Kades Hoho Dikeroyok di Balai Desa, Dipukuli hingga Kacamata Pecah, Minta Keadilan ke Polri
Kades Hoho jadi korban pengeroyokan setelah aksi demonstrasi di Balai Desa Purwasaba, Banjarnegara, hingga kacamata pecah.
Editor: Delta Lidina
Ringkasan Berita:
- Hoho Alkaf diserang saat keluar dari aula balai desa setelah aksi demonstrasi, pukulan datang dari berbagai arah sebelum sempat mendapat pengawalan aparat.
- Aksi demonstrasi dilakukan sejumlah anggota LSM yang menuntut agar proses penjaringan perangkat desa dibatalkan dan diulang, karena ada pihak yang tidak lolos seleksi.
- Hoho menilai aparat tidak sigap mengendalikan situasi saat kericuhan terjadi. Ia pun meminta keadilan kepada Divisi Profesi dan Pengamanan Polri terkait pengamanan di lokasi.
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho atau yang akrab disapa Hoho Alkaf, menilai aparat keamanan tidak sigap saat kericuhan terjadi di Kantor Balai Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara.
Ia menyebut tidak mendapatkan perlindungan maksimal ketika situasi mulai memanas hingga berujung dugaan pengeroyokan terhadap dirinya. Karena itu, Hoho mengaku telah meminta keadilan kepada Divisi Profesi dan Pengamanan Polri.
"Saya minta keadilan, saya pejabat pemerintah sudah melaksanakan, pekerjaan saya sebaik-baiknya, begitupula dengan panitia.
Tetapi saya dipaksa mengulang, karena anggota dari LSM itu nilainya di bawah, tapi maunya diulang, kita kiblatnya regulasi tapi mereka tetap tidak mau tahu," katanya.
Hoho juga menilai video yang beredar di media sosial tidak sepenuhnya menggambarkan kejadian sebenarnya. Menurutnya, dalam rekaman tersebut dirinya sudah berada di belakang mobil aparat sehingga momen pengeroyokan tidak terlihat.
"Di video itu memang suruh keluar semua, tapi kenyataannya tidak seperti itu. Dan ada yang bilang saya tidak dikeroyok. Memang di video itu saya sudah diamankan karena sudah di belakang mobil," jelasnya.
Kronologi Pengeroyokan
Insiden tersebut terjadi setelah aksi demonstrasi yang berlangsung di Kantor Balai Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara, pada Selasa (11/3/2026). Aksi itu diikuti sejumlah anggota LSM yang memprotes proses penjaringan perangkat desa.
Kericuhan disebut terjadi saat Hoho hendak meninggalkan lokasi setelah aksi selesai. Ia mengaku diserang oleh puluhan orang sesaat setelah keluar dari pintu aula balai desa sebelum sempat mendapat pengawalan aparat.
"Waktu saya baru keluar dari pintu aula sebelum dikawal, langsung pukulan menghujani dari belakang, samping, belakang, dan depan.
Kacamata saya sampai remuk karena dipukul dari depan," ungkap Hoho dalam unggahan melalui media sosial pribadinya.
Akibat kejadian tersebut, kacamata yang dikenakan Hoho pecah, pakaian yang dipakainya robek, bahkan atribut kepala desa yang dikenakannya juga terlepas.
Baca juga: Sosok Erna Istri Hoho Alkaf Kades Bertato di Banjanegara Jateng, Banyak yang Memuji Penampilannya
"Logo atribut saya juga pada rogol.
Papan nama jatuh karena ketarik-ketarik," katanya.
Pemicu
Menurut Hoho, aksi demonstrasi tersebut dipicu oleh kekecewaan salah satu anggota LSM yang tidak lolos dalam proses penjaringan perangkat desa.
Massa kemudian menuntut agar tahapan seleksi yang sudah sampai pada pengumuman hasil dibatalkan dan diulang kembali. Namun permintaan itu ditolak oleh pemerintah desa karena seluruh proses seleksi disebut telah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
Hoho menegaskan tidak akan membatalkan hasil penjaringan perangkat desa hanya karena adanya tekanan dari pihak tertentu. Ia juga meminta perlindungan hukum atas insiden yang dialaminya kepada camat, bupati, hingga Propam Mabes Polri. (TribunNewsmaker/TribunBanyumas)
| Menkeu Purbaya Bantah Uang Negara Tinggal Sedikit, APBN Masih Sangat Sehat Bahkan Rp 120 T Lebih |
|
|---|
| Update Kasus Korupsi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, KPK Periksa 55 Pegawai Outsourcing, Jadi Saksi |
|
|---|
| Ide Pasang Tarif Kapal di Selat Malaka Tuai Kritik, Menkeu Purbaya Sebut Tak Serius: Tahu Aturan |
|
|---|
| Alasan Gubernur Kaltim Rudy Masud Tidak Temui Pendemo, Takut Dilempar: Menurut Saya Tidak Cocok |
|
|---|
| Didemo, Gubernur Kaltim Rudy Masud Curhat Nyetir Sendiri Puluhan Kilo, Beli Kursi Pijat Rp125 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/sosok-Hoho-Alkaf-Kades-Bertato-dari-Banjarnegara.jpg)