Breaking News:

Seputar Solo Raya

Heboh Hantavirus, Dinkes Boyolali Kini Ingatkan Bahaya Penularan dari Tikus, Ungkap Cara Mencegah

Heboh Hantavirus, Dinkes Boyolali kini ingatkan bahaya penularan dari tikus, ungkap cara mencegah.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Wabah Hantavirus memicu kekhawatiran dunia setelah virus tersebut dilaporkan menyebabkan korban jiwa di kapal pesiar MV Hondius.
  • Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali mengeluarkan imbauan khusus kepada masyarakat agar lebih waspada.
  • Hantavirus diketahui menular melalui paparan kotoran, urine, maupun air liur tikus yang terhirup manusia dalam bentuk partikel kecil di udara.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Wabah Hantavirus kembali memicu kekhawatiran dunia setelah virus tersebut dilaporkan menyebabkan korban jiwa di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar dari Argentina beberapa waktu lalu.

Kabar tersebut sontak membuat masyarakat di berbagai negara meningkatkan kewaspadaan, termasuk di Indonesia yang kini juga mulai menemukan sejumlah warga berstatus suspek hantavirus.

Situasi itu mendorong Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali mengeluarkan imbauan khusus kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap penyebaran virus mematikan tersebut.

Hantavirus diketahui menular melalui paparan kotoran, urine, maupun air liur tikus yang terhirup manusia dalam bentuk partikel kecil di udara.

Penyakit ini bukan sekadar infeksi biasa karena dapat berkembang menjadi gangguan serius seperti gagal ginjal, kerusakan paru-paru, hingga kondisi kritis yang mengancam nyawa.

Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, FX Kristandiyoko, menjelaskan bahwa penularan paling sering terjadi saat seseorang membersihkan area kotor yang menjadi sarang tikus tanpa perlindungan memadai.

Menurutnya, aktivitas sederhana seperti membersihkan gudang, loteng, rumah kosong, atau tempat lembap ternyata bisa menjadi momen paling berbahaya bagi penularan hantavirus.

Baca juga: Waspada Hantavirus Masuk Indonesia, Januari-Mei 2026 Ada Temuan 4 Kasus dengan Gejala Ringan

Ilustrasi virus dan tikus
Ilustrasi virus dan tikus (freepik.com/ Harryarts dan cynoclub)

"Penularan paling sering terjadi saat warga membersihkan gudang, loteng, atau rumah yang banyak tikus tanpa alat pelindung," kata FX Kristandiyoko.

Ia mengingatkan masyarakat untuk selalu menggunakan masker, sarung tangan, dan menjaga kebersihan lingkungan guna meminimalkan risiko paparan virus tersebut.

Kristandiyoko juga menegaskan bahwa hingga kini dunia medis belum memiliki antivirus maupun vaksin khusus untuk menyembuhkan hantavirus secara langsung.

“Pengobatan hanya suportif, mulai dari ICU, oksigen, ventilator, ECMO, sampai cuci darah kalau sudah gagal ginjal,” ujarnya.

Kondisi itulah yang membuat hantavirus sangat berbahaya karena pasien hanya bisa ditangani dengan perawatan intensif untuk mempertahankan fungsi organ tubuh selama melawan infeksi.

Dengan meningkatnya perhatian dunia terhadap virus ini, masyarakat diimbau tidak menganggap remeh keberadaan tikus di lingkungan sekitar dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, sesak napas, nyeri otot, atau gangguan ginjal setelah terpapar area kotor yang dipenuhi tikus.

Gejala Hantavirus yang Harus Diwaspadai

Dinkes Boyolali meminta warga segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam disertai nyeri otot hebat, terutama di bagian punggung atau paha, sakit kepala, dan memiliki riwayat kontak dengan kotoran tikus dalam kurun 1-8 minggu sebelumnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta waspada jika muncul gejala sesak napas, saturasi oksigen di bawah 94 persen, tekanan darah rendah, hingga produksi urine yang mulai berkurang.

Baca juga: Hantavirus Gegerkan Publik, Kemenkes Tegaskan Kasus di Indonesia Berbeda dengan di Kapal MV Hondius

ilustrasi hantavirus
ilustrasi hantavirus ((Ist)/Learn Worthy)

Cara Mencegah Penularan Hantavirus dari Tikus

Sumber: Tribun Solo
Halaman 1/2
Tags:
HantavirustikusBoyolali
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved