, Dara dihampiri oleh seorang gadis seusianya dengan kondisi yang sama. Dia bernama Hana. Setelah bercakap-cakap dengan hangat, Hana berkata kepada Dara, “Dara, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun di dunia ini yang terlahir sia-sia. Mungkin, kini kita tidak bisa berdiri tegak layaknya manusia lain. Tapi, kita masih punya hak untuk berbahagia dan bermimpi.” Lalu, Hana pun berpamitan.
Semenjak pertemuannya itu, Dara merenungi kata-kata yang diucapkan Hana. Hal yang dipikirkan oleh Dara adalah bagaimana dia bisa berbahagia dengan kondisinya saat ini dan berusaha untuk mewujudkan mimpinya. Mimpi Dara adalah menjadi seorang pelukis yang karyanya bisa menginspirasi banyak orang dan dipajang di pameran lukisan yang besar. Dara sering mengunggah lukisannya melalui media sosial dan banyak orang yang menyukainya.
Suatu hari, seorang laki-laki datang ke rumah Dara. Ternyata, dia adalah seorang pelukis sekaligus pengelola pameran lukisan. Orang tua Dara bingung, apa gerangan yang membuat seorang pelukis dan pengelola pameran lukisan bertamu ke rumah mereka. Lalu, laki-laki itu berkata lagi, “Apakah benar ini rumah Dara? Jika iya, saya bermaksud mengundang Dara untuk berpartisipasi dalam acara Pameran Lukisan Internasional yang akan digelar di Yogyakarta pada akhir tahun ini.”
“Pameran lukisan internasional?” tanya Ayah Dara dengan nada yang seolah tidak percaya. Kedua orang tua Dara terpana mendengar ucapan laki-laki tersebut. Mereka tidak menyangka bahwa putri mereka bisa menghasilkan karya lukisan yang indah. Dara yang diam-diam mendengarkan pembicaraan itu, keluar dari kamarnya dengan kursi roda. Dengan mata yang berkaca-kaca, ia menatap kedua orang tuanya.
1. Dara tidak bisa menopang tubuhnya sendiri tanpa bantuan kursi roda. Namun, hal itu tidak mengurangi semangat Dara untuk menekuni hobinya. Apa hobi yang dimiliki Dara?
Kunci jawaban: melukis
2. Ketika baru saja sampai di taman, Adik Dara merengek minta pulang. Melihat Ibunya mulai kebingungan, apa yang Dara lakukan?
Pilih jawaban benar! Jawaban benar lebih dari satu.
| Kunci Jawaban Bahasa Jawa Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka Latihan Soal SAS UAS |
|
|---|
| Kunci Jawaban PAI Kelas 7 Semester 1 Kurikulum Merdeka Latihan Soal SAS UAS ASAS |
|
|---|
| Kunci Jawaban Informatika Kelas 8 Semester 1 Kurikulum Merdeka Latihan PTS/STS/UTS |
|
|---|
| Kunci Jawaban PJOK Kelas 2 Semester 1 Kurikulum Merdeka Latihan PTS/UTS/STS |
|
|---|
| Kunci Jawaban PKN Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka Latihan Soal PTS/STS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Kunci-Jawaban-ANBK-Kelas-8-SMP.jpg)