Jejak Peristiwa
Pagi Mencekam di Jakarta 9 September 2004! Ledakan Dahsyat di Depan Kedubes Australia Tak Terlupakan
9 September 2004 menjadi salah satu hari yang tercatat kelam dalam sejarah ibukota.
Editor: Candra Isriadhi
Ringkasan Berita:
- Jejak peristiwa bom mobil di depan Kedutaan Besar Australia di Jakarta terjadi pada 9 September 2004, ketika sebuah bom berdaya ledak tinggi meledak di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan,.
- Akibatnya kerusakan luas pada gedung dan kendaraan di sekitar lokasi serta dentuman yang terdengar hingga radius beberapa kilometer.
- Korban jiwa dan luka-luka cukup banyak, dengan laporan menyebutkan beberapa orang meninggal dunia dan puluhan hingga ratusan lainnya luka-luka akibat ledakan.
TRIBUNNEWSMAKER.COM - 9 September 2004 menjadi salah satu hari yang tercatat kelam dalam sejarah ibukota.
Pada pagi itu, tepat di depan Kedutaan Besar Australia di Jakarta, sebuah bom meledak dan mengoyak ketenangan Jalan MH Thamrin.
Ledakan itu bukan hanya menghancurkan gedung dan kendaraan di sekitarnya, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi korban serta warga yang menyaksikan tragedi tersebut.
Lebih dari satu dekade berlalu, peristiwa ini tetap dikenang sebagai salah satu serangan teroris paling berdampak di Indonesia, menggugah kembali kenangan tentang bahaya intoleransi dan pentingnya upaya bersama dalam menjaga keamanan.
Ledakan itu berasal dari bom mobil, modus yang mirip dengan kejadian di Bali dan Hotel JW Marriott Jakarta.
Baca juga: Sosok Pilot Pesawat Carter Pelita Air yang Jatuh di Krayan, Ditemukan Meninggal Dunia, Angkut BBM
Harian Kompas, 10 September 2004 memberitakan, ledakan bom tersebut juga menimbulkan kerusakan parah pada belasan gedung di sekitarnya yang berjarak sekitar 300 meter.
Beberapa gedung yang rusak berat-selain Kantor Kedubes Australia-di antaranya Plaza 89, Kantor Kementerian Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Menara Gracia, Graha Binakarsa, Sentra Mulia, dan kantor eks Bank Uppindo.
Lubang diameter 2 meter
Di pusat ledakan, terdapat lubang berdiameter sekitar dua meter dengan kedalaman tak sampai satu meter.
Pusat ledakan itu persis berada di depan hidran sehingga air langsung menggenangi lokasi tersebut.
Seorang pejabat keamanan Malaysia meyakini, Dr Azahari Husin berada di balik ledakan tersebut.
Azahari merupakan tokoh yang kini diburu pihak keamanan internasional karena diduga terlibat dalam sejumlah pengeboman di Indonesia, termasuk bom Bali bulan Oktober 2002 yang menewaskan 202 orang.
"Kami percaya Azahari di belakang peledakan bom ini. Ia memiliki keahlian untuk merakit bahan peledak untuk peledakan bom dengan skala sebesar ini," kata pejabat yang tidak bersedia disebutkan namanya itu.
Sesaat setelah kejadian ini, polisi menetapkan empat orang sebagai tersangka. Dari empat orang itu, tiga tersangka di antaranya berinisial UB, IS, dan DN.
Mereka ditahan sebelum bom meledak di Kedubes Australia lantaran diduga telah menyembunyikan Dr Azahari, dikutip dari Harian Kompas, 19 September 2004.
Selain itu, salah satu tersangka, Rois alias Iwan Darmawan alias Hendi alias Agam, mengatakan, peledakan bom di depan Gedung Kedubes Australia merupakan ide dari Dr Azahari yang disampaikan pada pertengahan Agustus 2004.
Kesaksian korban
Sumber: Kompas.com
| Kisah Tragis Penjual Gorengan, Nia Dibunuh & Dirudaksa saat Bantu Ekonomi Ortu, Pelaku Divonis Mati |
|
|---|
| Sadis Tanpa Ampun! Aksi Rio Martil, Pembunuh Berantai dengan Modus Kejahatan yang Selalu Sama |
|
|---|
| Misteri Kasus Pembunuhan Model Sisca Yofie 13 Tahun Lalu, Korban Terseret Motor, Pelaku Dihukum Mati |
|
|---|
| Kisah Aktor Tampan Meninggal di Usia 27 Tahun, Sibuk di Dunia Hiburan Tak Sadar Terserang Tifus |
|
|---|
| Komedian Peraih Panasonic Awards Ini Meninggal di Usia Muda, Raffi Ahmad Syok dan Sangat Kehilangan |
|
|---|