Berita Viral
Ancaman Teror Palsu di Gereja St Joseph Bukit Timah, Seorang Pria Resmi Didakwa
Kasus Ancaman Teror Palsu: Pria Hadapi Dakwaan Usai Mengancam Gereja St Joseph di Bukit Timah.
Editor: Tim TribunNewsmaker
Kasus Ancaman Teror Palsu: Pria Hadapi Dakwaan Usai Mengancam Gereja St Joseph di Bukit Timah.
Tribunnewsmaker - Seorang pria warga Singapura berusia 26 tahun yang sebelumnya ditangkap terkait penemuan benda mencurigakan di Gereja St. Joseph, Bukit Timah, resmi didakwa pada Senin (22 Desember 2025) atas tuduhan membuat ancaman teroris palsu.
Baca juga: Ketakutan Aksi Teror Tunggal Menguat Pasca Penembakan di Bondi, Pemerintah Kaji Regulasi Senjata Api
Berikut ancaman teror palsu di Gereja St Joseph
Pria bernama Kokulananthan Mohan itu didakwa berdasarkan Peraturan 8(2)(a) Peraturan Perserikatan Bangsa-Bangsa (Tindakan Anti-Terorisme), yang mengatur tindakan ancaman atau perbuatan yang dapat menimbulkan ketakutan akan serangan teror.
Berdasarkan surat dakwaan, Kokulananthan dituduh menempatkan tiga gulungan kardus di area gereja sekitar pukul 7.11 pagi pada hari Minggu. Gulungan tersebut berisi kerikil dan memiliki kawat merah yang mencuat, lalu direkatkan menggunakan pita perekat hitam dan kuning, sehingga menyerupai sebuah alat peledak.
Tindakan itu diduga dilakukan dengan maksud untuk membuat seseorang bernama Richard Lee Leong Hee percaya secara keliru bahwa benda tersebut berpotensi meledak atau terbakar, yang pada akhirnya dapat menyebabkan cedera fisik atau kerusakan properti.
Dalam pernyataan resminya, Kepolisian Singapura (SPF) menjelaskan bahwa hasil penyelidikan awal menunjukkan pria tersebut diduga merekayasa insiden itu sendiri dengan menempatkan benda rakitan yang dibuat menyerupai alat peledak di lingkungan gereja.
Polisi juga menegaskan bahwa Kokulananthan diduga bertindak seorang diri, serta tidak ditemukan bukti yang menunjukkan bahwa perbuatannya bermotif agama atau terkait dengan jaringan terorisme.
Pengadilan kemudian memerintahkan agar Kokulananthan ditahan selama tiga minggu untuk menjalani evaluasi kejiwaan, dan ia dijadwalkan kembali ke pengadilan pada 12 Januari 2026.
Saat diberitahu bahwa jaksa meminta penahanan untuk pemeriksaan medis, Kokulananthan sempat menyatakan bahwa telah terjadi “kesalahpahaman”. Ia menjelaskan bahwa perawatan sebelumnya di rumah sakit berkaitan dengan masalah konsumsi alkohol dan mengklaim bahwa persoalan tersebut telah selesai.
Namun, hakim menyatakan bahwa permintaan evaluasi psikiatri didasarkan pada pengamatan langsung petugas penyidik terhadap perilaku dan sikap Kokulananthan saat penangkapan serta selama operasi polisi berlangsung.
Menanggapi hal tersebut, Kokulananthan mengatakan bahwa perilaku yang dinilai mencurigakan oleh polisi disebabkan oleh kurang tidur, karena ia bekerja dalam shift malam. Hakim menyatakan bahwa penjelasan tersebut dapat disampaikan kepada psikiater selama proses evaluasi medis.
Jika terbukti bersalah, Kokulananthan terancam hukuman penjara hingga 10 tahun, denda maksimal S$500.000, atau kombinasi keduanya.
Insiden ini bermula pada Minggu pagi ketika polisi menerima panggilan darurat sekitar pukul 7.10 pagi terkait penemuan benda mencurigakan di Gereja St. Joseph yang terletak di Upper Bukit Timah Road. Demi alasan keamanan, pihak gereja segera dievakuasi.
Saat polisi tiba di lokasi, tersangka—yang diketahui merupakan relawan gereja—mengaku bahwa ia menemukan benda mencurigakan tersebut di saluran pembuangan di dalam area gereja.
Menurut keterangan polisi dalam unggahan Facebook pada Minggu malam, setelah itu tersangka melumpuhkan dirinya sendiri dan memegang erat benda mencurigakan tersebut hingga akhirnya diamankan.
Polisi kemudian menangkap Kokulananthan berdasarkan undang-undang anti-terorisme. Untuk menjaga keselamatan publik, area sekitar gereja langsung diamankan dan seluruh lokasi dievakuasi. Polisi juga mengerahkan Kelompok Pertahanan Kimia, Biologi, Radiologi, dan Bahan Peledak dari Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) guna melakukan pemeriksaan lanjutan.
| Tangis Histeris Istri Brigadir Arya Supena Bingung dengan Masa Depan Anak: Anak-anaknya Butuh Dia |
|
|---|
| Isi Surat Ferdy Sambo-Putri Candrawathi untuk Trisha Eungelica yang Lulus Kedokteran: 'Harapan Mama' |
|
|---|
| Jumlah Korban Tewas Bus ALS Bertambah, Temuan Tubuh Kecil di Bagian Ketiak Bikin Petugas Syok |
|
|---|
| Kisah Tragis Brigadir Arya Supena, Polisi Lampung Tewas Ditembak Pelaku Curanmor saat Pulang Piket |
|
|---|
| Sosok Penculik Balita 17 Bulan di Tulungagung, Awalnya Mau Bantu Tetangga untuk Dititipi Anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/ancaman-teror-palsu-gereja-st-joseph.jpg)