Breaking News:

Berita Viral

Stroke di Usia 37, Perempuan Ini Ingatkan Kaum Wanita untuk Lebih Peduli Kesehatan

Stroke Datang di Usia Muda, Perempuan Ini Serukan Kesadaran Kesehatan bagi Kaum Wanita.

Tayang:
cna.id
Stroke Datang di Usia Muda, Perempuan Ini Serukan Kesadaran Kesehatan bagi Kaum Wanita. 

Stroke Datang di Usia Muda, Perempuan Ini Serukan Kesadaran Kesehatan bagi Kaum Wanita.

Tribunnewsmaker - Awalnya, hari itu tampak seperti hari kerja biasa. Pada tahun 2023, Lynn Chia saat itu berusia 37 tahun dan bekerja sebagai eksekutif akuntansi bangun pagi dengan sakit kepala yang ia kira hanya migrain. Ia memilih mengabaikannya dan tetap beraktivitas seperti biasa. Tanpa ia sadari, delapan jam kemudian, ia mengalami stroke hemoragik yang hampir merenggut nyawanya.

Baca juga: Kondisi Kak Seto Usai Kena Stroke Ringan, Sempat Dibully Karena Terlalu Aktif, Gak Gerak Gak Enak

Lynn Chia menderita stroke dua tahun lalu, ketika berusia 37 tahun – ia harus mempelajari kembali segalanya, mulai dari berjalan hingga duduk dan berbicara, dan penglihatannya yang dulunya sempurna juga terpengaruh
Lynn Chia menderita stroke dua tahun lalu, ketika berusia 37 tahun – ia harus mempelajari kembali segalanya, mulai dari berjalan hingga duduk dan berbicara, dan penglihatannya yang dulunya sempurna juga terpengaruh (cna.id)

Berikut seruan kesadaran kesehatan bagi kaum wanita

Menjelang malam, kondisinya memburuk. Sakit kepala semakin hebat, disertai rasa mual yang kuat. Merasa ada sesuatu yang tidak beres, Chia mengirim pesan kepada tunangannya saat itu, Steve Peh, untuk mengatakan bahwa dirinya sedang tidak enak badan. Tak lama setelah itu, ia kehilangan kesadaran.

Chia baru terbangun lima hari kemudian dari koma, setelah menjalani operasi otak darurat. Saat sadar, hidupnya berubah total. Ia kehilangan kemampuan berjalan, berbicara dengan normal, serta kemandirian yang selama ini ia anggap sebagai hal biasa.

“Saya harus belajar semuanya dari awal berjalan, berbicara. Bahkan penglihatan saya ikut terganggu,” kenangnya.

Kini, dua tahun setelah kejadian tersebut, Chia yang berusia 39 tahun perlahan membangun kembali hidupnya dengan dukungan penuh dari keluarga dan Steve Peh, yang kini telah menjadi suaminya.

Melalui pengalamannya, Chia ingin menyampaikan satu pesan penting kepada para perempuan: stroke tidak hanya menyerang pria lanjut usia. Stroke bisa terjadi pada siapa saja, termasuk perempuan muda.

“Ketika masih muda, kita sering berpikir, ‘hal seperti ini tidak mungkin terjadi pada saya’. Saya juga berpikir seperti itu,” katanya.

Chia setelah menjalani operasi otak darurat menyusul stroke yang dialaminya.
Chia setelah menjalani operasi otak darurat menyusul stroke yang dialaminya. (cna.id)

Harus Memulai dari Nol

Saat terbangun dari koma, Chia merasa asing dengan tubuhnya sendiri. Gerakan, ucapan, bahkan bayangannya di cermin terasa berbeda. Ia mengalami kesulitan berbicara, melakukan gerakan sederhana, dan penglihatannya tidak lagi sebaik sebelumnya hingga ia kesulitan membaca.

Salah satu hal yang paling membuatnya terpukul adalah menyadari rambut panjang kesayangannya telah dicukur untuk keperluan operasi. Steve Peh sudah menduga hal ini akan sangat berat baginya. Karena itu, ia memutuskan untuk mencukur kepalanya juga.

Ketika Chia terbangun dan menyadari rambutnya hilang, ia menjadi panik dan emosional. Dalam kondisi bingung, ia mencoba mencabut selang medis yang terpasang. Untuk menenangkannya, Peh menunjukkan kepalanya yang juga botak dan berkata, “Kamu botak, jangan khawatir, aku juga botak denganmu.” Momen itu, kata Chia, sangat membantunya.

Minggu-minggu berikutnya adalah masa yang sangat sulit. Chia tidak bisa ke toilet sendiri, menyikat gigi, atau berdiri tanpa bantuan. Ia menjalani terapi wicara, terapi fisik, dan latihan berjalan untuk mempelajari kembali kemampuan dasar yang dulu terasa sepele.

Tanda yang Diabaikan

Chia kemudian menyadari bahwa sebelum stroke, ia telah mengabaikan banyak tanda peringatan. Di awal usia 30-an, ia pernah memeriksakan diri ke dokter karena sulit tidur, dan saat itu tekanan darah tingginya terdeteksi. Ia bahkan sempat disarankan untuk segera ke rumah sakit jika tekanan darahnya terus tinggi, tetapi ia merasa hal itu tidak serius karena masih muda.

“Saya seperti menyangkal kenyataan. Rasanya tidak masuk akal kalau saya sudah punya masalah kesehatan serius di usia 30-an,” katanya.

Halaman 1/3
Tags:
berita viralstrokekisah inspiratif
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved