Breaking News:

Berita Viral

Ayah Ceritakan Momen Paling Menyakitkan Setelah Putrinya, 11 Tahun, Tertembak di Kepala

Pertanyaan Putri Berusia 11 Tahun Usai Tertembak di Kepala Bikin Sang Ayah Hancur.

Tayang:
YouTube/KTVU FOX 2 San Francisco
Pertanyaan Putri Berusia 11 Tahun Usai Tertembak di Kepala Bikin Sang Ayah Hancur. 

Pertanyaan Putri Berusia 11 Tahun Usai Tertembak di Kepala Bikin Sang Ayah Hancur.

Tribunnewsmaker - Seorang ayah mengingat kembali momen paling menyakitkan dalam hidupnya: kata-kata yang diucapkan putri kecilnya setelah ia ditembak di kepala saat berada di dalam mobil keluarga.

Baca juga: Tewas Saat Bermain Petak Umpet: Remaja 14 Tahun Meninggal Dunia Tertembak Senjata Api Rakitan

Polisi menanggapi insiden penembakan pada 5 Januari di Antioch yang menyebabkan seorang gadis berusia 11 tahun kehilangan penglihatan.
Polisi menanggapi insiden penembakan pada 5 Januari di Antioch yang menyebabkan seorang gadis berusia 11 tahun kehilangan penglihatan. (YouTube/KTVU FOX 2 San Francisco)

Berikut Anak perempuan berusia 11 tahun tertembak

Gadis berusia 11 tahun itu, yang identitasnya tidak diungkap ke publik demi alasan keamanan, menjadi korban penembakan saat sedang duduk di dalam kendaraan keluarganya di area parkir sebuah kompleks apartemen di Antioch, California, pada 5 Januari 2026, menurut keterangan Departemen Kepolisian Antioch (APD).

Setelah kejadian tersebut, anak itu segera dilarikan ke sebuah rumah sakit anak di Oakland untuk mendapatkan perawatan intensif. Dua hari kemudian, keluarga membuka penggalangan dana melalui GoFundMe untuk membantu biaya pengobatan dan pemulihan. Dalam keterangan penggalangan dana itu disebutkan bahwa sang anak masih bisa mendengar suara orang-orang terdekatnya dan merespons ketika diajak berbicara dengan menggerakkan anggota tubuhnya. Namun, akibat luka tembak yang dialaminya, ia telah kehilangan penglihatannya sepenuhnya.

Dalam wawancara anonim dengan The Daily Mail, sang ayah mengenang detik-detik setelah penembakan, ketika putrinya mulai menyadari bahwa ia tidak lagi bisa melihat. Dengan suara bergetar, gadis kecil itu bertanya kepadanya, “Ayah, kenapa aku tidak bisa melihat?”

Pertanyaan sederhana itu menghancurkan hati sang ayah. Ia mengatakan bahwa mendengar kalimat tersebut adalah sesuatu yang tidak akan sanggup dihadapi oleh ayah mana pun. Dalam wawancara yang disampaikan dalam bahasa Spanyol, ia mengaku merasa mati rasa dan diliputi ketakutan sejak insiden tersebut.

“Rasanya seperti hati saya dicabut,” ujar sang ayah. Ia menambahkan bahwa keluarga adalah segalanya baginya, dan melihat putrinya harus mengalami penderitaan seperti itu adalah luka yang tak terbayangkan.

Bibi korban, Anahi Ramirez, juga berbicara kepada The Daily Mail tentang dampak emosional dari tragedi ini. Ia mengatakan masih sulit mempercayai apa yang telah terjadi. “Saya benar-benar terkejut,” katanya. “Ini semua terasa sangat berat. Sangat menyakitkan melihatnya dalam kondisi seperti itu.”

Ryan Hardy, tersangka dalam penembakan tanggal 5 Januari di Antioch, California.
Ryan Hardy, tersangka dalam penembakan tanggal 5 Januari di Antioch, California. (Antioch Police Department)

Pihak Kepolisian Antioch menyatakan bahwa tersangka penembakan telah diidentifikasi sebagai Ryan Hardy, berusia 23 tahun. Identifikasi tersebut dilakukan melalui gabungan rekaman kamera pengawas, keterangan saksi, dan bukti forensik. Hingga kini, Hardy masih dalam pelarian. Polisi memperingatkan masyarakat bahwa tersangka harus dianggap bersenjata dan berbahaya.

Karena pelaku belum ditangkap, keluarga korban kini hidup dalam ketakutan. Menurut keterangan di halaman GoFundMe, keluarga tersebut termasuk tiga saudara kandung korban sedang bersiap untuk pindah dari rumah mereka di Antioch karena tidak lagi merasa aman.

“Selama pelaku masih buron, keluarga ini terus hidup dengan rasa takut akan kemungkinan pembalasan,” tulis penggalangan dana tersebut. “Mereka tidak merasa aman untuk kembali ke rumah.”

Pihak kepolisian sebelumnya juga menyampaikan bahwa keluarga tersebut tampaknya bukan target yang disengaja dalam penembakan ini.

Mengenai kondisi sang anak ke depan, keluarga mengakui bahwa masa depannya masih penuh ketidakpastian. Ia diperkirakan akan membutuhkan perawatan medis jangka panjang, terapi intensif, serta dukungan emosional yang berkelanjutan untuk membantunya pulih dari trauma fisik dan psikologis yang mendalam.

Penyelidikan atas penembakan yang terjadi pada 5 Januari 2026 tersebut masih terus berlangsung, menurut Departemen Kepolisian Antioch.

Tribunnewsmaker | People.com | Aleyda Salsa Sabillawati

Tags:
berita viralbocah tewas tertembakkematian tragis
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved