Kebakaran Terra Drone
Nasib Bos Terra Drone Usai Kantor Kebakaran, Gedungnya Ternyata Bengkel Servis, Kini Diburu Polisi
Inilah nasib bos Terra Drone usai kantor kebakaran, gedungnya ternyata bengkel servis, kini diburu polisi.
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
Ringkasan Berita:
- Fakta baru proses penyelidikan mendalam terkait kebakaran hebat yang melanda Gedung Terra Drone terungkap.
- Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra menegaskan bahwa gedung empat lantai tersebut selama ini difungsikan sebagai pusat servis drone.
- Terra Drone dikenal sebagai perusahaan yang menyediakan berbagai jenis drone dengan kemampuan mulai dari survei, pemetaan wilayah, hingga fasilitas penyiraman tanaman.
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Fakta baru kembali mencuat dari proses penyelidikan mendalam terkait kebakaran hebat yang melanda Gedung Terra Drone di kawasan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, peristiwa memilukan yang menewaskan 22 orang.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra menegaskan bahwa gedung empat lantai tersebut selama ini difungsikan sebagai pusat servis drone sekaligus kantor operasional perusahaan.
Berdasarkan informasi yang beredar di internet, Terra Drone dikenal sebagai perusahaan yang menyediakan berbagai jenis drone dengan kemampuan mulai dari survei, pemetaan wilayah, hingga fasilitas penyiraman tanaman.
“Benar (yang terbakar perusahaan drone). (Di gedung itu) enggak produksi, tapi perbaikan dan kantor,” ujar Roby, Rabu (10/12/2025).
Roby menambahkan bahwa di lokasi tersebut memang tersedia layanan servis drone yang menjadi aktivitas utama perusahaan.
Ia menjelaskan pula bahwa Terra Drone merupakan perusahaan berbasis Jepang yang sudah beroperasi cukup lama di Indonesia.
Namun demikian, pimpinan perusahaan untuk cabang Indonesia ternyata merupakan warga lokal, bukan perwakilan langsung dari Jepang.
Identitas pimpinan lokal itu saat ini telah dikantongi penyidik dan polisi tengah menelusuri keberadaannya untuk dimintai keterangan resmi.
“Perusahaannya perusahaan Jepang. Kalau pemimpin perusahaan yang di situ bukan (orang Jepang),” ucap Roby.
Baca juga: Status WA Terakhir Pariyem Korban Tewas Kebakaran Terra Drone, Kakak Belum Berani Kasih Tahu Ibu
Hingga saat ini penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap delapan saksi, mulai dari unsur manajemen perusahaan hingga warga sekitar lokasi.
Sementara itu, pemilik gedung serta pemilik perusahaan masih belum dapat dimintai keterangan karena belum hadir memenuhi panggilan penyidik.
Kebakaran dahsyat tersebut pertama kali dilaporkan pada pukul 12.43 WIB, ketika api dengan cepat merambat dan menjebak belasan orang di dalam gedung.
Total korban meninggal dunia mencapai angka 22 orang, terdiri dari 15 perempuan dan 7 laki-laki yang diduga terperangkap di lantai-lantai berbeda.
Kondisi gedung yang penuh material elektronik dan bahan mudah terbakar diduga menjadi salah satu faktor yang mempercepat penyebaran api.
Sebelumnya dikabarkan bahwa Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polri telah menerima 22 kantong jenazah terkait insiden kebakaran Gedung Terra Drone tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Petugas-berjibaku-memadamkan-kebakaran-di-gedung-Terra-Drone.jpg)