Breaking News:

Berita Viral

Kesaksian Korban Selamat Tabrakan Kereta Argo Bromo vs KRL di Bekasi, Sempat Ada Suara Begitu Keras

Kereta Api Argo Bromo Anggrek dilaporkan terlibat tabrakan dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/4/2026).

Editor: Candra Isriadhi
KOMPAS.com/Nurpini
KECELAKAAN KERETA - Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan Kerta Listrik (KRL) Bekasi-Jakarta terlibat kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026) malam. 
Ringkasan Berita:
  • Kecelakaan terjadi antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026 malam, menyebabkan ratusan penumpang dievakuasi.
  • Berdasarkan data sementara dari PT Kereta Api Indonesia (Persero), terdapat 4 korban meninggal dunia dan 79 orang luka-luka.
  • Seluruh korban telah dievakuasi dan dirawat di sejumlah rumah sakit rujukan, termasuk RSUD Kota Bekasi dan beberapa RS lainnya di wilayah Bekasi.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Insiden kecelakaan kereta api kembali menggemparkan publik.

Kereta Api Argo Bromo Anggrek dilaporkan terlibat tabrakan dengan Commuter Line (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.53 WIB.

Peristiwa nahas tersebut langsung memicu kepanikan di lokasi.

KECELAKAAN KERETA API - Proses evakuasi penumpang KRL Commuter Line di sekitar Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, pascainsiden yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL relasi Bekasi-Jakarta.
KECELAKAAN KERETA API - Proses evakuasi penumpang KRL Commuter Line di sekitar Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, pascainsiden yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL relasi Bekasi-Jakarta. (Dok./KAI)

Ratusan penumpang harus dievakuasi dari rangkaian kereta, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat benturan keras.

Pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) pun segera memberikan keterangan resmi terkait kejadian ini.

VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengungkapkan bahwa jumlah korban cukup signifikan.

Ia menyebutkan, berdasarkan pembaruan data sementara hingga Selasa (28/4/2026) pukul 02.00 WIB, terdapat korban jiwa dan luka-luka.

Baca juga: Pernyataan Mengejutkan Pengacara, Nadiem Dipaksa Hadiri Sidang Meski Sakit, Jaksa Tegas Membantah

"Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan di sejumlah rumah sakit rujukan," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Selasa (28/4/2026).

Dari data tersebut, tercatat empat orang meninggal dunia, sementara 79 lainnya mengalami luka-luka.

Para korban kemudian langsung dilarikan ke berbagai rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Sejumlah fasilitas kesehatan yang menangani korban di antaranya RSUD Kota Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya Bekasi, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina Bekasi, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Hingga kini, publik masih menanti penjelasan lengkap terkait kronologi pasti kecelakaan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa tersebut.

Kronologi kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur

TABRAKAN KERETA - Sejumlah penumpang KRL dievakuasi saat tabrakan dengan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026).
TABRAKAN KERETA - Sejumlah penumpang KRL dievakuasi saat tabrakan dengan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026). (KOMPAS.com/Nurpini)

Salah satu penumpang Commuter Line, Munir mengungkapkan, kecelakaan bermula saat kereta yang ia tumpangi dari arah Jakarta menuju Cikarang tengah berhenti di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur.

"Commuter Line berhenti karena di jalur berlawanan terjadi insiden, yakni sebuah rangkaian menabrak satu unit mobil taksi," katanya, dilansir dari Antara.

Beberapa saat kemudian, Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek datang dari arah belakang dan menabrak rangkaian Commuter Line yang berada di jalur tersebut.

"Pokoknya ditabrak dari arah belakang. Gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai menembus gerbong paling belakang Commuter Line," ujarnya.

Benturan keras itu menyebabkan banyak penumpang di gerbong paling belakang terjepit. Munir sendiri berada di gerbong keempat dari belakang saat kejadian.

"Banyak korban terjebak di dalam. Kalau saya, pas kejadian langsung keluar dari gerbong," kata dia.

Sejumlah penumpang terlihat masih terjepit di gerbong paling belakang yang tertabrak lokomotif Argo Bromo Anggrek.

Beberapa di antaranya bahkan dilaporkan tidak sadarkan diri akibat terjepit bagian lokomotif yang masuk ke dalam gerbong.

Selain itu, Munir menyebut gerbong khusus perempuan mengalami kerusakan parah.

Para penumpang di dalamnya tampak kesulitan mengevakuasi diri karena akses keluar tertutup bangku dan bagian gerbong yang hancur.

Terdengar suara keras seperti ledakan

KECELAKAAN KERETA - Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan Kerta Listrik (KRL) Bekasi-Jakarta terlibat kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026) malam.
KECELAKAAN KERETA - Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan Kerta Listrik (KRL) Bekasi-Jakarta terlibat kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026) malam. (KOMPAS.com/Nurpini)

Sementara itu, penumpang KRL Bekasi–Jakarta lainnya, Hendri, mengaku mendengar suara keras menyerupai ledakan saat kecelakaan terjadi.

"Ya kalau kedengarannya seperti suara bom, saking kencangnya," ujar Hendri, dikutip dari tayangan langsung Kompas TV, Senin.

Ia menjelaskan, sebelum insiden, rangkaian KRL tersebut tiba di Stasiun Bekasi Timur sekitar pukul 20.30 WIB dan sempat berhenti cukup lama karena adanya lintasan kendaraan di sekitar jalur stasiun.

“Kereta itu sebenarnya mendahului kereta saya dari Bekasi Timur sekitar 15 menit,” katanya.

Tak lama berselang, KA Argo Bromo Anggrek yang melintas diduga menabrak bagian belakang rangkaian KRL, termasuk gerbong khusus perempuan yang mengarah ke Cikarang.

“Nah, Argo Bromo menabrak gerbong belakang, yang merupakan gerbong perempuan, sampai masuk ke dalam. Jumlah korban belum diketahui, karena masih dalam proses evakuasi,” ujarnya.

Hendri mengatakan kejadian berlangsung sangat cepat dan memicu kepanikan di dalam kereta. Ia juga melihat asap tebal muncul setelah benturan keras terjadi.

“Sekitar jam 8. Karena berasap dan tabrakannya kencang, saya langsung lari,” kata dia.

Ia menggambarkan suasana saat kejadian dipenuhi kepanikan, dengan sirene langsung berbunyi sesaat setelah tabrakan terjadi.

(Tribunnewsmaker.com/Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Tags:
Kecelakaan Keretakecelakaan mauttabrakan
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved