Breaking News:

Berita Viral

Kelompok Perempuan dan LSM Desak Apple dan Google Hapus X dan Grok dari Toko Aplikasi

Tekanan Meningkat: Kelompok Perempuan Minta Apple dan Google Hapus X serta Grok.

AsiaOne
Tekanan Meningkat: Kelompok Perempuan Minta Apple dan Google Hapus X serta Grok. 

Tekanan Meningkat: Kelompok Perempuan Minta Apple dan Google Hapus X serta Grok.

Tribunnewsmaker - Sebuah koalisi yang terdiri dari kelompok perempuan, pengawas teknologi, dan aktivis progresif mendesak Apple dan Google untuk menghapus platform media sosial X serta chatbot Grok dari toko aplikasi mereka. Koalisi ini menilai kedua layanan tersebut telah melanggar aturan karena memproduksi dan menyebarkan konten yang dinilai bermasalah.

Baca juga: Cinta pada Chatbot Disebut Picu Bunuh Diri Remaja, Ibu Capai Kesepakatan dengan Google

Jenna Sherman berpose untuk sebuah potret saat kelompok-kelompok perempuan Amerika mendesak Google (Alphabet) dan Apple untuk melarang aplikasi media sosial X dan chatbot Grok dari toko aplikasi mereka karena gambar-gambar non-konsensual yang dihasilkan oleh AI di Los Angeles, California, AS, 13 Januari 2026.
Jenna Sherman berpose untuk sebuah potret saat kelompok-kelompok perempuan Amerika mendesak Google (Alphabet) dan Apple untuk melarang aplikasi media sosial X dan chatbot Grok dari toko aplikasi mereka karena gambar-gambar non-konsensual yang dihasilkan oleh AI di Los Angeles, California, AS, 13 Januari 2026. (AsiaOne)

Berikut desakan penghapusan X dan Grok

Dalam surat terbuka yang dirilis pada hari Rabu, koalisi tersebut menuduh aplikasi milik Elon Musk secara berulang menghasilkan konten ilegal yang bertentangan dengan ketentuan layanan Apple dan Google, khususnya terkait perlindungan pengguna dan anak-anak.

Gerakan ini didukung oleh sejumlah organisasi besar, termasuk kelompok feminis UltraViolet, Organisasi Nasional untuk Perempuan, MoveOn, serta ParentsTogether Action, sebuah kelompok advokasi orang tua. Mereka menargetkan tekanan langsung kepada Musk setelah Grok mulai memproduksi gambar yang bersifat seksual, merendahkan, atau mengandung unsur kekerasan, terutama terhadap perempuan dan anak-anak.

“Kami benar-benar meminta Apple dan Google untuk menangani masalah ini dengan sangat serius,” ujar Jenna Sherman, Direktur Kampanye UltraViolet, kepada Reuters. Menurutnya, keberadaan aplikasi tersebut di toko aplikasi resmi berarti Apple dan Google ikut memungkinkan sistem yang menyebabkan ribuan, bahkan puluhan ribu orang terutama perempuan dan anak mengalami pelecehan seksual secara daring.

Hingga kini, X belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait surat terbuka tersebut. Sementara itu, xAI, perusahaan induk yang mengembangkan Grok, menanggapi singkat dengan pernyataan, “Media lama berbohong.” Apple dan Google juga belum memberikan respons meski telah beberapa kali dimintai komentar.

Sorotan terhadap X dan Grok semakin tajam setelah munculnya gelombang gambar hiper-realistis perempuan dan anak di bawah umur dengan pakaian minim di platform tersebut pada awal tahun baru. Konten-konten ini memicu kekhawatiran luas terkait keamanan dan etika penggunaan kecerdasan buatan.

Beberapa negara telah mengambil langkah tegas. Malaysia dan Indonesia dilaporkan telah melarang Grok karena kontennya yang dianggap eksplisit. Sementara itu, otoritas di Eropa dan Inggris mengumumkan penyelidikan dan meminta penjelasan resmi terkait potensi pelanggaran hukum.

Di sisi lain, tekanan juga datang dari berbagai organisasi yang memilih meninggalkan X. Pada hari Selasa, Federasi Guru Amerika mengumumkan keputusan mereka untuk keluar dari platform tersebut, dengan alasan kekhawatiran terhadap gambar tidak senonoh anak-anak yang dihasilkan oleh Grok.

Meski X mengklaim telah mengubah pengaturan chatbot sehingga gambar buatan atau hasil edit Grok tidak lagi muncul di linimasa publik, uji coba Reuters menunjukkan bahwa Grok masih mampu menghasilkan gambar orang berpakaian bikini jika diminta secara langsung.

Sherman menegaskan bahwa selama ini Apple dan Google mengklaim memiliki komitmen kuat terhadap perlindungan anak. Namun, menurutnya, cara kedua perusahaan tersebut menangani kasus X dan Grok akan menjadi cerminan nyata dari nilai dan tanggung jawab mereka dalam praktik, bukan sekadar pernyataan kebijakan.

Tribunnewsmaker | Asiaone.com | Aleyda Salsa Sabillawati

Tags:
berita viralGoogleApple
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved