Berita Viral
Belum Debut Tapi Sudah Jadi Perbincangan: Inkusi, Murid Kim Yeon-kyung, Siap Berlaga di V-League
Sebelum Debut Pun Sudah Disorot, Inkusi Jalani Laga Pertama di V-League Hari Ini.
Editor: Tim TribunNewsmaker
Sebelum Debut Pun Sudah Disorot, Inkusi Jalani Laga Pertama di V-League Hari Ini.
Tribunnewsmaker - Pendaftaran pemain telah rampung dan semua persiapan pertandingan selesai. Laga kandang GS Caltex kali ini bukan sekadar pertandingan biasa, tetapi juga menjadi ajang hiburan voli yang menarik perhatian publik. Bahkan, sebuah konferensi pers yang tidak lazim digelar sebelum pertandingan dimulai.
Baca juga: Daftar Kandidat Ketum PSI Siap Bertanding Lawan Kaesang, Ada Mantan Perawat dan Karyawan TV
Berikut Inkusi jalani lagi pertama di V-League
Jarang sekali seorang pemain pemula, terlebih lagi pemain asing, mendapatkan sorotan sebesar ini bahkan sebelum melakoni debut profesionalnya. Namun hal itulah yang kini dialami Inkusi (20), pevoli putri asal Mongolia yang dikenal sebagai murid dari legenda voli Korea Selatan, Kim Yeon-kyung. Di bawah perhatian besar publik, Inkusi akhirnya bersiap menapaki panggung profesional V-League.
Jeong Kwan Jang dijadwalkan menghadapi GS Caltex dalam laga kandang liga reguler Divisi Wanita V-League Jin Air musim 2025–2026. Pertandingan tersebut akan digelar di Gimnasium Chungmu, Daejeon, pada 19 Januari pukul 19.00 waktu setempat.
Musim ini bukan periode yang mudah bagi Jeong Kwan Jang. Setelah menjadi runner-up pada final musim lalu, performa tim justru menurun. Kepergian dua pemain andalan, Megawatti Putiwi dan Banja Vukiric, ditambah cedera yang dialami setter utama Yeom Hye-seon, membuat tim terpuruk di dasar klasemen. Hingga kini, mereka baru mencatat lima kemenangan dan 10 kekalahan, dengan total 14 poin.
Dalam upaya membalikkan keadaan, pelatih Jeong Kwan Jang mengambil langkah berani dengan mengganti pemain asing kuota Asia. Inkusi didatangkan untuk menggantikan Wipawi Sitong asal Thailand, yang harus menepi lebih lama akibat cedera.
Pada 11 Januari, Inkusi pulang ke Mongolia untuk mengurus visa kerja. Setelah itu, klub menyelesaikan proses Persetujuan Transfer Internasional (ITC) dan secara resmi mendaftarkan Inkusi sebagai pemain pada 18 Januari. Dengan selesainya proses tersebut, laga melawan GS Caltex berpeluang menjadi debut resminya di V-League.
Menariknya, nama Inkusi sudah ramai dibicarakan jauh sebelum debutnya. Sejak kabar ketertarikan Jeong Kwan Jang hingga pengumuman kontrak resminya, setiap langkahnya selalu menjadi sorotan media dan penggemar.
Menjelang pertandingan hari ini, Inkusi bahkan dijadwalkan menggelar konferensi pers. Langkah ini tergolong sangat jarang dilakukan oleh pemain asing, apalagi oleh pemain yang belum menjalani laga pertamanya di V-League. Hal tersebut menunjukkan besarnya minat dan ekspektasi publik terhadap Inkusi.
Popularitas Inkusi juga tak lepas dari keterlibatannya dalam program hiburan televisi bertema voli, “Pelatih Pemula Kim Yeon-kyung”. Dalam acara tersebut, Kim Yeon-kyung—yang resmi pensiun dari dunia voli profesional pada akhir musim lalu—memimpin sebuah tim bernama Wonder Dogs, di mana Inkusi tampil menonjol dan diakui sebagai salah satu pemain andalan.
Bagi V-League, yang sempat mengkhawatirkan penurunan minat penonton setelah pensiunnya Kim Yeon-kyung, kehadiran Inkusi dan meningkatnya perhatian publik tentu menjadi angin segar.
Namun, dari sudut pandang tim, perekrutan Inkusi tidak boleh sekadar menjadi langkah pencitraan atau sensasi semata. Keputusan ini diambil dengan tujuan utama untuk memperbaiki performa tim yang sedang berada di papan bawah klasemen. Karena itu, Inkusi dituntut untuk memberikan kontribusi nyata di lapangan.
Saat ini, Jeong Kwan Jang masih sangat bergantung pada pemain asing Elisa Zanetti, sementara dukungan dari pemain lokal dinilai belum cukup kuat. Inkusi diharapkan mampu mengisi celah tersebut dan menjadi penopang tambahan bagi tim.
Secara adaptasi, Inkusi diperkirakan tidak akan menghadapi banyak kendala. Ia telah datang ke Korea sejak masih duduk di bangku SMP dan menempuh pendidikan di SMA Kejuruan Putri Mokpo serta Universitas Sains Mokpo. Karena itu, masalah bahasa dan budaya dinilai bukan hambatan besar baginya.
Meski demikian, banyak pihak menilai tantangan sesungguhnya baru akan dimulai di level profesional. Persaingan di V-League jauh lebih ketat dibandingkan voli perguruan tinggi maupun dunia hiburan. Selain itu, kemampuan bertahan Inkusi masih dinilai lebih lemah dibandingkan kekuatan serangannya. Faktor inilah yang membuatnya sempat terlewat dalam draft pemain asing kuota Asia.
Jika lawan mampu menekan Inkusi lewat strategi bertahan dan servis, kekuatan serangnya juga berpotensi ikut teredam. Meski begitu, manajemen klub tetap yakin dengan pilihannya. Inkusi dinilai memiliki daya serang yang kuat serta postur ideal setinggi 180 cm, yang dianggap cukup kompetitif untuk level V-League.
Pelatih Ko Hee-jin pun menyampaikan keyakinannya.
“Kekuatan serangnya termasuk yang terbaik dibandingkan pemain domestik,” ujarnya.
Namun ia juga menambahkan, “Inkusi tetap membutuhkan waktu untuk membuktikan bahwa kemampuannya bisa konsisten di level profesional.”
| Jaksa Meyakini Kekayaan Nadiem Tak Wajar, Kenaikan Harta Eks Menteri Tak Seimbang dengan Penghasilan |
|
|---|
| Sikap Josepha Alexandra Usai Polemik Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Viral di Masyarakat Luas |
|
|---|
| Kata-kata Josepha Peserta LCC 4 Pilar MPR Usai Ketemu Wapres Gibran: Kami Dapat Tips Public Speaking |
|
|---|
| Sosok Adela Kanasya Adies Putri Adies Kadir yang Gantikan Ayah Sebagai Anggota DPR, Karir Mentereng |
|
|---|
| Hasil Pertemuan Trump dan Xi Jinping, Presiden China Berharap Jadi Mitra AS Bukan Malah Saingan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/inkusi.jpg)