Berita Viral
Tak Hanya Hera, 2 ART Lain juga Diperlakukan Kasar oleh Erin Eks Istri Andre Taulany: HP Dirampas
Tak hanya Hera, 2 ART lain juga diperlakukan kasar oleh Erin eks istri Andre Taulany: HP dirampas.
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Herawati, seorang asisten rumah tangga (ART) yang mengaku menjadi korban penganiayaan, akhirnya angkat bicara terkait dugaan kekerasan yang menyeret nama Rien Wartia Trigina alias Erin, mantan istri Andre Taulany.
Pengakuan tersebut disampaikan Hera setelah ia secara resmi melaporkan dugaan penganiayaan ke Polres Metro Jakarta Selatan.
Dalam keterangannya, Hera tidak hanya mengungkap pengalaman pribadinya, tetapi juga membuka fakta lain yang memperluas sorotan terhadap kasus ini.
Ia menyebut bahwa dirinya bukan satu-satunya yang diduga mengalami perlakuan tidak menyenangkan selama bekerja di rumah tersebut.
Menurut Hera, setidaknya ada dua ART lain yang juga pernah menerima perlakuan kasar dari Erin.
Namun, kedua pekerja sebelumnya itu memilih untuk tidak melaporkan kejadian yang mereka alami kepada pihak berwajib.
Hal tersebut dikarenakan perlakuan yang mereka terima disebut masih sebatas kekerasan verbal, seperti dimarahi dengan kata-kata kasar.
"Sama dimaki-maki, cuma mereka belum dikasarin," tutur Hera, dikutip dari YouTube Cumicumi, Senin (4/5/2026).
Tak hanya itu, Hera juga mengungkap bahwa barang pribadi milik ART sebelumnya diduga sempat dirampas.
"HP kayaknya dirampas ya. Tadi bilang sama saya belum (dituker), ini pakai handphone ibu yayasan," tandasnya.
Ia menambahkan bahwa dirinya menjadi ART yang bertahan paling lama bekerja di rumah tersebut dibandingkan pekerja sebelumnya.
Baca juga: Terbongkar Ucapan ART yang Picu Amarah Erin, Eks Istri Andre Taulany Murka hingga Pukul Pakai Sapu
"Enggak ada yang lama. Itu aku tuh di situ paling lama, 28 hari," bebernya.
Kasus ini semakin mendapat perhatian setelah laporan resmi Hera tercatat dengan nomor LP/1680/IV/2026/SPKT/Polres Metro Jakarta Selatan tertanggal 29 April 2026.
Pihak kepolisian pun membenarkan adanya laporan tersebut dan menyatakan bahwa proses penanganan tengah berjalan.
"Bahwa benar telah datang ke SPKT Polres Metro Jakarta Selatan seorang perempuan berinisial H, yang menurut pengakuannya mengalami kekerasan fisik," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi, Rabu (29/4/2026).