Breaking News:

Berita Viral

Kronologi Penerima Beasiswa LPDP Lebih Memilih Anak Jadi WN Inggris, Tuai Cibiran hingga Minta Maaf

Kronologi penerima Beasiswa LPDP yang lebih memilik anaknya jadi WNA Inggris.

Tayang:
Editor: Candra Isriadhi

Ringkasan Berita:
  • Video unggahan yang viral dimulai dari pamer paspor kebangsaan Inggris milik anaknya, disertai pernyataan kontroversial bahwa “cukup saya saja yang WNI, anak-anakku jangan” memicu kritik keras warganet.
  • Kontroversi semakin berkembang ketika publik menyoroti bahwa suami Dwi (juga awardee LPDP) diduga belum menyelesaikan kewajiban kontribusi pascabeasiswa di Indonesia.
  • Sehingga pihak LPDP memanggil suami tersebut untuk klarifikasi dan potensi sanksi termasuk pengembalian dana.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kronologi penerima Beasiswa LPDP yang lebih memilik anaknya jadi WNA Inggris.

Sontak keputusan tersebut menuai cibiran dari warganet.

Pasalnya penerima Beasiswa LPDP sudah seharusnya memberikan kontribusi kepada negara karena mendapatkan fasilitas dari uang pajak.

VIRAL PENERIMA LPDP - Tangkapan layar video wni yang pamer denaturalisasi anaknya jadi Warga Negara Inggris.
VIRAL PENERIMA LPDP - Tangkapan layar video wni yang pamer denaturalisasi anaknya jadi Warga Negara Inggris. (Instagram/@sasetyaningtyas)

imbas dari hal tersebut akhirnya LPDP ikut memberikan teguran dan klarifikasi atas kasus Dwi Sasetyaningtyas yang ramai menuai kontroversi.

Dwi Sasetyaningtyas, yang merupakan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) sempat viral diberbagai media sosial karena postingannya.

Baca juga: Sosok Pilot Pesawat Carter Pelita Air yang Jatuh di Krayan, Ditemukan Meninggal Dunia, Angkut BBM

Kronologi ini cukup panjang, karena awalnya netizen hanya fokus pada konten Dwi yang dianggap cukup merendahkan negara yang sudah membiayai dirinya kuliah.

Masalah semakin membesar, ketika banyak netizen mengulik kehidupan pribadi awardee LPDP ini termasuk dugaan suaminya yang belum menuntaskan kewajiban sebagai penerima LPDP.

Kronologi kasus konten Dwi Sasetyaningtyas

KONTEN KREATOR VIRAL - Dwi Sasetyaningtyas, aktivis sosial dan juga awardee LPDP.
KONTEN KREATOR VIRAL - Dwi Sasetyaningtyas, aktivis sosial dan juga awardee LPDP. (Instagram/@sasetyaningtyas)

1. Membuat konten bangga anak dapat paspor WNA

Kasus ini bermula dari Dwi yang membagikan satu konten di Instagram dan Threads miliknya. Isinya mengenai anak keduanya yang resmi jadi WNA Inggris/British Citizen.

"Cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan paspor kuat WNA," tulisnya dalam salah satu konten.

Netizen banyak geram, merasa narasi tersebut kurang bijak dilontarkan seorang awardee LPDP. Banyak netizen yang merasa, sebagai awardee LPDP tidak patut menghina negaranya sendiri yang sudah membantunya untuk kuliah.

Tyas, sapaan akrabnya, adalah Sarjana di Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia lanjut studi S2 di Delft University of Technology, Belanda mengambil jurusan Sustainable Energy Technology. Beasiswa LPDP itu didapatkannya untuk studi di tahun 2015 dan lulus tahun 2017.

Tyas juga sudah berada di Indonesia mulai tahun 2017-2023.Selama menunaikan kewajiban sebagai awardee, Tyas menginisasi penanaman 10 ribu pohon bakau di berbagai pesisir pantai di Indonesia. Dia mewadahi ibu rumah tangga untuk bisa berpenghasilan dari rumah serta turut andil dalam penanggulangan bencana Sumatra hingga membangun sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga: Nasib Nia Daniaty Usai Anak Dipenjara, Tiga Rumah Mewahnya Kini Terancam Disita, Korban Rugi Rp8,1 M

Ia adalah founder dari @sustaination @ceritakompos @bisnisbaikclub. Selama ini ia juga vokal mengkritisi pemerintah.

Namun kembalinya Tyas ke Inggris karena mendampingi suami yang bekerja sebagai konsultan periset atau Senior Research Consultant di University of Plymouth.

Terkait kalimat Tyas, ia menjelaskan bahwa hal itu pelampiasan rasa kesal sebagai WNI.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Tags:
Dwi SasetyaningtyasWNAWNIBeasiswa LPDP
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved