Berita Viral
Buntut Kasus Tyas, Dirut LPDP Ancam yang Tak Patuh Bakal Dipamerkan di Web: Lu Pakai Duit Pajak
Buntut kasus Tyas, Dirut LPDP beri ancaman yang tak patuh bakal dipamerkan di web: Lu pakai duit pajak
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
Ringkasan Berita:
- Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, Sudarto menanggapi kasus Dwi Sasetyaningtyas.
- Pihaknya tengah mempertimbangkan untuk memamerkan nama-nama Alumni LPDP yang tak patuh atau melanggar aturan ini di website resmi LPDP.
- Wiralnya kontroversi Alumni LPDP ini akan ia jadikan momentum untuknya untuk melakukan perbaikan.
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, Sudarto, akhirnya angkat bicara menanggapi polemik yang menyeret alumni beasiswanya, Dwi Sasetyaningtyas.
Kasus ini mencuat setelah video Dwi viral karena berisi ungkapan kekecewaannya menjadi Warga Negara Indonesia.
Sorotan publik semakin tajam ketika diketahui Dwi dan suaminya, Arya Iwantoro, merupakan penerima beasiswa LPDP dan kini tinggal di Inggris.
Pernyataannya yang menyebut “cukup dirinya saja yang jadi WNI, anak-anaknya jangan.” memicu reaksi keras warganet.
Ia juga secara terbuka menyampaikan keinginan agar anak-anaknya memiliki paspor warga negara asing yang lebih kuat.
Kontroversi itu kemudian berbuntut pada evaluasi status penerima beasiswa di keluarganya.
Pihak LPDP menjatuhkan sanksi kepada Arya Iwantoro berupa kewajiban pengembalian dana beasiswa selama masa studi.
Tercatat, Arya merupakan penerima beasiswa untuk jenjang magister dan doktoral di Utrecht University, Belanda.
Meski Dwi disebut telah menuntaskan masa pengabdian sesuai ketentuan, kewajiban serupa belum dipenuhi oleh sang suami.
Langkah tegas ini menjadi tindak lanjut LPDP dalam merespons polemik yang berkembang luas di ruang publik.
Baca juga: Dwi Sasetyaningtyas Ternyata Sudah Ditarget Sejak Lama LPDP, Pamer Paspor Inggris Anak Puncaknya
Pamerkan Nama Alumni yang Tak Patuh
Kini setelah ramai kasus Dwi Sasetyaningtyas ini, Dirut LPDP Sudarto mengungkap, pihaknya tengah mempertimbangkan untuk memamerkan nama-nama Alumni LPDP yang tak patuh atau melanggar aturan ini di website resmi LPDP.
"Kami juga lagi selagi memikirkan ini teman-teman, awas juga teman-teman alumni itu, kami lagi memikirkan juga mempertimbangkan untuk menaruh nama anak-anak (penerima LPDP) yang tidak patuh itu di dalam website-nya LPDP. Ini lagi kami pikirkan tuh," kata Sudarto saat konferensi pers, Rabu (25/2/2025), dilansir Kompas TV.
Sudarto menegaskan wacana dipamerkannya nama-nama Alumni LPDP tak patuh ini bukan berarti pihaknya ingin melakukan naming and shaming.
Namun, murni sebagai pengingat para penerima LPDP, mereka bisa berkuliah di luar negeri, di universitas top dunia berkat uang pajak yang dibayarkan oleh rakyat Indonesia.
Ketika beasiswa LPDP ini berasal dari uang pajak rakyat, maka sebuah hal yang wajar jika negara dan rakyat menuntut pengabdian Alumni LPDP bagi bangsa Indonesia.