Berita Viral
Sosok Guru SMP yang Bela Eks Menteri Nadiem di Sidang, Merasa Terbantu dengan Adanya Chromebook
Suasana haru mewarnai persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook eks menteri Nadiem Makarim.
Editor: Candra Isriadhi
Ringkasan Berita:
- Arby W Manangsa menangis saat menjadi saksi meringankan dalam sidang kasus yang melibatkan Nadiem Makarim.
- Ia terharu saat menceritakan dampak positif bantuan laptop Chromebook yang membuat sekolahnya berkembang pesat.
- Tangis Arby pecah ketika menjawab pertanyaan kuasa hukum, karena mengenang perubahan besar dalam proses belajar mengajar di sekolahnya.
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Suasana haru mewarnai persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook yang menyeret nama eks Mendikbudristek, Nadiem Makarim, pada Selasa (21/4/2026).
Momen emosional itu datang dari seorang saksi meringankan, yakni Arby W Manangsa, kepala sekolah SMK di Kota Sorong, Papua Barat Daya.
Di hadapan majelis hakim, Arby tak kuasa menahan tangis saat menceritakan perubahan besar yang terjadi di sekolahnya setelah menerima bantuan laptop Chromebook dari Kemendikbudristek yang saat itu dipimpin Nadiem.
Awalnya, salah satu kuasa hukum Nadiem mengajukan pertanyaan terkait pemanfaatan Chromebook dalam proses belajar mengajar.
Pertanyaan itu rupanya menyentuh sisi emosional Arby.
Saat hendak menjawab, Arby terlihat kesulitan berkata-kata. Suaranya mulai serak, napasnya tertahan, hingga akhirnya tangisnya pecah di ruang sidang.
Baca juga: Sosok Hendrikus Atlet MMA Tusuk Nus Kei hingga Tewas di Bandara, Sempat Bahas Soal Pembunuh: Brutal
Ia kemudian mencoba menjelaskan bagaimana kehadiran Chromebook membawa perubahan signifikan bagi sekolahnya, terutama dalam mendukung para guru mengajar dan meningkatkan kualitas pembelajaran siswa.
Momen tersebut menjadi sorotan dalam persidangan, menggambarkan sisi lain dari program pengadaan teknologi pendidikan yang kini tengah dipersoalkan secara hukum.
“Saya sebenarnya hampir tidak sanggup menjawab pertanyaan ini. Karena kalau Bapak Ibu Hakim yang mulia googling, di Kota Sorong itu ada satu sekolah yang paling terbelakang. Dulu orang sebut sekolah itu ‘sekolah buangan,” ujar Arby dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (21/4/2026).
“Saya guru di situ, SMP Nusantara namanya. Semua orang men-judge itu sekolah buangan. Mengapa sekolah buangan? Tempat menampung anak-anak yang putus sekolah, anak-anak nakal dari sekolah lain,” kata dia.
Arby menyebutkan, cap tersebut melekat cukup lama, tetapi mulai berubah setelah menjadi salah satu sekolah penerima Chromebook.
Pada Juni 2021, sekolah Arby menerima 15 Chromebook bersama beberapa perangkat pendukungnya.
Arby menceritakan, sekolahnya berkembang pesat setelah ada program digitalisasi pendidikan.
Kini julukan ‘sekolah buangan’ tidak lagi identik dengan ‘SMP Nusantara Sorong’.
Baca juga: Siap Lawan! China Balas Ancaman Donald Trump, Siapkan Langkah Keras Hadapi Tekanan Tarif Impor AS
“Dan, hari ini sekolah itu jadi sekolah yang favorit, sekolah pilihan. Salah satu dampaknya transformasi digital,” cerita Arby.
Sumber: Kompas.com
| Sosok John Ternus, CEO Baru Apple Pengganti Tim Cook, Orang di Balik Suksesnya iPhone |
|
|---|
| Menkeu Purbaya Tolak Keras Tawaran Utang Menggiurkan Bank Dunia, Akui Optimis dengan Ekonomi RI |
|
|---|
| Alasan Dedi Mulyadi Tarik Pajak Kendaraan Listrik di Jawa Barat Padahal Banyak Wilayah Lain Belum |
|
|---|
| Sosok Emak-emak Bermobil di Mojokerto Marahi Pemotor, Kini Jadi Tersangka Kekerasan Terhadap Anak |
|
|---|
| Sosok Bursok Anthony Marlon, Bawahan Menkeu Purbaya Minta Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Mundur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Jadi-tersangka-Nadiem-Makarim-teriak-tidak-lakukan-korupsi.jpg)