Breaking News:

Sosok

Sosok Sofyan Djalil, Eks Menteri Disebut Temani Jokowi Tanda Tangan Whoosh, 5 Kali Kena Reshuffle

Inilah sosok Sofyan Djalil, eks Menteri disebut temani Jokowi saat tanda tangan proyek Whoosh, 5 kali kena reshuffle.

Kolase Tribunnewsmaker.com/ Instagram/ Kompas.com
POLEMIK PROYEK WHOOSH - Sosok Sofyan Djalil eks Menteri ATR/Kepala BPN dan Jokowi. Sosok Sofyan Djalil, eks Menteri yang diduga temani Jokowi saat tanda tangan proyek Whoosh dengan China, 5 kali kena reshuffle. 

Ringkasan Berita:
  • Diduga ada satu menteri yang temani Jokowi ketika melakukan penandatanganan proyek Whoosh dengan China.
  • Hal itu diungkapkan oleh Profesor Sulfikar Amir.
  • Ia menjelaskan bahwa pertemuan penting antara Jokowi dan Presiden China, Xi Jinping, terjadi pada Mei 2014 di Jakarta.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Sosiolog perkotaan dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Profesor Sulfikar Amir, mengungkapkan sebuah fakta menarik mengenai awal mula kerja sama proyek kereta cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh antara Indonesia dan China.

Menurutnya, terdapat satu sosok menteri yang mendampingi Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), ketika melakukan penandatanganan kerja sama penting tersebut pada tahun 2014.

Pernyataan itu disampaikan Sulfikar dalam program ROSI di KompasTV, seperti dikutip Tribunnews.com, Minggu (2/11/2025).

Dalam paparannya, Sulfikar mengisahkan kembali bagaimana proses diplomasi antara Indonesia dan China berlangsung secara intensif pada masa awal pemerintahan Jokowi.

Ia menjelaskan bahwa pertemuan penting antara Jokowi dan Presiden China, Xi Jinping, terjadi pada Mei 2014 di Jakarta, bertepatan dengan peringatan Konferensi Asia-Afrika (KAA).

Pertemuan tersebut menjadi momen penting karena memperkuat hubungan bilateral kedua negara di bidang infrastruktur dan investasi.

Sulfikar menambahkan bahwa pertemuan bersejarah itu terjadi hanya satu bulan setelah Jokowi berkunjung ke negeri tirai bambu.

Dalam kunjungan tersebut, pembahasan kerja sama infrastruktur transportasi modern, termasuk proyek kereta cepat, sudah mulai dibicarakan secara serius oleh kedua belah pihak.

“Sebulan setelah itu (kunjungan Jokowi ke China), Xi Jinping ke Jakarta untuk mengikuti Peringatan Konferensi Asia-Afrika di Bandung, dan mereka bertemu lagi di Jakarta,” ujar Sulfikar menjelaskan kronologi pertemuan kedua pemimpin tersebut.

Ia kemudian mengungkapkan bahwa penandatanganan kerja sama antara Indonesia dan China dilakukan dalam pertemuan itu.

Baca juga: Polemik Whoosh Dikhawatirkan Bikin Hubungan Prabowo & Jokowi Retak, Sekjen Projo: Saya Yakin Nggak

JOKOWI BICARA WHOOSH : Mantan Presiden RI ke 7 Jokowi angkat bicara soal Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh yang bukan bertujuan mencari keuntungan finansial, melainkan sebagai investasi sosial untuk masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi saat ditemui di Mangkubumen, Banjarsari, Kota Solo, Senin (27/10/2025).
JOKOWI BICARA WHOOSH : Mantan Presiden RI ke 7 Jokowi angkat bicara soal Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh yang bukan bertujuan mencari keuntungan finansial, melainkan sebagai investasi sosial untuk masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi saat ditemui di Mangkubumen, Banjarsari, Kota Solo, Senin (27/10/2025). (Kompas.com)

“Apa yang terjadi saat itu adalah penandatanganan kerja sama antara Indonesia–China, dan di situ mencantumkan proyek kereta cepat,” urai Sulfikar.

Lebih lanjut, Sulfikar mengungkapkan bahwa dalam momen bersejarah tersebut, Jokowi tidak sendirian.

Ia didampingi oleh Sofyan Djalil, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

 “Ada satu menteri, dia menemani Jokowi saat itu, yaitu Sofyan Djalil, Menteri Perekonomian saat itu,” kata Sulfikar.

Sosok Sofyan Djalil sendiri merupakan pejabat senior yang telah beberapa kali dipercaya mengemban posisi strategis di kabinet.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/4
Tags:
Sofyan DjalilmenteriJokowiWhooshChina
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved