Berita Viral
Projo Pasang Badan, Sebut Suksesnya Jokowi Bukan Semata Peran Jusuf Kalla, Tapi Akui Terima Kasih
Pernyataan Jusuf Kalla soal perannya dalam kemenangan Joko Widodo pada Pemilihan Presiden 2014 menuai respons dari organisasi relawan Projo.
Editor: Candra Isriadhi
Ringkasan Berita:
- Pernyataan Jusuf Kalla soal perannya dalam kemenangan Joko Widodo di Pilpres 2014 mendapat tanggapan dari Projo.
- Melalui Freddy Damanik, Projo menegaskan bahwa kemenangan tersebut merupakan kehendak rakyat, bukan hasil dominasi satu individu.
- Projo tetap menghormati Jusuf Kalla dan mengakui perannya, namun menekankan bahwa demokrasi tidak dibangun atas figur tunggal, melainkan partisipasi luas masyarakat.
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pernyataan Jusuf Kalla soal perannya dalam kemenangan Joko Widodo pada Pemilihan Presiden 2014 menuai respons dari organisasi relawan Projo.
Melalui Sekretaris Jenderalnya, Freddy Damanik, Projo memberikan penegasan terkait narasi yang berkembang.
Ia menyebut bahwa kemenangan dalam Pilpres 2014 bukanlah hasil dominasi satu individu, melainkan cerminan kehendak rakyat Indonesia.
Freddy menegaskan bahwa kemenangan tersebut merupakan bagian dari proses demokrasi yang melibatkan banyak pihak, bukan hanya satu tokoh saja.
Meski demikian, Projo tetap menunjukkan sikap hormat kepada Jusuf Kalla.
Mereka menilai Kalla sebagai sosok penting yang telah memberikan kontribusi besar dalam perjalanan demokrasi di Tanah Air.
Baca juga: Peringatan Hari Kartini di Klaten, Bupati Hamenang Soroti Kasus Perkawinan Anak dan KDRT
Freddy juga mengakui bahwa keterlibatan Jusuf Kalla dalam kontestasi politik, khususnya pada Pilpres 2014, merupakan hal yang sah dan menjadi bagian dari dinamika demokrasi.
Namun demikian, ia kembali menekankan bahwa demokrasi tidak dibangun di atas figur tunggal, melainkan hasil dari partisipasi luas masyarakat.
Ia menyebut kemenangan Joko Widodo tidak dapat dilepaskan dari kepercayaan publik yang luas, yang tumbuh dari rekam jejak kepemimpinan yang merakyat, kerja nyata, serta kedekatan dengan berbagai lapisan masyarakat.
Dalam konteks tersebut, Projo melihat bahwa keberhasilan Jokowi merupakan hasil kerja kolektif banyak elemen bangsa, mulai dari relawan, partai politik, hingga masyarakat luas yang memberikan mandat melalui proses pemilu yang demokratis.
Oleh karena itu, narasi yang menyederhanakan kemenangan politik menjadi klaim personal dinilai tidak mencerminkan semangat demokrasi Indonesia.
Freddy juga mengingatkan pentingnya menjaga ruang publik dari polarisasi narasi yang berpotensi mereduksi makna demokrasi.
Baca juga: Resmi Pacaran? Intip Momen Mesra Ardhito Pramono & Davina Karamoy di Kota Tua, Saling Peluk & Cium
Ia mengajak seluruh pihak untuk merawat diskursus kebangsaan secara sehat, dengan menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi dalam sistem demokrasi.
“Demokrasi Indonesia adalah milik rakyat. Setiap kemenangan dalam proses tersebut adalah kemenangan bersama, bukan milik individu,” ujarnya.
Pernyataan ini menjadi bagian dari respons atas berkembangnya perdebatan publik mengenai peran figur dalam kemenangan politik, sekaligus menegaskan kembali posisi relawan Projo dalam memaknai proses demokrasi di Indonesia sebagai kerja kolektif yang melibatkan banyak pihak.
(Tribunnewsmaker.com/Wartakotalive.com)
Sumber: Warta Kota
| Nasib Atlet MMA yang Tusuk Nus Kei hingga Tewas, Terancam Hukuman Mati, Motif Pelaku Balas Dendam |
|
|---|
| Ada Anggaran Rp1,2 T untuk IT, Program MBG Kembali Dapat Sorotan Tajam, Kepala BGN Buka Suara |
|
|---|
| Masa Lalu Atlet MMA yang Tusuk Nus Kei hingga Tewas Terkuak, Pernah Dipenjara Gegara Suka Berkelahi |
|
|---|
| Karier Hendrikus Rahayaan Atlet MMA Tamat! Tikam Nus Kei hingga Tewas, Dulu Sering Menyabet Juara |
|
|---|
| Sosok Bu Atun Guru SMA Negeri 1 Purwakarta Diledek Muridnya, Sudah 23 Tahun Mengajar, Maafkan Pelaku |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Presiden-dan-Wakil-Presiden-periode-2014-2019-Joko-Widodo-Jokowi-dan-Jusuf-Kalla-JK.jpg)