Selebrita
Polemik Mereda, Pandji Pragiwaksono Akhirnya Jalani Sanksi Adat dan Minta Maaf ke Masyarakat Toraja
Akhir polemik panas, Pandji Pragiwaksono jalani sanksi adat dan minta maaf ke masyarakat Toraja.
Editor: Eri Ariyanto
Ringkasan Berita:
- Pandji Pragiwaksono akhirnya menjalani sidang adat Toraja sebagai bentuk tanggung jawab atas materi standup comedy lama yang dinilai menyinggung budaya setempat.
- Dalam peradilan adat yang dihadiri 32 wilayah Toraja, Pandji menyampaikan permohonan maaf dan mengakui kekeliruannya karena keterbatasan pemahaman budaya.
- Majelis adat menerima permintaan maaf tersebut dan menjatuhkan sanksi adat sebagai upaya pemulihan serta pembelajaran bersama.
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Setelah polemik panjang yang menyita perhatian publik, Pandji Pragiwaksono akhirnya menjalani sanksi adat sebagai bentuk tanggung jawab atas pernyataannya yang dinilai menyinggung masyarakat Toraja.
Proses adat tersebut dilakukan sebagai upaya penyelesaian secara kultural, sekaligus simbol penghormatan terhadap nilai dan tradisi setempat.
Dalam kesempatan itu, Pandji Pragiwaksono juga menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada masyarakat Toraja, berharap polemik ini berakhir dan menjadi pelajaran bersama.
Baca juga: Ibu Tika Mega Bongkar Penderitaan Anaknya Sebelum Wafat, Tak Dirawat Pesulap Merah: Berobat Sendiri
Polemik Pandji Pragiwaksono dengan masyarakat adat Toraja akhirnya terselesaikan dengan baik.
Komika kenamaan itu menghadiri sidang peradilan adat di Tongkonan Layuk Kaero, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Selasa (10/2/2026) siang.
Kehadiran Pandji bertujuan menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada perwakilan masyarakat adat Toraja atas materi standup comedy lamanya yang sempat viral dan memicu polemik pada 2025.
Sidang adat tersebut dihadiri perwakilan dari 32 wilayah adat Toraja.
Pandji mengikuti seluruh mekanisme hukum adat yang berlaku, termasuk sesi tanya jawab dengan para pemangku adat, sebagai bentuk pertanggungjawaban atas materi yang dinilai menyinggung adat dan tradisi Toraja.
Akui Kekeliruan
Dalam proses persidangan, Pandji secara terbuka menyampaikan permohonan maaf dan mengakui kekeliruannya.
Ia menyebut materi yang menyinggung tersebut muncul karena keterbatasan pengetahuan serta pemahaman yang tidak mendalam mengenai budaya Toraja.
Pandji juga mengakui bahwa rujukan literasi dan narasumber yang digunakannya kala itu kurang tepat.
“Seharusnya saya berkomunikasi langsung dengan masyarakat Toraja untuk memahami Toraja dari berbagai sisi, bukan hanya dari potongan informasi,” kata Pandji saat dikonfirmasi, Selasa.
Ruang Dialog dalam Hukum Adat
Sidang adat ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menjadi ruang dialog terbuka antara Pandji dan para perwakilan adat.
Dalam proses tersebut, Pandji mengaku memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai nilai, filosofi, dan tradisi masyarakat Toraja.
Ia menyampaikan rasa syukurnya dapat menyaksikan langsung proses hukum adat Toraja yang menurutnya berlangsung secara demokratis dan menjunjung tinggi dialog.
Sumber: Tribunnewsmaker.com
| Sosok Dede Sunandar, Komedian Diterpa Isu KDRT Istri, Sempat Jadi Cleaning Service hingga Pramusaji |
|
|---|
| Ayu Aulia Bongkar Hubungan dengan Sosok Bupati Inisial R, Kini Kehilangan Rahim Akibat Pernah Aborsi |
|
|---|
| Alyssa Daguise Punya Alasan Khusus Tak Mau Publish Wajah Putri Al Ghazali, Takut Teknologi AI |
|
|---|
| Mental Ammar Zoni Terancam Setelah Balik ke Nusakambangan, Kamelia: Dia Pecandu Butuh Disembuhkan |
|
|---|
| Sakit Dikhianati, Pinkan Mambo Tegaskan Perceraiannya dengan Arya Khan Kali Ini Sudah Fix: Permanen! |
|
|---|