Berita Viral
Dipanggil Kemendagri, Beda Nasib Kepsek Roni dan Wali Kota Prabumulih, Arlan Dapat Sanksi Gerindra
Wali Kota Prabumulih dan Roni, kepala SMPN 1 dipanggil Kemendagri, terjawab kronologi sebenarnya, Arlan dapat sanksi dari Gerindra.
Editor: ninda iswara
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Suasana tampak berbeda saat Wali Kota Prabumulih, Arlan, dan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah, memenuhi panggilan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) beberapa waktu lalu.
Ekspresi wajah keduanya mencerminkan perasaan yang kontras.
Arlan terlihat lebih tenang, sementara Roni tampak menyimpan rasa kecewa dan berat hati.
Pertemuan tersebut digelar menyusul polemik yang sempat menghebohkan jagat media sosial.
Kemendagri memanggil langsung kedua tokoh tersebut untuk mengklarifikasi isu yang berkembang dan menuai perhatian publik secara luas.
Penyebab utamanya berawal dari kabar yang menyebutkan bahwa Roni Ardiansyah diduga diberhentikan dari jabatannya sebagai kepala sekolah karena menegur anak Wali Kota Arlan yang membawa mobil ke lingkungan sekolah.
Baca juga: Sosok Telsi Deniarti, Istri Kedua Arlan Wali Kota Prabumulih, Sosialita, Wajah Terlihat Paling Muda
Teguran yang dilayangkan Roni sebagai bentuk tanggung jawabnya selaku pimpinan sekolah, justru berujung pada mutasi dirinya dari jabatan strategis tersebut.
Tak berhenti sampai di situ, dalam pusaran isu yang sama, muncul pula kabar bahwa seorang petugas keamanan (satpam) SMP Negeri 1 Prabumulih, bernama Ageng Wintoro, juga ikut diberhentikan.
Kabar pemecatan terhadap Roni dan Ageng ini dengan cepat menyebar luas di media sosial dan memicu gelombang reaksi dari masyarakat.
Banyak warganet menyuarakan ketidaksetujuan mereka, hingga membuat kasus ini menjadi viral dalam waktu singkat.
Kemarahan publik yang terus bergulir akhirnya sampai ke telinga pihak Kemendagri.
Menyikapi serius laporan tersebut, kementerian langsung bertindak cepat dengan memanggil Arlan dan Roni untuk memberikan keterangan resmi.
Keduanya diminta hadir dalam forum klarifikasi guna memberikan penjelasan menyeluruh mengenai situasi yang terjadi di lapangan.
Penjelasan Walkot dan kepsek
Setelah dipanggil Kemendagri, Arlan dan Roni mengurai klarifikasi kepada media.
Dalam konferensi pers yang digelar Kemendagri pada Jumat (19/9/2025), Arlan menjelaskan kronologi awalnya ia memutasi Roni.
Arlan mengakui kesalahannya yang sewenang-wenang memindahtugaskan Roni dari jabatan kepala sekolah di SMPN 1 Prabumulih.
Arlan bercerita bahwa emosinya terpancing setelah mendengar cerita sang putri.
Awalnya anak Arlan bernama Aura bercerita bahwa ia sedang latihan marching band di dekat sekolah.
"Pada kejadian itu, itu di bukan jam sekolah, tanggal merah tanggal 5. Anak-anak ini latihan drumband jaraknya 150 meter dari sekolahan ke tempat latihan," ungkap Arlan dalam konferensi pers.
Selesai latihan, Aura dan teman-temannya ingin kembali ke sekolah.
Aura pun naik mobilnya diantar sang sopir bersama teman-temannya karena kondisi hujan deras.
Namun saat tiba di depan sekolah, mobil Aura dilarang masuk ke area lapangan sekolah.
Karena mobilnya tidak diizinkan masuk, Aura dan teman-temannya pun terpaksa masuk ke sekolah sambil hujan-hujanan.
"Pada hari itu hari hujan deras. Mereka (murid) balik ke sekolah. Anak saya ditelepon oleh guru 'Aura kalau mau turun masuklah pakai mobil'. Jadi anak saya diantar sopir bukan dia bawa sendiri. Mau masuk (ke sekolah), tidak boleh (dilarang satpam), langsung dia (Aura) keluar mobil," pungkas Arlan.
Hal itulah yang memicu kemarahan Arlan karena anaknya basah kuyup.
"Begitu dia (Aura) keluar, sudah hujan-hujan. Seluruh anak itu basah semua (kehujanan karena mobil tidak boleh masuk ke sekolah), selesai," ujar Arlan.
Diungkap Arlan, ia ingin meluruskan isu yang menyebut anaknya bawa mobil ke sekolah.
Selama ini kata Arlan, putrinya selalu diantar sopir ke sekolah, bukan bawa mobil sendiri.
"Selama ini anak saya tidak pernah mau masukkan mobil, atau apapun di sekolah, selalu diantar sekolah," pungkasnya.
Setelah kejadian itu, Arlan pun marah dan langsung meminta agar Roni ditegur serta dimutasi.
Arlan juga meminta supaya satpam sekolah tersebut dipindahtugaskan ke Pol PP.
Baca juga: Sosok Leoni Ayu Pratiwi, Putri Arlan Wali Kota Prabumulih yang Jadi Anggota DPRD di Usia 27 Tahun
"Sekuriti sudah dikembalikan ke sekolah. Dan memang bukan dikeluarkan, cuma dikasih teguran, aku suruh dia di pol pp sementara. Tapi sudah saya kembalikan," ujar Arlan.
Setelah Arlan bercerita, Roni pun menyambungnya.
Sembari tersenyum, Roni membenarkan kronologi yang diceritakan Arlan.
Karenanya, Roni mengaku menerima semua sanksi yang sempat ia terima yakni dimutasi dari sekolah.
"Intinya mutasi bukan pencopotan. Memang benar saya mendapatkan binaan dari bapak Wali Kota Prabumulih. Saya hargai ini sebagai pembinaan dari kepala daerah kepada saya. Pembinaanya berhubungan dengan putri beliau," kata Roni Ardiansyah.
Tak membantah atau menyalahkan orang lain, Roni menerima teguran yang sempat dilayangkan Arlan kepadanya.
"Setelah saya dibina, saya menelusuri kejadian sebenarnya dengan mengumpulkan wakil kepala sekolah dan satpam saya. Hari itu kejadiannya memang kondisi hujan. Untuk mengikuti kegiatan marching band dan tidak diizinkan parkir di dalam (sekolah). Saya hanya mengikuti aturan dari pemerintah (soal tidak boleh mobil parkir di dalam). Saya menerima isu yang beredar, saya harus mendapat teguran dengan harus diganti dengan kepala sekolah yang baru atau plt," ungkap Roni.
Sanksi untuk Walkot Prabumulih
Setelah polemik mutasi kepsek dan satpam itu viral, Kemendagri pun tak tinggal diam.
Diungkap Irjen Kemendagri Sang Made Mahendra Jaya, ia telah memberikan rekomendasi kepada Mendagri terkait sanksi untuk Arlan.
Sanksinya yakni berupa teguran tertulis.
"Ini peristiwa pertama, kita lihat sudah diambil langkah-langkah. Kami akan memberikan laporan lengkap ke pak Menteri, akan memberikan rekomendasi sanksi, akan diberikan sanksi berupa teguran tertulis. Sanksi itu kan bertahap," pungkas Sang Made.
Selama momen konferensi pers berlangsung, terlihat Arlan menampakkan wajah tegang.
Bahkan saat menjawab pertanyaan awak media, Arlan sempat gelagapan seraya dibantu pegawainya.
Diduga ketegangan itu dirasakan Arlan karena sanksi yang ia terima bukan cuma dari Kemendagri saja.
Arlan mengaku bakal diberi sanksi oleh pihak Partai Gerindra sebagai partai yang menaunginya.
"Saya sudah ditelepon berapa kali ibu Ketum Partai Gerindra Sumatera Selatan, sudah menegur saya, dan mengarahkan saya dan membimbing saya jangan sampai terulang lagi. Saya diberikan sanksi-sanksi juga. Kelanjutan saya dipanggil setelah pulang dari sini," kata Arlan dengan wajah lesu.
Berbeda dengan Arlan yang terlihat grogi, Roni justru murah senyum di depan awak media.
Roni bahkan sempat tertawa saat diberikan pertanyaan oleh awak media yang masih menyinggung polemik pemecatannya.
Baca juga: Walkot Arlan Jujur Anaknya Bawa Mobil ke SMPN 1 Prabumulih, Dikemudikan Sopir: Hari Itu Hujan Deras
Minta maaf secara langsung
Sebelum dipanggil Kemendagri, Arlan terlebih dahulu telah meminta maaf secara langsung kepada Roni Ardiansyah.
Tak cuma Roni, Arlan juga sudah meminta maaf kepada Ageng, satpam yang sempat dimutasi.
Dalam video yang tersebar di media sosial terlihat sang Wali Kota Prabumulih langsung memeluk kepsek Roni dan satpam Ageng.
"Minta maaf dan memang kekeliruan, namanya manusia, dan dengan Cak belum pindahkan ke situ masih di SMP itu dan belum ada SK segala macam. Jadi cak minta maaf kalau ada salah," pungkas Arlan.
Bukan hanya meminta maaf, Arlan juga memberikan hadiah untuk kepsek dan satpam tersebut.
Arlan menghadiahi Roni dan Ageng dengan sepeda listrik masing-masing satu.
Setelah minta maaf, Arlan lantas menitipkan pesan kepada Roni selaku kepala sekolah.
"Jangan ada berubah-ubah dengan anak murid, merasa canggung atau merasa apa-apa. Ini juga buat pelajaran buat cak. Ini ya Ron ya," pungkas Arlan.
"Iya pak," ujar Roni.
"Siap maafkan cak pak Ageng?" tanya Arlan.
"Siap," ucap Roni.
Didatangi langsung oleh Arlan dan diberi hadiah, Roni mengucapkan terima kasih.
"Saya dikunjungi oleh bapak Wali Kota Prabumulih, serta rombongan dengan niat baik beliau menyampaikan permohonan maaf atas kejadian beberapa hari ini. Insya Allah dengan ikhlas juga saya sebagai makhluk Tuhan dengan segala kelemahan, memaafkan. Insya Allah ini akan jadi motivasi saya ke depan untuk lebih baik lagi," ungkap Roni.
(TribunNewsmaker/TribunBogor)
Sumber: Tribun Bogor
| Fakta Kasus Pembunuhan Nenek di Pekanbaru, Menantu Jadi Dalang Utama: Gasak Harta Demi Pesta Narkoba |
|
|---|
| BBM Kembali Naik! Pertamax Turbo hingga Dexlite Terkerek per 4 Mei 2026, Ini Rincian Harga Terbaru |
|
|---|
| Terbongkar Ucapan ART yang Picu Amarah Erin, Eks Istri Andre Taulany Murka hingga Pukul Pakai Sapu |
|
|---|
| Detik-detik Mencekam di Jaktim, Pedagang Buah Ditabrak Pajero saat Menyeberang, Pelaku Kabur |
|
|---|
| Kekerasan Seksual di Ponpes Pati, Menteri PPPA Turun Tangan: Pastikan Lindungi dan Dampingi Korban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Berikut-ini-sosok-Arlan-Walikota-Prabumulih-yang-diduga-copot-Kepala-Sekolah.jpg)