Berita Viral
Cinta pada Chatbot Disebut Picu Bunuh Diri Remaja, Ibu Capai Kesepakatan dengan Google
Gugatan Ibu Remaja terhadap Google dan Perusahaan AI Berakhir Damai Usai Klaim Terkait Bunuh Diri Anak.
Editor: Tim TribunNewsmaker
Gugatan Ibu Remaja terhadap Google dan Perusahaan AI Berakhir Damai Usai Klaim Terkait Bunuh Diri Anak.
Tribunnewsmaker - Google dan perusahaan teknologi Character.AI sepakat untuk menyelesaikan gugatan kematian tidak wajar yang diajukan seorang ibu asal Florida, setelah putranya yang berusia 14 tahun meninggal dunia akibat bunuh diri pada tahun 2024.
Baca juga: Masalah Ekonomi, Ayah dan Anak di Korea Ditemukan Meninggal dalam Dugaan Bunuh Diri
Berikut gugatan terhadap Google yang berakhir damai
Kesepakatan ini tercapai pada Selasa, 7 Januari 2026, ketika Megan Garcia bersama Character Technologies perusahaan di balik Character.AI termasuk para pendirinya Noam Shazeer dan Daniel De Freitas, serta Google, mengajukan dokumen hukum bersama. Berdasarkan catatan pengadilan yang ditinjau PEOPLE, isi dan nilai penyelesaian tersebut tidak diungkapkan ke publik.
Penyelesaian ini menjadi langkah penting bagi Garcia dan sejumlah keluarga lain yang mengklaim bahwa anak-anak remaja mereka mengalami dampak buruk dari chatbot yang digambarkan sebagai “teman virtual interaktif” dengan unsur seksual. Menurut laporan CNN dan The New York Times, kasus Garcia merupakan satu dari lima gugatan serupa yang disepakati untuk diselesaikan oleh perusahaan-perusahaan tersebut minggu ini di New York, Colorado, Florida, dan Texas.
Seorang juru bicara Character.AI mengatakan kepada PEOPLE bahwa pihaknya belum dapat memberikan komentar lebih lanjut terkait penyelesaian tersebut, begitu pula dengan perwakilan hukum Garcia. Google, yang mempekerjakan Shazeer dan De Freitas, juga belum memberikan tanggapan resmi.
Tragedi ini bermula pada Februari 2024, ketika Sewell Setzer III, putra Garcia yang berusia 14 tahun, meninggal dunia akibat bunuh diri. Beberapa bulan setelah kejadian itu, Garcia mengetahui bahwa putranya telah menjalin keterikatan emosional yang mendalam dengan sebuah chatbot AI yang terinspirasi dari karakter Daenerys Targaryen dalam serial Game of Thrones.
Menurut laporan sebelumnya, sesaat sebelum mengakhiri hidupnya di kamar mandi rumah mereka di Orlando, remaja tersebut mengirim pesan terakhir kepada chatbot yang ia panggil “Dany.” Dalam pesannya, ia menulis, “Bagaimana jika aku bilang aku bisa pulang sekarang?” Chatbot tersebut membalas, “Tolong lakukan itu, rajaku tersayang.”
Pada Oktober 2024, Garcia mengajukan gugatan kematian tidak wajar dengan tuduhan bahwa teknologi Character.AI bersifat “cacat dan secara inheren berbahaya.” Dalam dokumen gugatan, ia menuduh para terdakwa sengaja membangun ketergantungan emosional yang berbahaya, melakukan pelecehan emosional dan seksual, serta gagal memberikan peringatan atau bantuan ketika putranya mengungkapkan keinginan untuk bunuh diri.
“Saya berpikir selama berbulan-bulan apakah saya harus menceritakan kisah ini,” kata Garcia sebelumnya kepada PEOPLE. “Sebagai ibunya, saya ingin melindunginya, bahkan setelah dia meninggal.”
Namun, ia akhirnya memutuskan untuk bersuara. “Semakin saya memikirkannya, semakin saya yakin ini adalah hal yang benar. Dia tidak melakukan kesalahan apa pun dia hanya seorang anak.”
Menanggapi kekhawatiran publik, Character.AI menyatakan pada musim gugur 2024 bahwa mereka telah menerapkan fitur keamanan baru yang lebih ketat, khususnya bagi pengguna di bawah usia 18 tahun. Perubahan tersebut dirancang untuk mengurangi kemungkinan paparan terhadap konten sensitif atau sugestif.
Bagi Garcia, berbagi kisah putranya di tengah meningkatnya popularitas chatbot AI terutama di kalangan remaja menjadi cara untuk memberi makna pada kehilangannya.
“Saya bertanya pada diri sendiri, mengapa saya melakukan ini? Apakah untuk membuktikan bahwa saya ibu yang baik? Jawabannya tidak,” ujarnya. “Saya melakukan ini agar para orang tua lebih waspada, mau memeriksa ponsel anak-anak mereka, dan mencegah tragedi seperti ini terjadi pada keluarga lain.”
| Pernyataan Mengejutkan Ditjen Pas soal Ferdy Sambo Kuliah S2 di Lapas: Beasiswa dan Kuliah Daring |
|
|---|
| Tragedi di Perairan Malaysia, Kapal Pembawa WNI Tenggelam, 14 Penumpang Hilang |
|
|---|
| Kasus Lomba Cerdas Cermat MPR Memanas, Juri dan MC Digugat ke PN Jakpus Usai Salahkan Jawaban Siswa |
|
|---|
| Heboh! Sopir Mobil SPPG di Depok Jawa Barat Nyambi Jadi Kurir Narkoba, Kariernya Tamat Seketika |
|
|---|
| Nasib Shindy Lutfiana Berubah Usai Viral di Lomba Cerdas Cermat MPR, Sang MC Akui Kehilangan Job |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Ibu-dan-putra-remajanya-yang-bunuh-diri.jpg)