Berita Viral
Menkeu Purbaya Yudhi Kena Sentil, Eks Kepala Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi Ungkit Soal Etika
Skak Mat! Eks Kepala Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi Sentil Keras Menteri Keuangan Purbaya, Ungkit Etika: 'Bisa Melemahkan Pemerintah'
Penulis: Candra Isriadhi
Editor: Candra Isriadhi
Ringkasan Berita:
- Eks Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi (Komisaris Pertamina), menyindir Menteri Keuangan Purbaya soal etika komunikasi publik.
- Hasan Nasbi menilai sesama anggota kabinet tidak boleh saling serang di depan umum karena "bisa melemahkan pemerintah."
- Perbedaan harusnya internal; publik membutuhkan pemerintah yang kompak dan saling sindir di media dapat membuat masyarakat "kehilangan kepercayaan."
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Sosok Hasan Nasbi, yang kini menjabat Komisaris Pertamina, mendadak jadi sorotan setelah melontarkan sindiran tajam kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya.
Hasan Nasbi yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Komunikasi Kepresidenan RI di Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto, kini bicara blak-blakan soal etika komunikasi antarpejabat publik.
Meski telah di-reshuffle dari kabinet pada 17 September 2025, Hasan Nasbi menilai gaya komunikasi Menkeu Purbaya yang kerap menyinggung pejabat lain secara terbuka dapat berdampak buruk pada citra dan soliditas pemerintahan.
Hal ini diungkapkan Hasan Nasbi melalui kanal YouTube pribadinya pada Jumat (24/10/2025).
Baca juga: Sosok Deni Surjantoro, Pejabat Kemenkeu yang Ditolak Jabat Tangan Purbaya Yudhi, Prestasi Mentereng
Sebut Saling Serang di Depan Umum Melemahkan Pemerintah
Hasan Nasbi mengingatkan bahwa sesama anggota kabinet harus mampu menampilkan sikap saling dukung di hadapan publik.
Menurutnya, saling menyinggung justru akan berdampak buruk.
"Kalau bicara dalam konteks pemerintah, sesama anggota kabinet sebaiknya tidak saling menyerang di depan umum," ucap Hasan Nasbi.
Ia juga tak ragu menekankan dampak dari tindakan tersebut:
"Itu bisa melemahkan pemerintah," ujar Hasan Nasbi.
Menurutnya, perbedaan pendapat, apalagi kritik keras, seharusnya disampaikan melalui jalur internal, bukan di hadapan publik yang bisa menafsirkan secara liar.
"Kalau mau saling koreksi, berdebat atau marah-marah, lakukan di ruang tertutup," tegasnya.
Hasan Nasbi bahkan menyebutkan pihak yang paling diuntungkan dari perseteruan publik antarpejabat ini.
"Kalau dilakukan di ruang terbuka, justru akan menghibur orang-orang yang tidak sejalan dengan pemerintah," ucap Hasan Nasbi.
Baca juga: Terciduk Purbaya, Ini Klarifikasi Pegawai DJP yang Olahraga di Kantor, Ternyata Sudah Jam Segini
Rakyat Butuh Pemerintah yang Kompak
Sindiran ini dilontarkan setelah Menkeu Purbaya diketahui sering bersikap keras terhadap pejabat daerah maupun sesama anggota kabinet.
Hasan Nasbi menyoroti tanggung jawab ganda pejabat publik, yakni menjalankan fungsi kebijakan sekaligus menjaga stabilitas persepsi publik terhadap pemerintah.
Sumber: Tribunnewsmaker.com
| Dugaan Skandal Video Call 23 Detik Kepala Dinas di Batam dengan Wanita, Bantah Rekayasa AI |
|
|---|
| Butuh Rp 20 Juta buat Biaya Nikah, Gilang Curi Motor Berujung Dibekuk, Rencana Tahun 2026 Berantakan |
|
|---|
| Profil Iqbal Damanik Aktivis yang Diteror, Dikirimi Bangkai Ayam & Keluarganya Diancam, Lulusan USU |
|
|---|
| Adegan Animasi Jadi Inspirasi Anak Bunuh Ibunya di Medan, Kakaknya Panik Ketiban Jasad Sang Mama |
|
|---|
| Nasib Ibu di Kampar Curhat Anak Dikeluarkan dari Sekolah usai Posting MBG, Kini Damai: Miskomunikasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Hasan-Nasbi-sindir-gaya-menkeu-Purbaya-Yudhi.jpg)