Breaking News:

Berita Viral

22 Tahun Menabung dari Hasil Jualan Pentol, Muqorobbin Pria Asal Semarang Akhirnya Berangkat Haji

Penjual pentol Semarang, Muqorobbin, wujudkan mimpi haji setelah 22 tahun menabung.

Tayang:
Editor: Eri Ariyanto

Ringkasan Berita:
  • Muqorobbin, penjual pentol asal Semarang, akhirnya berangkat haji setelah 22 tahun menabung dari hasil jualan kelilingnya.
  • Dengan disiplin, ia menyisihkan penghasilan harian sedikit demi sedikit hingga terkumpul Rp25,5 juta untuk biaya pendaftaran.
  • Perjuangan panjang sejak sebelum menikah itu terwujud saat ia diberangkatkan sebagai jemaah kloter 21 Embarkasi Solo.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Muqorobbin Ngadiman (42), seorang penjual pentol asal Semarang, Jawa Tengah, menjadi sorotan setelah kisah perjuangannya untuk berangkat haji akhirnya terwujud.

Selama kurang lebih 22 tahun, Muqorobbin Ngadiman setia menabung dari hasil jualan kecil-kecilan yang ia lakukan setiap hari.

Di tengah keterbatasan ekonomi, ia tidak pernah menyerah untuk menyisihkan sebagian pendapatannya.

Keinginan kuat untuk menunaikan ibadah haji sudah ia tanamkan sejak lama sebagai impian hidupnya.

Meski harus berjuang keras di tengah panas terik dan kerasnya persaingan dagang, ia tetap konsisten berdagang.

Setiap rupiah yang ia kumpulkan menjadi harapan yang ia simpan untuk bisa berangkat ke Tanah Suci.

Perjalanan panjang penuh kesabaran itu akhirnya membuahkan hasil yang sangat membahagiakan.

Kini, Muqorobbin resmi mendapatkan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji yang selama ini ia impikan.

Kisahnya pun menjadi inspirasi banyak orang tentang arti ketekunan, kesabaran, dan keyakinan dalam meraih cita-cita.

Baca juga: Klarifikasi Menteri PPPA soal Usul Gerbong Wanita Dipindah ke Tengah: Tak Maksud Abaikan Keselamatan

Seperti diketahui, Muqorobbin Ngadiman (42), warga Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, berangkat ke Tanah Suci sebagai jemaah calon haji kloter 21 dari Embarkasi Solo pada Selasa (28/4/2026).

Ia dikenal sebagai pedagang pentol atau cilok keliling yang telah menabung biaya haji dari hasil usahanya sejak 2004.

Di tengah penghasilan yang tidak menentu, Muqorobbin menyisihkan sebagian pendapatannya setiap hari untuk mewujudkan keinginannya menunaikan ibadah haji.

"Kulo nyelengi yo Rp 10 ribu atau Rp 5 ribu. La terus ngumpul Rp 25,5 juta. Akhir damel daftar (saya menabung Rp 10 ribu atau Rp 5 ribu. Setelah terkumpul Rp 25,5 juta, akhirnya digunakan untuk mendaftar haji)," ujarnya, dikutip dari Tribun Solo, Rabu (29/4/2026). 

Cita-cita haji sejak sebelum menikah

Keinginan untuk menunaikan ibadah haji sudah tertanam dalam diri Muqorobbin jauh sebelum ia menikah.

Namun, keterbatasan ekonomi membuatnya harus memulai dari usaha kecil sebagai pedagang cilok.

Halaman 1/2
Tags:
Muqorobbin NgadimanhajiSemarang
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved