Breaking News:

Insiden Pesawat ATR di Maros

Kondisi Mengenaskan 9 Korban Pesawat ATR saat Ditemukan, Basarnas: Ada Setengah Badan, Ada Kepala

Di medan terjal Bulusaraung, pencarian korban ATR memasuki babak penentuan ketika enam jenazah ditemukan.

Tayang:
Editor: Delta Lidina
Tribun Timur/Nurul Hidayah
PESAWAT ATR 42-500 - (kiri) Bagian pesawat ATR 42-500 di lereng puncak Punung Bulusaraung yang jatuh di lereng Gunung Bulusarung, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Pangkep Sabtu (17/1/2026). (kanan) Jenazah korban pertama yang ditemukan dalam tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 tiba di Lanud bandara Sultan Hasanuddin, Maros, Rabu (21/1/2026) pagi. Jenazah dievakuasi menggunakan helikopter dari Desa Lampeso, Kecamatan Cenrana, Maros. 

Ringkasan Berita:
  • Operasi SAR memasuki hari keenam dengan sembilan korban kecelakaan ATR 42-500 telah ditemukan, sementara satu korban masih dalam pencarian di kawasan Gunung Bulusaraung.
  • Enam korban ditemukan dalam kondisi tidak utuh dan dievakuasi Kamis (22/1/2026), sementara identifikasi sepenuhnya diserahkan kepada tim DVI.
  • Puing pesawat tersebar di sekitar lokasi korban, sedangkan analisis penyebab kecelakaan menjadi kewenangan KNKT.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Operasi pencarian korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, belum sepenuhnya tuntas.

Hingga hari keenam pelaksanaan Operasi SAR, satu korban masih dinyatakan hilang dan menjadi fokus pencarian tim SAR gabungan di medan pegunungan yang sulit dijangkau.

Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muh Arif, menegaskan operasi pencarian akan dihentikan setelah seluruh korban ditemukan.

“Kalau kita dapat satu lagi, Operasi SAR ditutup karena korban sudah lengkap, total sepuluh orang,” tegasnya.

Meski begitu, ia menyebut operasi masih memiliki batas waktu sesuai ketentuan dan dapat diperpanjang bila diperlukan.

 “Perpanjangan tergantung keputusan Kabasarnas,” katanya.

Sementara satu korban masih dicari, sembilan korban lainnya telah berhasil ditemukan secara bertahap sejak hari pertama operasi.

Dari jumlah tersebut, enam korban ditemukan pada hari keenam pencarian dan dievakuasi pada Kamis (22/1/2026) dalam kondisi tidak utuh.

“Total yang kita dapat sekarang sembilan korban. Hari ini enam yang berhasil dievakuasi,” katanya saat ditemui di Baseops Lanud Sultan Hasanuddin, Kamis (22/1/2026).

Kondisi enam korban yang ditemukan terakhir kali tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam proses identifikasi. “Enam korban yang ditemukan hari ini kondisinya tidak utuh.

Baca juga: Tangis Keluarga Florencia Tumpah depan Peti Mati, Sahabat Kenang Kebaikan Pramugari: Ibu Peri Kami

Ada setengah badan, ada kepala, dan bagian tubuh lainnya. Untuk visualisasi dan identifikasi, nanti akan ditentukan oleh tim DVI,” jelasnya.

Selain itu, satu bagian tubuh telah lebih dulu diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) pada Rabu (21/1/2026) malam.

Penemuan korban dimulai sejak Minggu (18/1/2026) dan Senin (19/1/2026).

PESAWAT JATUH - Jenazah korban pertama yang ditemukan dalam tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 tiba di Lanud bandara Sultan Hasanuddin, Maros, Rabu (21/1/2026) pagi. Jenazah dievakuasi menggunakan helikopter dari Desa Lampeso, Kecamatan Cenrana, Maros.
PESAWAT JATUH - Jenazah korban pertama yang ditemukan dalam tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 tiba di Lanud bandara Sultan Hasanuddin, Maros, Rabu (21/1/2026) pagi. Jenazah dievakuasi menggunakan helikopter dari Desa Lampeso, Kecamatan Cenrana, Maros. (Tribun Timur/Nurul Hidayah)

Dua Korban Ditemukan Lebih Dulu

Pada dua hari awal Operasi SAR tersebut, masing-masing satu korban ditemukan dalam kondisi utuh.

Keduanya telah berhasil diidentifikasi sebagai Dedeh Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, serta Florencia Lolita Wibisono yang berprofesi sebagai pramugari.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Tags:
Pesawat ATR 42-500berita viral hari ini
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved