Breaking News:

Berita Viral

Cara Elegan Verrell Balas Roastingan Pandji, Pamer Hasil Kerja di DPR, Beda dengan Gibran dan KDM

Tak terpancing roastingan Pandji, Verrell pilih pamer kinerja DPR. Gaya elegan, beda dari Gibran dan KDM.

Editor: Eri Ariyanto
Instagram/@bramastavrl
MENS REA PANDJI - Tak terpancing roastingan Pandji, Verrell pilih pamer kinerja DPR. Gaya elegan, beda dari Gibran dan KDM. 
Ringkasan Berita:
  • Pandji Pragiwaksono menuai sorotan lewat Mens Rea di Netflix karena meroasting Gibran, Verrell, dan Dedi Mulyadi.
  • Verrell memilih respons elegan dengan memamerkan kinerja DPR, sementara Gibran dinilai menanggapi secara tersirat lewat unggahan Instagram.
  • Dedi Mulyadi merespons terbuka dan menegaskan kritik jenaka adalah bagian sehat dari demokrasi.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Di tengah riuhnya roastingan komika Pandji Pragiwaksono yang menyasar para pejabat muda, Anggota DPR RI sekaligus artis Verrell Bramasta memilih respons yang tenang dan berkelas.

Alih-alih terpancing adu sindiran, Verrell Bramasta justru memamerkan hasil kerja dan aktivitas resminya di parlemen sebagai bentuk jawaban paling elegan.

Sikap Verrell Bramasta ini pun langsung dibandingkan dengan gaya balasan Gibran Rakabuming dan Kang Dedi Mulyadi (KDM), memunculkan perbincangan publik soal cara menghadapi kritik di ruang demokrasi.

Baca juga: Sentil Tokoh Besar Tanpa Sensor, ‘Mens Rea’ Pandji Guncang Netflix & Jadi TV Show Paling Ngetop!

Pandji Pragiwaksono sentil tokoh-tokoh besar di stand up show Mens Rea

Pandji Pragiwaksono menjadi sosok yang kini ramai diperbincangkan di media sosial.

Hal itu terjadi setelah stand up show Mens Rea miliknya resmi tayang di Netflix sejak 27 Desember 2025.

Stand up show Mens Rea begitu viral lantaran banyak materi yang berani, termasuk meroasting Wakil Presiden Gibran Rakabuming hingga Verrell Bramasta.

Pandji menilai Verrell belum mempunyai kapabilitas sebagai anggota dewan.

"Menurut keyakinan saya, dia (Verrell) enggak ngerti undang-undang, anggaran, enggak ngerti.

Sekarang mungkin ngerti, tapi waktu itu? Dia ngertinya jadi ganteng.

Gue ngerasa dia ngerasa dia ganteng, valid enggak?

Lu tahu enggak video dia yang "one two three" ? Di video itu fix dia ngerasa dia ganteng," seloroh Pandji yang disambut tawa penonton.

POLEMIK DPR RI - Akhirnya foto terbaru Verrell Bramasta muncul saat sedang di berada ruang rapat DPR RI, yang biasanya klimis kini tampak beda jauh.
POLEMIK DPR RI - Akhirnya foto terbaru Verrell Bramasta muncul saat sedang di berada ruang rapat DPR RI, yang biasanya klimis kini tampak beda jauh. (Instagram @verrelladdict_indoofc @bramastavrl)

Reaksi Verrell Bramasta

Verrell Bramasta terlihat tidak bereaksi setelah di-roasting oleh Pandji Pragiwaksono di stand up show Mens Rea.

Ia lebih memilih pamerkan hasil kinerjanya sebagai anggota DPR.

Hal itu terekam dalam Instagram Story di Instagram pribadinya @bramastavrl.

Awalnya akun penggemar @verrellbramastaterdepan_ mengunggah video mengenai deretan hasil kinerja Verrell.

"Kerja nyata Mas Dewan mmeberikan manfaat untuk banyak orang," tulis @verrellbramastaterdepan_ dalam keterangan video.

Ditampilkan momen ketika Verrell menyuarakan gaji guru honorer yang belum layak.

Selanjutkan muncul video Presiden Prabowo Subianto yang mengaku telah meningkatkan anggaran untuk kesejahteraan guru, termasuk di dalamnya guru honorer.

Ada pula momen Verrell berkomunikasi dengan pemain sepak bola asal Belanda, Estella Loupatty saat rapat dengan komisi X DPR.

Berikutnya ditampilkan momen Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco ketika menyetujui dan mengesahkan naturalisasi Estella.

Video lainnya memperlihatkan seorang wanita berharap pemerintah membangun sekolah.

Tak berapa lama, dimunculkan video Verrell yang berhasil membangun sekolah tersebut.

Deretan video hasil kinerja tersebut kemudian di-repost oleh Verrell ke Instagram pribadinya.

Verrell tidak memberi keterangan apapun dalam Instagram Story tersebut.

KUNJUNGAN GIBRAN - Wakil Presidene (Wapres) RI Gibran Rakabuming saat berdialog dengan warga di Posko Pengungsian Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Kampung Gumpang Lempuh, Kecamatan Putri Betung, Gayo Lues, Aceh, Rabu (17/12/2025).
KUNJUNGAN GIBRAN - Wakil Presidene (Wapres) RI Gibran Rakabuming saat berdialog dengan warga di Posko Pengungsian Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Kampung Gumpang Lempuh, Kecamatan Putri Betung, Gayo Lues, Aceh, Rabu (17/12/2025). (KOMPAS.com)

Reaksi Wapres Gibran

Special Show berjudul 'Mens Rea' dari Komika Pandji Pragiwaksono yang dirilis di Netflix sejak 27 Desember 2025 menjadi viral.

Potongan-potongan video materi stand up Pandji yang memuat nama-nama pejabatan negara termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dalam materi show-nya yang menjadi viral, Pandji menyebut nama Gibran.

“Kita mau berharap sama siapa? Kita hanya bisa berharap sama diri kita sendiri. Berharap sama siapa? Polisi kita membunuh, tentara kita berpolitik, presiden kita mau maafkan koruptor, wakil presiden kita Gibran,” ujar Pandji Pragiwaksono dikutip dari tayangan Mens Rea dari Netflix Senin (5/1/2026).

Cuplikan materi show Pandji tersebut dengan cepat menyebar luas di media sosial.

Kemudian TribunTrends.com, melihat akun milik wapres Gibran Rakabuming Raka dua hari yang lalu yakni Sabtu (3/1/2026) mengunggah sebuah konten.

Ternyata setelah diperhatikan konten tersebut menggunakan karya musik milik komedian Pandji Pragiwaksono berjudul “Lagu Melayu”.

Langkah ini memicu spekulasi warganet, apakah unggahan tersebut merupakan respons tersirat terhadap materi stand-up comedy Pandji dalam pertunjukan Mens Rea yang tayang di Netflix.

Dugaan bahwa Gibran memberikan tanggapan secara tidak langsung lewat unggahan terbaru di akun Instagram resminya, @gibran_rakabuming.

Dalam unggahan tersebut, Gibran membagikan momen kunjungannya ke DossGuavaXR Studio, sebuah studio produksi film dan konten kreatif berbasis teknologi Extended Reality (XR) dan virtual production.

“Mampir ke Doss Guava XR Studio, ruang film berbasis teknologi extended reality yang sangat membanggakan,” tulis Gibran dalam keterangan unggahannya.

Warganet menyoroti pemilihan lagu yang ternyata merupakan karya Pandji Pragiwaksono berjudul “Lagu Melayu”.

"Lagu nya panji botak , menyala mas wapres." tulis sebuah akun yang didukung lebih dari 1800 likes.

"Padji Melenium nyenggol mas wapres, lagu nya langsung dipake mas Wapres" tulis akun yang lainnya yang mendapatkan dukungan lebih dari 1200 likes.

"Lagu nya panji botak , menyala mas wapres." tulis sebuah akun yang didukung lebih dari 1800 likes.

"Padji Melenium nyenggol mas wapres, lagu nya langsung dipake mas Wapres" tulis akun yang lainnya yang mendapatkan dukungan lebih dari 1200 likes." tulis akun yang lainnya.

Mens Rea sendiri merupakan komedi spesial Pandji Pragiwaksono yang mengangkat kritik terhadap budaya hukum di Indonesia, serta berbagai ironi dalam kehidupan sosial dan politik.

Sedangkan  “Lagu Melayu” merupakan bagian dari album TAKKAN USAI yang dirilis Pandji Pragiwaksono pada 1 Februari 2018.

Lagu ini mengusung pesan kebanggaan terhadap identitas Melayu sekaligus merayakan kekayaan budaya Indonesia.

Pemilihan lagu tersebut dinilai sebagian warganet sebagai sinyal bahwa Gibran merespons situasi dengan tenang dan tidak reaktif, meskipun namanya menjadi bahan satire di panggung komedi.

Sebelumnya Gibran dikenal kerap menyikapi kritik politik melalui simbol-simbol tertentu.

Seperti penggunaan atribut, pilihan visual, atau respons singkat di media sosial.

Penggunaan lagu karya Pandji ini pun dianggap sebagai penegasan bahwa Gibran tetap mengikuti dinamika percakapan publik tentang dirinya, termasuk kritik yang disampaikan dalam pertunjukan Mens Rea.

Jadi apakah postingan Gibran ini ada sangkut pautnya dengan materi Pandji Pragiwaksono di Mens Rea?

DEDI TANTANG PANDJI - Kolase Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan komika Pandji Pragiwaksono.
DEDI TANTANG PANDJI - Kolase Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan komika Pandji Pragiwaksono. (Instagram)

Pandji singgung Dedi Mulyadi artis YouTube

Dalam salah satu segmennya, Pandji Pragiwaksono mengangkat fenomena pilihan politik masyarakat Jawa Barat yang dinilainya cenderung mengarah pada figur publik dari dunia hiburan.

"Orang Sunda seneng banget milih artis.

Gubernur mereka waktu itu Deddy Mizwar artis film, Wakil Gubernur mereka Dede Yusuf artis tv.

Sekarang Gubernurnya Dedi Mulyadi artis YouTube," kata Pandji Pragiwaksono yang disambut tawa penonton.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu bagian paling disorot dari Mens Rea, karena menyentuh relasi antara popularitas, elektabilitas, dan kepemimpinan di ruang demokrasi.

Dedi Mulyadi Menanggapi

Tak tinggal diam, Dedi Mulyadi merespons pernyataan Pandji melalui sebuah video di Instagram Reel akun @dedimulyasi71 pada Minggu, 4 Januari 2025.

Dalam unggahan itu, ia terlebih dahulu menyampaikan apresiasi terhadap karya sang komika.

"Bang Pandji terima kasih ya, saya penggemar anda lho, anda ini keren setiap pernyataan-pernyataannya itu menggelitik, korektif, dan edukatif.

Termasuk nih, orang Jawa Barat tuh memilih peminpin selalu yang keartisan, tetapi sayang sekali bang Pandji, Pak Deddy Mizwar dan Pak Dede Yusuf waktu nyalonin Gubernur malah nggak kepilih," kata Dedi Mulyadi.

Ia kemudian meluruskan anggapan bahwa latar belakang artis otomatis identik dengan minimnya kapasitas kepemimpinan.

Menurutnya, kompetensi tetap menjadi faktor penting yang dimiliki sebagian figur publik.

"Tetapi walaupun dia artis, saya ngaku jujur, Pak Dede Yusuf punya kemampuan pemahaman pembangunan yang relatif sangat baik, dan sekarang dua kali menjadi pimpinan komisi di DPR RI juga kerangka berpikir pembangunannya keren.

Nah, untuk itu banyak yang ngartis juga punya kemampuan," ungkap Dedi Mulyadi.

Menanggapi sebutan “artis YouTube” yang diarahkan kepadanya, Dedi Mulyadi justru mengajak Pandji Pragiwaksono untuk melihat langsung kinerjanya di lapangan.

"Nah, sedangkan saya sendiri, yang dianggap Gubernur yang YouTuber, saya nggak boleh muji diri saya, baik apa enggak saya memimpin.

Nah gini aja, kang Pandji datang ke Jabar, keliling, lewatin tuh jalan jalan provinsi ya, kemudian keliling ke daerah-daerah di seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat,

Saya ngebangunnya bener apa nggak, apakah saya ini hanya Gubernur konten, atau Gubernur kenyataan, ya kita sama-sama lihat bagaimana aksi di lapangan," papar Dedi Mulyadi.

Di akhir pernyataannya, Dedi Mulyadi menegaskan dukungannya terhadap kebebasan berekspresi dalam iklim demokrasi dan mendorong Pandji untuk terus berkarya.

"Terus berkarya melakukan otokritik yang terbuka, karena ini negara demokrasi, setiap orang berhak menyampaikan pernyataan pikiran dan gagasan termasuk koreksi secara terbuka, apalagi dikemas dalam koreksi-koreksi yang jenaka, keren," pungkas Dedi Mulyadi.

(TribunNewsmaker.com/Eri Ariyanto)(Tribuntrends.com)(Surya.co.id)

Tags:
Verrell BramastaPandji PragiwaksonoGibran Rakabuming RakaDedi Mulyadi
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved