Breaking News:

Selebrita

Dulu Tak Bantu Aurelie dari Child Grooming, Kak Seto Kini Peduli Usai Broken Strings Viral: Mengecam

Dulu tak bantu Aurelie dari child grooming, Kak Seto kini berubah usai Broken Strings viral: Kami mengecam

Tayang:
Instagram/@aurelie KOMPAS.com/Muhamad Isa Bustomi
KASUS AURELIE - Kak Seto kini buka suara setelah dianggap abaikan aduan Aurelie Moeremans di masa lalu. Ia mengaku mengecam tindakan child grooming. 

Namun pada tahun 2011, Aurelie justru dikabarkan menikah.

Pernikahan itu kemudian berakhir setelah muncul dugaan kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT.

Ketika orang tua Aurelie meminta perlindungan untuk anaknya, pernyataan Kak Seto kala itu justru menuai kontroversi.

Ia menyampaikan pandangan bahwa remaja memiliki kehendak sendiri dan tidak selalu bisa dipaksa mengikuti keinginan orang tua.

"Anak remaja kan punya keinginan dan punya pilihan. Gak bisa dipaksa sesuai keinginan orang tua. Namanya anak remaja wajar lah sudah jatuh cinta. Kan sudah 17 tahun apa salahnya ?" kata Kak Seto, 26 Agustus 2010.

Baca juga: Isu Child Grooming Roby Tremonti ke Aurelie Dibahas Khusus di DPR, Rieke Diah Pitaloka: Cukup Sadis

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi.
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi. (KOMPAS.com/Muhamad Isa Bustomi)

Tanggapan Kak Seto Usai Broken String Viral

Kini setelah membaca Broken Strings, Kak Seto menjadi salah satu orang yang dianggap tidak mampu menyelamatkan Aurelie.

Sebab kini 16 tahun lamanya Aurelie menderita karena rasa trauma yang diberikan Boby.

Namun kini setelah banyak disalahkan banyak Kak Seto justru memberi pernyataan lain.

"Perlu kami sampaikan bahwa praktik pendampingan anak dan cara pandang terhadap relasi kuasa, kerentanan remaja, serta dampak psikologis jangan panjang telah mengalami perkembangan yang sangat signifikan dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Pada masanya, setiap pendampingan dan pernyataan disampaikan berdasarkan pengetahuan, kewenangan, serta kerangka pemahaman yang berlaku saat itu.

Namun kami menyadari bahwa standar perlindungan anak hari ini menuntut kepekaan, kehati-hatian, dan perspektif yang jauh lebih kuat terhadap potensi manipulasi, tekanan emosional, dan ketimpangan kuasa dalam relasi yang melibatkan anak dan remaja.

Oleh karena itu, kami menjadikan refleksi atas praktik masa lalu sebagai bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan untuk memperkuat perlindungan anak ke depan," tulis Kak Seto.

Setelah mengetahui Aurelie mengalami grooming, Kak Seto menyatakan mengecam tindakan tersebut.

"Kami mengecam segala bentuk manipulasi, relasi tidak setara, dan praktik child grooming.

Anak tidak pernah berada dalam psosisi setara untuk dimintai pertanggungjawaban atas relasi yang dibangun melalui tekanan, bujuk rayu, atau ketimpangan kuasa.

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 2/3
Tags:
Aurelie Moeremanschild groomingKak SetoBroken Strings
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved