Breaking News:

Berita Viral

Sosok Alya dan Felda, Dua Siswi SMA Penemu Alat Pendeteksi Keracunan MBG, Bakal Jadi Solusi?

Dua siswi SMA bernama Alya dan Felda mencuri atensi lantaran berhasil membuat alat pendeteksi keracunan MBG.

Tayang:
Editor: galuh palupi
cilacapkab.go.id
PENDETEKSI KERACUNAN MBG-- Alya Meisya Nazwa dan Felda Triana Wati, siswi SMAN 2 Cilacap, berhasil merancang sebuah alat sederhana pendeteksi keracunan MBG. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Dua siswi SMA bernama Alya dan Felda mencuri atensi lantaran berhasil membuat alat pendeteksi keracunan MBG.

Belakangan ini kasus keracunan MBG memang marak terjadi.

Lantas bisakah alat yang ditemukan Alya dan Felda ini menjadi solusi?

Inovasi yang dibuat Alya Meisya Nazwa dan Felda Triana Wati adalah dalam rangkay mengikuti ajang bergengsi Astra Honda Motor Best Student (AHMBS) 2025.

Ajang ini merupakan kompetisi tahunan untuk mewadahi karya anak bangsa di level SMA.

Tahun ini, ajang tersebut digelar secara daring di AHM Yogyakarta pada 11–23 September 2025, diikuti oleh 61 tim dari wilayah Jawa Tengah dan DIY.

Baca juga: Sosok Diana Valencia, Jurnalis CNN yang Dilarang Liputan di Istana Usai Tanya Prabowo Soal MBG

Dewan juri tak segan melayangkan pujian. Bagi mereka, karya Alya dan Felda bukan hanya soal teknologi, tetapi juga bukti nyata kepedulian generasi muda terhadap isu sosial yang sedang ramai diperbincangkan.

SISWI BIKIN ALAT PENDETEKSI - Dua siswi SMA bernama Alya dan Felda baru saja membuat alat pendeteksi  keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).
SISWI BIKIN ALAT PENDETEKSI - Dua siswi SMA bernama Alya dan Felda baru saja membuat alat pendeteksi keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). (TribunTrends/Cilacapkab.go.id)

Hasilnya, keduanya sukses meraih Juara 2 dan mengangkat nama Cilacap ke panggung regional.

Kebanggaan ini turut dirasakan Kepala SMAN 2 Cilacap, Dra. Masripah, M.M.Pd.

“Semoga menjadi penyemangat bagi siswa-siswi lainnya untuk menguatkan program Sekolah Riset di SMA Negeri 2 Cilacap sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Cilacap di tingkat regional, nasional, maupun internasional," ujarnya penuh haru.

Prestasi Alya dan Felda bukan satu-satunya kejutan dari SMAN 2 Cilacap tahun ini. Satu tim lain yang beranggotakan Zahrana Nur Azizah dan Sabrina Fitri Matalin juga berhasil menembus babak final dengan inovasi bertajuk “SHAZA BREKECEK”, yakni pengembangan makanan khas Cilacap, Brekecek, menjadi kuliner kaleng dan keripik modern dalam kemasan ramah lingkungan.

Dengan visi pelestarian kuliner lokal dan solusi pangan berkelanjutan, karya mereka menyita perhatian sebagai bentuk cinta budaya sekaligus inovasi masa depan.

Tak berhenti di situ, sang pembimbing, Agus Darwanto, pun ikut menorehkan prestasi dengan dinobatkan sebagai Pembimbing Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Terbaik pada ajang AHM Best Student 2025.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa di tengah isu pelik seputar program MBG, generasi muda Indonesia tidak sekadar mengeluh atau mengkritik.

Mereka turun tangan, menghadirkan solusi nyata lewat sains dan kreativitas.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Tags:
MBGAlya Meisya NazwaFelda Triana Wati
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved