Berita Viral
Ayah Ceritakan Momen Paling Menyakitkan Setelah Putrinya, 11 Tahun, Tertembak di Kepala
Pertanyaan Putri Berusia 11 Tahun Usai Tertembak di Kepala Bikin Sang Ayah Hancur.
Editor: Tim TribunNewsmaker
Pertanyaan Putri Berusia 11 Tahun Usai Tertembak di Kepala Bikin Sang Ayah Hancur.
Tribunnewsmaker - Seorang ayah mengingat kembali momen paling menyakitkan dalam hidupnya: kata-kata yang diucapkan putri kecilnya setelah ia ditembak di kepala saat berada di dalam mobil keluarga.
Baca juga: Tewas Saat Bermain Petak Umpet: Remaja 14 Tahun Meninggal Dunia Tertembak Senjata Api Rakitan
Berikut Anak perempuan berusia 11 tahun tertembak
Gadis berusia 11 tahun itu, yang identitasnya tidak diungkap ke publik demi alasan keamanan, menjadi korban penembakan saat sedang duduk di dalam kendaraan keluarganya di area parkir sebuah kompleks apartemen di Antioch, California, pada 5 Januari 2026, menurut keterangan Departemen Kepolisian Antioch (APD).
Setelah kejadian tersebut, anak itu segera dilarikan ke sebuah rumah sakit anak di Oakland untuk mendapatkan perawatan intensif. Dua hari kemudian, keluarga membuka penggalangan dana melalui GoFundMe untuk membantu biaya pengobatan dan pemulihan. Dalam keterangan penggalangan dana itu disebutkan bahwa sang anak masih bisa mendengar suara orang-orang terdekatnya dan merespons ketika diajak berbicara dengan menggerakkan anggota tubuhnya. Namun, akibat luka tembak yang dialaminya, ia telah kehilangan penglihatannya sepenuhnya.
Dalam wawancara anonim dengan The Daily Mail, sang ayah mengenang detik-detik setelah penembakan, ketika putrinya mulai menyadari bahwa ia tidak lagi bisa melihat. Dengan suara bergetar, gadis kecil itu bertanya kepadanya, “Ayah, kenapa aku tidak bisa melihat?”
Pertanyaan sederhana itu menghancurkan hati sang ayah. Ia mengatakan bahwa mendengar kalimat tersebut adalah sesuatu yang tidak akan sanggup dihadapi oleh ayah mana pun. Dalam wawancara yang disampaikan dalam bahasa Spanyol, ia mengaku merasa mati rasa dan diliputi ketakutan sejak insiden tersebut.
“Rasanya seperti hati saya dicabut,” ujar sang ayah. Ia menambahkan bahwa keluarga adalah segalanya baginya, dan melihat putrinya harus mengalami penderitaan seperti itu adalah luka yang tak terbayangkan.
Bibi korban, Anahi Ramirez, juga berbicara kepada The Daily Mail tentang dampak emosional dari tragedi ini. Ia mengatakan masih sulit mempercayai apa yang telah terjadi. “Saya benar-benar terkejut,” katanya. “Ini semua terasa sangat berat. Sangat menyakitkan melihatnya dalam kondisi seperti itu.”
Pihak Kepolisian Antioch menyatakan bahwa tersangka penembakan telah diidentifikasi sebagai Ryan Hardy, berusia 23 tahun. Identifikasi tersebut dilakukan melalui gabungan rekaman kamera pengawas, keterangan saksi, dan bukti forensik. Hingga kini, Hardy masih dalam pelarian. Polisi memperingatkan masyarakat bahwa tersangka harus dianggap bersenjata dan berbahaya.
Karena pelaku belum ditangkap, keluarga korban kini hidup dalam ketakutan. Menurut keterangan di halaman GoFundMe, keluarga tersebut termasuk tiga saudara kandung korban sedang bersiap untuk pindah dari rumah mereka di Antioch karena tidak lagi merasa aman.
“Selama pelaku masih buron, keluarga ini terus hidup dengan rasa takut akan kemungkinan pembalasan,” tulis penggalangan dana tersebut. “Mereka tidak merasa aman untuk kembali ke rumah.”
Pihak kepolisian sebelumnya juga menyampaikan bahwa keluarga tersebut tampaknya bukan target yang disengaja dalam penembakan ini.
Mengenai kondisi sang anak ke depan, keluarga mengakui bahwa masa depannya masih penuh ketidakpastian. Ia diperkirakan akan membutuhkan perawatan medis jangka panjang, terapi intensif, serta dukungan emosional yang berkelanjutan untuk membantunya pulih dari trauma fisik dan psikologis yang mendalam.
Penyelidikan atas penembakan yang terjadi pada 5 Januari 2026 tersebut masih terus berlangsung, menurut Departemen Kepolisian Antioch.
| Bidan ASN Istri Polisi Digerebek bersama Anggota DPRD Fakfak, Alasannya Cuma Makan Bersama |
|
|---|
| Sosok Vasko Ruseimy Wakil Gubernur Sumatera Barat Dikabarkan Jadi Korban Kecelakaan dengan Truk |
|
|---|
| Minta Bayaran Kencan, Wanita 40 Tahun Ditikam di Eks Lokalisasi Lampung, Pelaku Hilang Tanpa Jejak |
|
|---|
| Sosok Andre Kuncoro Ayah Josepha, Orangtua Siswi SMAN 1 Pontianak Ternyata Bukan Orang Biasa |
|
|---|
| Nasib Tragis Ibu 2 Anak di Temanggung Tewas Dibacok Suami Pakai Sabit, Beraksi di Depan Ibu Mertua |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/bocah-perempuan-berusia-11-tahun-tertembak-di-kepala.jpg)