Rupiah Melemah, Menkeu Purbaya Ungkap Penyebab, Singgung Rumor di Pasar: Ada Isu Macam-macam
Rupiah melemah, Menkeu Purbaya ungkap penyebab, singgung rumor di pasar: Ada isu macem-macem
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
Ringkasan Berita:
- Nilai tukar rupiah yang terus bergerak melemah dalam beberapa hari terakhir kembali menjadi perhatian.
- Tekanan terhadap mata uang Garuda bahkan menembus Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai derasnya rumor yang beredar di pasar menjadi salah satu pemicu meningkatnya tekanan terhadap rupiah.
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Nilai tukar rupiah yang terus bergerak melemah dalam beberapa hari terakhir kembali menjadi perhatian pelaku pasar dan masyarakat.
Tekanan terhadap mata uang Garuda bahkan menembus Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
Situasi tersebut memicu berbagai spekulasi yang berkembang di kalangan investor dan pelaku keuangan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai derasnya rumor yang beredar di pasar menjadi salah satu pemicu meningkatnya tekanan terhadap rupiah.
Menurutnya, berbagai informasi yang belum tentu benar telah memengaruhi sentimen pelaku pasar dalam waktu singkat.
Pada perdagangan Rabu (3/6/2026), rupiah tercatat ditutup melemah cukup tajam dibandingkan posisi sebelumnya.
Mata uang Indonesia itu turun 127 poin ke level Rp17.966 per dolar AS dari posisi Rp17.839 per dolar AS.
Kini terbaru, Kamis (4/6/2026) rupiah mencapai Rp18.043 per dolar AS.
Pelemahan tersebut terjadi di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap berbagai isu ekonomi dan kondisi keuangan global.
Menanggapi situasi tersebut, Purbaya menegaskan bahwa sebagian rumor yang beredar tidak memiliki dasar yang jelas.
"Kalau kita lihat kan tiba-tiba aja pelemahannya 1-2 hari ini kan. Karena ada isu macem-macem, ada rumor macem-macem di pasar," ujar Purbaya usai menghadiri rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu.
Ia juga membantah kabar yang menyebut dirinya pernah meminta perbankan melakukan simulasi khusus terkait skenario pelemahan rupiah di atas level tertentu.
"Ada yang bilang saya suruh perbankan melakukan stress test kalau rupiahnya Rp18.000 lebih. Padahal saya nggak pernah isu seperti itu," imbuhnya.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk meredam spekulasi yang dinilai berpotensi memperburuk sentimen pasar, sekaligus menegaskan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi yang masih bergejolak.
Purbaya menegaskan, tugas pemerintah saat ini adalah menjaga ekonomi nasional agar tetap kuat.