Breaking News:

Berita Viral

Ramai Isu Krisis Ojol, Pihak Grab & Gojek Jelaskan Fakta Sebenarnya, Netizen Mengeluh Driver Langka

Belakangan ini, keluhan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan layanan ojek online (ojol) ramai diperbincangkan di media sosial.

Tayang:
Editor: Candra Isriadhi
Tribunnews
KRISIS OJOL - Ilustrasi ojek online yang dianggap sedang krisis driver. 

Ringkasan Berita:
  • Banyak pengguna mengeluhkan sulitnya mendapatkan ojek online dan menyebut situasi ini sebagai fenomena “krisis ojol”.
  • Perusahaan aplikator menyatakan kondisi tersebut dipengaruhi perubahan pola permintaan layanan serta aktivitas mitra pengemudi, terutama selama bulan Ramadan.
  • Director of Mobility, Food, & Logistics Tyas Widyastuti dari Grab Indonesia menyebut permintaan layanan Grab di wilayah Jabodetabek meningkat signifikan karena perubahan mobilitas masyarakat saat Ramadan.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Belakangan ini, keluhan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan layanan ojek online (ojol) ramai diperbincangkan di media sosial.

Sejumlah pengguna bahkan menyebut kondisi tersebut sebagai fenomena “krisis ojol” karena semakin sulit menemukan pengemudi yang tersedia, terutama pada jam-jam tertentu.

Fenomena ini pun memicu berbagai spekulasi dari warganet.

KRISIS OJOL - Jadwal pemberian bonus hari raya mitra ojek online lebaran 2026.
KRISIS OJOL - Jadwal pemberian bonus hari raya mitra ojek online lebaran 2026. (Dok./SHUTTERSTOCK/CREATIVA IMAGES)

Banyak yang mempertanyakan apakah jumlah pengemudi berkurang atau justru permintaan layanan yang meningkat drastis dalam waktu bersamaan.

Menanggapi situasi tersebut, sejumlah perusahaan aplikator akhirnya memberikan penjelasan.

Mereka menyebut kondisi di lapangan dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari perubahan pola permintaan layanan hingga aktivitas mitra pengemudi, terutama selama periode Ramadan.

Baca juga: Unggahan Terakhir Vidi Aldiano Sebelum Meninggal, Duta Persahabatan Singgung soal Kesedihan Mendalam

Salah satu tanggapan datang dari Grab Indonesia. Director of Mobility, Food, & Logistics Tyas Widyastuti mengatakan bahwa permintaan terhadap berbagai layanan Grab di wilayah Jabodetabek memang mengalami peningkatan cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, lonjakan permintaan tersebut berkaitan erat dengan perubahan pola mobilitas masyarakat selama bulan Ramadan.

Pada periode ini, aktivitas masyarakat cenderung berubah, baik dalam hal perjalanan, pemesanan makanan, hingga pengiriman barang.

Kondisi tersebut membuat permintaan layanan transportasi dan pengantaran meningkat dalam waktu yang hampir bersamaan, sehingga ketersediaan pengemudi di aplikasi terkadang terasa lebih terbatas bagi pengguna.

Ilustrasi - Mitra driver Grab
Ilustrasi - Mitra driver Grab (Istimewa)

“Dalam beberapa waktu terakhir, permintaan terhadap berbagai layanan Grab di Jabodetabek meningkat hingga 35 persen dibandingkan periode normal,” kata Tyas dalam keterangannya, Jumat (12/3/2026).

Ia menjelaskan, puncak permintaan layanan juga terjadi hampir bersamaan pada waktu tertentu. Misalnya, layanan GrabBike meningkat saat jam pulang kantor, sementara layanan GrabFood melonjak menjelang waktu berbuka puasa.

Selain itu, permintaan layanan pengiriman melalui GrabExpress juga meningkat cukup tinggi menjelang Lebaran.

“Permintaan GrabExpress meningkat hingga 300 persen menjelang Lebaran, didorong oleh promo Ramadhan di platform e-commerce dan maraknya pengiriman hampers,” ujar Tyas.

Sementara itu, menjelang waktu berbuka puasa, permintaan GrabBike dan GrabFood masing-masing meningkat hingga 25 persen.

Baca juga: Sosok Sabrina Farhana Istri Aditya Founder Nussa Rara, Terseret Isu Selingkuh, Tutup Kolom Komentar

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Tags:
GrabGojekkrisis ojol
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved