Breaking News:

Berita Viral

Usai Kompak Balas Roastingan Pandji, Tompi Langsung Temui Gibran, Ngaku Bahas Keberlanjutan Program

Kompak balas roastingan Pandji, Tompi langsung temui Gibran. Bukan soal polemik, tapi bahas program berkelanjutan.

Tayang:
Editor: Eri Ariyanto
Instagram/@dr_tompi
TOMPI KRITIK PANDJI - Tompi kritik tajam materi Pandji Pragiwaksono soal mata Gibran, Ptosis bukan bahan lelucon. 
Ringkasan Berita:
  • Tompi bertemu Wapres Gibran membahas kelanjutan program pemulihan pascabencana di Sumatera.
  • Fokus pada bantuan berkelanjutan, dapur umum Ramadan, tim medis, dan pemulihan mental anak.
  • Tompi juga menegaskan ptosis bukan bahan lelucon dalam polemik roasting Pandji.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Usai ramai jadi sorotan publik karena kompak menanggapi roastingan Pandji Pragiwaksono, Penyanyi sekaligus dokter bedah plastik Teuku Adifitrian atau Tompi akhirnya bertemu langsung dengan Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming Raka.

Pertemuan tersebut tak sekadar silaturahmi, melainkan membahas isu yang lebih serius terkait keberlanjutan program dan arah kebijakan ke depan.

Tompi pun menegaskan dialog yang terjalin berlangsung terbuka dan substantif, jauh dari polemik personal yang sebelumnya ramai di media sosial.

Baca juga: Sosok Pandji Pragiwaksono, Komika yang Kerap Kritik Pejabat, Lahir di Singapura, Putra Pendiri INKAI

Tompi mengungkapkan hasil pertemuannya dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam audiensi bersama sejumlah artis dan pelaku industri kreatif di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (5/1/2026).

Pertemuan tersebut secara khusus membahas upaya penanganan dan pemulihan pascabencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, terutama Aceh dan Sumatera Barat.

Tompi menuturkan, pertemuan dengan Wapres Gibran berlangsung dalam suasana santai, namun substansinya serius dan berorientasi pada keberlanjutan program.

Fokus utama diskusi adalah evaluasi terhadap program-program bantuan yang telah berjalan, sekaligus merancang langkah lanjutan agar pemulihan masyarakat terdampak dapat berlangsung lebih cepat dan terarah.

“Ya kemarin di pertemuan itu sebenarnya casual banget. Yang dibahas itu tentang program-program penanganan bencana Sumatera yang sudah dikerjakan,” ujar Tompi pada Selasa (6/1/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Wapres Gibran memberikan apresiasi kepada para musisi dan seniman yang telah terlibat aktif membantu korban bencana, salah satunya melalui penggalangan dana.

PANDJI ROASTING GIBRAN - (Kiri) Penyanyi sekaligus dokter ahli bedah plastik dr Tompi; (Tengah) Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka; dan (Kanan) Komika Pandji Pragiwaksono.
PANDJI ROASTING GIBRAN - (Kiri) Penyanyi sekaligus dokter ahli bedah plastik dr Tompi; (Tengah) Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka; dan (Kanan) Komika Pandji Pragiwaksono. (Tribunnews.com)

Tompi menyebut, program “100 musisi” yang sebelumnya digagas bersama rekan-rekannya berhasil menghimpun dana sebesar Rp 17,2 miliar untuk mendukung upaya kemanusiaan di wilayah terdampak.

Selain membahas bantuan yang sudah disalurkan, Tompi juga memaparkan sejumlah usulan program lanjutan, terutama menjelang bulan Ramadan dan Lebaran.

Salah satu gagasan yang mengemuka adalah penyediaan dapur umum bagi masyarakat Aceh dan Sumatera yang masih menghadapi keterbatasan sarana memasak akibat bencana.

“Jadi itu salah satu yang kami usulkan kemarin, bagaimana bisa di-support dapur umum, buat sahur dan buat buka puasa. Ini di luar bantuan-bantuan yang tetap berjalan,” kata Tompi.

Menurut dia, Ramadan dan Lebaran memiliki makna sakral bagi masyarakat di Aceh dan Sumatera Barat.

Karena itu, dukungan dapur umum diharapkan dapat meringankan beban warga sehingga mereka bisa menjalankan ibadah dengan lebih tenang.

“Kalau masyarakat di sana masih kesulitan buat masak dan lain-lain kan kasihan, supaya bisa fokus ibadahnya,” ujarnya.

Tak hanya soal kebutuhan pangan, para seniman juga menyoroti pentingnya penanganan masalah kesehatan yang masih dialami korban bencana.

Tompi menyebut, ia bersama rekan-rekannya berencana turun langsung ke lokasi untuk membentuk tim medis yang terdiri dari berbagai dokter spesialis.

“Kami pengin ke sana juga, ini lagi ngatur waktu. Nanti mau digilir beberapa ke sana mulai dari bikin tim medis,” kata Tompi.

Ia menambahkan, tim tersebut direncanakan melibatkan dokter kulit, dokter bedah plastik, dokter bedah tulang, hingga dokter bedah umum untuk menangani kasus-kasus medis yang belum tertangani secara optimal.

KOMIKA VIRAL - Komika Pandji Pragiwaksono saat konferensi pers pertunjukan komedi Mens Rea di Markas Comika di Petogogan, Jakarta Selatan, Rabu (16/4/2025).
KOMIKA VIRAL - Komika Pandji Pragiwaksono saat konferensi pers pertunjukan komedi Mens Rea di Markas Comika di Petogogan, Jakarta Selatan, Rabu (16/4/2025). (KOMPAS.com/MELVINA TIONARDUS)

Perhatian juga diarahkan pada pemulihan psikologis, khususnya bagi anak-anak yang terdampak bencana.

Tompi mengatakan, para seniman dan pelaku industri kreatif berinisiatif membentuk tim khusus untuk mendukung proses pemulihan mental anak melalui berbagai pendekatan kreatif.

“Kita lagi pengin dari teman-teman seniman, musisi, dari film, mungkin dari pendongeng dan lain-lain, yang punya atensi terhadap anak-anak, bikin tim untuk ke sana buat mental healing mereka,” ujarnya.

Program ini, lanjut Tompi, kemungkinan akan melibatkan psikolog agar pendampingan berjalan secara profesional dan berkelanjutan.

Menurut Tompi, seluruh program yang dibahas dirancang tidak sekadar bersifat insidental. “Pengennya berkelanjutan, bukan cuma sekali jalan,” katanya.

Terkait berbagai inisiatif tersebut, Wapres Gibran disebut membuka ruang dukungan dari pemerintah agar program-program kemanusiaan yang diusulkan para seniman dan pelaku industri kreatif dapat berjalan efektif.

Harapannya, masyarakat di wilayah terdampak bencana di Sumatera dapat segera pulih, bangkit, dan kembali mandiri.

Pandji Pragiwaksono singgung kondisi mata Gibran Rakabuming Raka

Penyanyi sekaligus dokter bedah plastik Tompi angkat suara menanggapi materi stand-up Pandji Pragiwaksono yang menyinggung kondisi mata Wakil Presiden Indonesia Gibran Rakabuming Raka, menekankan bahwa ptosis adalah masalah medis, bukan bahan lelucon.

Tompi menjelaskan bahwa ptosis dapat memengaruhi fungsi penglihatan dan psikologis penderitanya, sehingga tidak pantas dijadikan guyonan.

Pernyataan Tompi memicu diskusi publik tentang batas humor, etika mengangkat kondisi kesehatan seseorang dalam materi komedi, dan pentingnya edukasi medis.

Baca juga: Nasib Kades Wahyu Usai Keluarganya Polisikan Muhlisin yang Kritik Jalan Rusak, Ditegur & Diaudit

Tompi mengkritik materi stand-up comedy Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan Mens Rea yang menyinggung kondisi mata Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, karena dinilai menertawakan kondisi medis yang dikenal sebagai ptosis.

Kritik tersebut disampaikan Tompi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @dr_tompi, setelah Pandji melontarkan guyonan tentang mata Gibran yang terlihat sayu dan dianggap seperti orang mengantuk dalam materi komedinya yang tayang di Netflix.

Gibran Pakai Lagu Pandji

Hingga kini, Gibran belum memberikan tanggapan terkait materi roasting Pandji.

Meski demikian, ada hal menarik di postingan Instagram akun @gibran_rakabuming pada 2 Januari 2026 lalu.

Gibran mengunggah konten dengan memakai lagu berjudul Lagu Melayu yang dirilis Pandji pada 2018 silam.

Dalam konten tersebut, Gibran mendatangi Doss Guava XR Studio di Jakarta Selatan.

'Mampir ke Doss Guava XR Studio, ruang film berbasis teknologi extended reality yang sangat membanggakan' tulis Gibran dalam keterangan video.

'Pemerintah harus mendorong generasi muda dan insan kreatif melalui kolaborasi dan pemanfaatan teknologi'  imbuhnya. 

'Saya yakin sekali, industri film Indonesia akan dapat tumbuh berkelanjutan serta mampu bersaing di tingkat global. Gas!,' pungkasnya.

Tompi: Ptosis bukan bahan lelucon

Tompi menegaskan bahwa kondisi mata yang tampak “mengantuk” bukan persoalan estetika atau ekspresi, melainkan kondisi medis yang memiliki penjelasan ilmiah.

“Apa yang terlihat ‘mengantuk’ pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai PTOSIS, suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis, dan sama sekali bukan bahan lelucon,” tulis Tompi, seperti dikutip Kompas.com, Senin (5/1/2026).

Ia menambahkan bahwa kritik, satir, dan humor sah dalam demokrasi, tetapi menyerang kondisi fisik yang tidak bisa dipilih oleh seseorang menunjukkan kemalasan berpikir.

“Merendahkan kondisi tubuh seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir,” lanjut Tompi.

(TribunNewsmaker.com/WartaKotalive.com)

Tags:
Pandji PragiwaksonoGibran Rakabuming RakaTompi
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved