Breaking News:

Berita Viral

Penyebab Rupiah Tembus Rp 17.500 per 1 Dollar AS, BI: Musim Haji Banyak Orang Butuh Uang Asing

Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan tajam terhadap dollar Amerika Serikat (AS).

Tayang:
Editor: Candra Isriadhi
Freepik/@bearfotos
NILAI DOLLAR RUPIAH - Ilustrasi dollar yang ramai diberitakan 17.500 rupiah. 

Ringkasan Berita:
  • Nilai tukar rupiah melemah hingga menembus Rp 17.500 per dollar AS pada perdagangan Selasa (12/5/2026).
  • Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menyebut pelemahan rupiah dipicu faktor global seperti meningkatnya konflik di Timur Tengah serta kenaikan harga minyak dunia.
  • Dari faktor domestik, tingginya kebutuhan dollar AS untuk pembayaran utang luar negeri, pembagian dividen, dan kebutuhan ibadah haji turut menekan rupiah, namun BI memastikan tetap menjaga stabilitas nilai tukar.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan tajam terhadap dollar Amerika Serikat (AS).

Bahkan pada perdagangan hari ini, Selasa (12/5/2026), rupiah sempat menembus level Rp 17.500 per dollar AS.

Bank Indonesia (BI) pun buka suara terkait pelemahan mata uang Garuda tersebut.

RUPIAH MELEMAH - Deputi Gubernur BI Destry Damayanti dalam konferensi pers RDG BI Maret 2026, Selasa (17/3/2026).
RUPIAH MELEMAH - Deputi Gubernur BI Destry Damayanti dalam konferensi pers RDG BI Maret 2026, Selasa (17/3/2026). (KOMPAS.com/YouTube Bank Indonesia)

BI mengungkapkan, anjloknya rupiah dipengaruhi kombinasi faktor global dan domestik yang terjadi secara bersamaan.

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan tekanan terhadap rupiah meningkat seiring memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Menurutnya, situasi geopolitik yang belum mereda membuat ketidakpastian global semakin tinggi dan turut mendorong kenaikan harga minyak dunia.

“Tekanan rupiah dalam hari ini meningkat karena conflict di Middle East yang masih berlangsung dengan intensitas yang meningkat,” ujar Destry kepada Kompas.com, Selasa.

Tak hanya faktor global, kondisi domestik juga disebut ikut memberi tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Baca juga: Ahmad Dhani Bereaksi Keras saat El Rumi Usul Dul Jaelani Nikah di KUA: Saya Bapaknya, Terserah Saya

Bank Indonesia mencatat adanya peningkatan kebutuhan valuta asing (valas) yang bersifat musiman.

Kondisi ini membuat permintaan dollar AS di pasar semakin tinggi.

Destry mengungkapkan, lonjakan kebutuhan dollar berasal dari sejumlah aktivitas, mulai dari pembayaran utang luar negeri (ULN), pembagian dividen perusahaan, hingga kebutuhan masyarakat untuk pelaksanaan ibadah haji.

“Dari domestik, meningkatnya kebutuhan dollar secara musiman,” kata Destry.

Meski rupiah berada di bawah tekanan, BI memastikan tetap hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan meredam gejolak yang terjadi.

Langkah intervensi pun disebut terus dilakukan guna menjaga kepercayaan pasar serta memastikan kondisi ekonomi nasional tetap stabil di tengah ketidakpastian global yang meningkat.

NILAI DOLLAR RUPIAH: Ilustrasi dollar yang ramai diberitakan 8170 rupiah
NILAI DOLLAR RUPIAH: Ilustrasi dollar yang ramai diberitakan 8170 rupiah (Freepik/@wirestock)

Hingga saat ini bank sentral terus melakukan intervensi secara terukur melalui pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), maupun Non-Deliverable Forward (NDF), dan mengoptimalkan seluruh instrumen operasi moneter.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Tags:
rupiahdollarBank Indonesia
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved