Breaking News:

Purbaya Heran Fundamental Ekonomi Kuat, Tapi Rupiah Malah Tembus 18 Ribu, Ini Langkah Pemerintah

Purbaya heran fundamental ekonomi kuat, tapi rupiah malah tembus 18 ribu, ini langkah pemerintah.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat berada di posisi Rp 18.187 per dollar AS.
  • Angka itu menunjukkan pelemahan sebesar 151 poin atau sekitar 0,84 persen dibandingkan posisi pembukaan perdagangan sebelumnya.
  • Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku dengan kondisi fundamental ekonomi yang baik, seharusnya pelemahan rupiah tidak terjadi.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Di tengah berbagai pernyataan optimistis pemerintah mengenai kekuatan fundamental ekonomi nasional, nilai tukar rupiah justru masih bergerak dalam tekanan yang cukup berat.

Awal pekan ini menjadi momen yang kembali menyita perhatian pelaku pasar setelah rupiah menembus level Rp 18.100 per dollar AS.

Pergerakan tersebut memunculkan kekhawatiran baru mengenai sentimen investor terhadap kondisi ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat berada di posisi Rp 18.187 per dollar AS.

Angka itu menunjukkan pelemahan sebesar 151 poin atau sekitar 0,84 persen dibandingkan posisi pembukaan perdagangan sebelumnya.

Situasi ini memunculkan berbagai analisis mengenai faktor-faktor yang memengaruhi tekanan terhadap mata uang Garuda.

Ekonom sekaligus Peneliti Senior Center of Reform on Economics (CORE), Muhammad Ishak Razak, menilai salah satu aspek yang menjadi perhatian investor adalah kredibilitas pengelolaan fiskal pemerintah.

Menurutnya, kepercayaan pasar sangat berkaitan dengan kemampuan pemerintah menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Indonesia sendiri selama ini menetapkan batas maksimal defisit APBN sebesar 3 persen terhadap PDB sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

Namun pada kuartal pertama tahun 2026 sempat muncul wacana mengenai kemungkinan pelebaran defisit untuk mendukung berbagai program strategis nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Wacana tersebut dinilai memicu beragam reaksi dari pelaku pasar yang khawatir terhadap arah kebijakan fiskal ke depan.

MENKEU PURBAYA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (25/3/2026).
MENKEU PURBAYA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (25/3/2026). (KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY)

Baca juga: Rupiah Melemah, Purbaya Sebut Pedagang Tahu Tempe Tertekan, Tapi Daya Beli Tak Turun: Kita Pelajari

Kekhawatiran itu kemudian berkembang menjadi sentimen negatif yang memengaruhi persepsi investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.

"Pemerintah ini, menurut saya mengekspos kebijakan-kebijakan yang belum tereksekusi, sehingga ini menimbulkan kepanikan di pasar, kan," kata dia pekan lalu.

Ishak menilai kondisi tersebut turut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan lembaga pemeringkat internasional dalam menilai prospek ekonomi Indonesia.

"Karena itu tadi, isu, dan masih belum dieksekusi kan," imbuh dia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Tags:
PurbayaMenteri Keuanganrupiah
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved