Breaking News:

Berita Viral

Imbas Kasus Kiai Cabul Pati Mencuat, Rumah Pengasuh Ponpes Digeruduk Massa: Pencabulan Bukan Khilaf

Ribuan massa menggeruduk kediaman Ashari, pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kecamatan Tlogowungu, pada Sabtu siang (2/5/2026).

Tayang:
Editor: Candra Isriadhi
Tribun Banyumas/Mazka Hauzan Naufal
DEMO - Warga yang tergabung dalam Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (Aspirasi) demo di depan kediaman Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Sabtu (2/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Ribuan massa dari Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (Aspirasi) menggeruduk kediaman Ashari, pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, sebagai bentuk protes.
  • Aksi dipicu dugaan kasus pencabulan terhadap santriwati di bawah umur yang melibatkan Ashari, yang kabarnya sudah lama beredar di masyarakat.
  • Massa menuntut Ashari dinonaktifkan, dilakukan evaluasi pesantren, serta kasus diproses hukum hingga tuntas, sambil menyuarakan protes melalui spanduk dan poster.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Gelombang kemarahan publik pecah di Kabupaten Pati.

Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (Aspirasi) menggeruduk kediaman Ashari, pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kecamatan Tlogowungu, pada Sabtu siang (2/5/2026).

Aksi tersebut berlangsung di lokasi yang cukup sensitif, lantaran kediaman Ashari berada di area yang sama dengan pondok pesantren putri.

DEMO KIAI CABUL - Aksi unjuk rasa Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (Aspirasi) di depan kediaman dan pondok putri milik Ashari, sosok pengasuh pondok pesantren yang terjerat kasus pencabulan terhadap sejumlah santriwati, Sabtu siang (2/5/2026)
DEMO KIAI CABUL - Aksi unjuk rasa Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (Aspirasi) di depan kediaman dan pondok putri milik Ashari, sosok pengasuh pondok pesantren yang terjerat kasus pencabulan terhadap sejumlah santriwati, Sabtu siang (2/5/2026) (Tribun Banyumas/Tribun Banyumas/Mazka Hauzan Naufal)

Situasi ini membuat ketegangan di lokasi semakin terasa, seiring membludaknya massa yang datang.

Untuk diketahui, Ashari merupakan sosok kiai yang kini terseret dugaan kasus pencabulan terhadap sejumlah santriwati di bawah umur.

Kasus ini pun memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, terutama para santri dan pemuda setempat.

Baca juga: Heboh! Pengasuh Ponpes di Pati Klaim Keturunan Nabi, Disebut Sering Cabuli Santriwati: Menyimpang

Aspirasi yang juga didukung pemuda setempat mengaku sudah lama mendengar kabar miring terkait perilaku sang kiai.

Kegeraman mereka pun memuncak, hingga akhirnya turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan.

Dalam aksi tersebut, massa mendesak pihak yayasan pengelola pondok pesantren untuk mengambil langkah tegas.

Mereka menuntut evaluasi menyeluruh serta menonaktifkan Ashari dari jabatannya.

DEMO - Warga yang tergabung dalam Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (Aspirasi) demo di depan kediaman Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Sabtu (2/5/2026).
DEMO - Warga yang tergabung dalam Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (Aspirasi) demo di depan kediaman Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Sabtu (2/5/2026). (Tribun Banyumas/Mazka Hauzan Naufal)

Tak hanya itu, massa juga meminta agar kasus ini diproses hukum secara tuntas tanpa pandang bulu.

Mereka ingin semua pihak yang terlibat diusut hingga ke akar permasalahan.

Aksi protes terlihat semakin mencolok ketika massa memasang spanduk putih bertulisan "Sang Predator" di pagar kediaman Ashari.

Baca juga: Sosok Zak Suami Syafitri Yana, Ibu Muda Tewas Mengenaskan di Belakang Kontrakan, Polisi Buru Pelaku

Tulisan tersebut menjadi simbol kemarahan sekaligus bentuk penilaian mereka terhadap sosok yang dituding melakukan tindakan tidak bermoral.

Selain itu, beberapa peserta aksi juga membawa poster berisi kata-kata sindiran yang ditujukan kepada Ashari.

Halaman 1/4
Tags:
kasus pencabulanpencabulankiai cabulPondok Pesantren
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved